Catatan Kajian

Saya masih belajar. Semoga Allah Ta'ala mudahkan urusan kita aamiin.

Catatan Kajian

Belajar Islam

Catatan Kajian

Bahasa Inggris

Ustadz Abdurrahman Zahier Hafizhahullah 
Sabtu, 8 Rajab 1447 H/ 28  Desember 2025
KONSEP REZEKI DALAM ISLAM
Nafkah, Pendapatan Halal,
Pekerjaan Halal, Keberkahan Harta
📘 RINGKASAN LENGKAP CERAMAH – PART 1
Tema Besar: Hakikat Rezeki, Kekayaan Jiwa, dan Tawakal
I. Pembukaan & Landasan Aqidah
Ceramah dibuka dengan:
Ayat-ayat Surah Shad yang menegaskan:
Penolakan orang kafir terhadap kebenaran
Kesombongan manusia
Kekuasaan Allah atas langit dan bumi
Dilanjutkan dengan:
Pujian kepada Allah
Syahadat
Shalawat kepada Nabi ﷺ
Wasiat takwa
📌 Makna pembuka:
Rezeki, kekayaan, dan kehidupan dunia tidak bisa dilepaskan dari tauhid.
II. Kisah Abu Hazim: Kaya Tanpa Dunia
Abu Hazim hidup dalam kondisi:
Tidak punya penghasilan
Tidak punya harta
Tidak punya “passive income”
Namun:
Tidak meminta-minta
Hidup tenang
Tidak merasa kurang
Saat ditanya:
“Apa hartamu?”
Beliau menjawab:
Dua harta sejati:
Atsiqatu billah
→ Keyakinan penuh kepada apa yang Allah miliki & janjikan
Qana’ah
→ Tidak berhasrat terhadap apa yang dimiliki orang lain
📌 Pelajaran:
Banyak orang punya harta → tapi miskin jiwa
Sedikit harta + hati cukup → kaya sejati
III. Rezeki di Langit, Bukan di Manusia
Dalil:
“Wa fis-samā’i rizqukum wa mā tū‘adūn”
Maknanya:
Rezeki bukan di:
Atasan
Klien
Customer
Perusahaan
Tapi di langit, di tangan Allah
📌 Sejak memahami ayat ini:
Tidak takut masa depan
Tidak khawatir makan besok
Tidak iri pada kepunyaan orang lain
IV. Penyebab Merasa Miskin
Bukan karena kurang harta, tapi karena:
Berhasrat terhadap milik orang lain
Membandingkan hidup dengan orang lain
Terpengaruh flexing
Orang yang qana’ah:
Fokus pada nikmat yang Allah beri
Tidak sibuk memantau nikmat orang lain
V. Dua Jenis Rezeki
1️⃣ Rezeki Lahir
Uang
Rumah
Kendaraan
Fasilitas dunia
2️⃣ Rezeki Batin
Hati cukup
Tenang
Tidak iri
Ridha
📌 Orang yang cukup rezeki batinnya:
Tidak gelisah dengan rezeki lahir
Hidup lebih tenang
VI. Kekayaan Menurut Nabi ﷺ
Hadis:
“Laisal ghina ‘an katsratil ‘aradh, walakin al-ghina ghinal nafs”
Makna:
Kaya ≠ banyak aset
Kaya = cukupnya jiwa
📌 Kekayaan itu rasa, bukan angka.
VII. Perbedaan Pandangan Orang Berilmu & Awam
Contoh:
Bangunan mewah:
Awam → kagum
Ahli → cek kualitas
📌 Orang berilmu:
Melihat luar & dalam
Paham bahwa dunia sementara
📌 Orang awam:
Terpukau casing
Tidak memahami hakikat
VIII. Fenomena Qarun & Flexing
Qarun:
Pamer seluruh hartanya
Orang awam berkata:
“Andai kami seperti Qarun”
Orang berilmu berkata:
“Celaka kalian, pahala Allah lebih baik”
📌 Flexing:
Ada karena ada penontonnya
Selalu ada sejak dulu hingga sekarang
IX. Dunia Akan Menjadi Debu
Dalil:
Semua yang di bumi akan menjadi debu
Makna:
Kita → debu
Harta → debu
Bangunan → debu
📌 Maka orang berilmu memilih:
Pahala
Akhirat
Surga
X. Definisi Rezeki yang Benar
Rezeki ≠ apa yang kita miliki
Rezeki = apa yang kita manfaatkan
Hadis Nabi ﷺ:
Yang benar-benar rezeki:
Dimakan sampai habis
Dipakai sampai usang
Disedekahkan → kekal di akhirat
Selain itu → bukan rezeki sejati
XI. Rezeki Tertinggi Dunia
Menurut para salaf:
Rezeki dunia tertinggi = ma’rifatullah (mengenal Allah)
Ucapan salaf:
“Orang pencari dunia mati tanpa pernah merasakan kenikmatan sejati”
Karena:
Kenikmatan sejati = mengenal Allah
Dunia paling mewah pun tidak bisa menandingi itu
🔑 BENANG MERAH PART 1
Rezeki adalah urusan tauhid
Kaya itu soal hati
Dunia fana
Akhirat tujuan
Rezeki batin lebih menentukan kebahagiaan daripada rezeki lahir

📘 PART 2
Sesi Tanya Jawab: Rezeki, Ikhtiar, Takdir, Jodoh, dan Kehalalan Harta
❓ Pertanyaan 1
Bagaimana bentuk ikhtiar yang benar saat ekonomi terasa buntu (deadlock), sementara kebutuhan besar seperti biaya anak harus dipenuhi?
🔍 Jawaban Ustaz (Inti & Penjelasan)
Ketika manusia berada di titik buntu, kesalahan paling umum adalah:
Langsung mencari langkah teknis
Fokus ke strategi duniawi semata
Lupa mengetuk pintu Allah terlebih dahulu
📌 Teladan para Nabi dan Rasul
Mereka memiliki problem jauh lebih besar:
Urusan keluarga
Umat
Negara
Perang
Ekonomi
Sosial
Namun ketika masalah datang:
Mereka tidak langsung mencari solusi teknis, tapi sujud terlebih dahulu.
Rasulullah ﷺ:
Kepala negara
Mengurus ribuan sahabat
Ekspedisi militer rutin
Urusan keluarga sangat padat
➡️ Tapi solusi pertama beliau adalah shalat.
🔑 Prinsip Ikhtiar yang Benar
Ikhtiar harus maksimal
Jika Allah beri potensi 80 tapi usaha 70 → itu khianat
Jika potensi 90 tapi usaha 60 → itu khianat
📖 QS. At-Taghabun: 16
“Bertakwalah kepada Allah semaksimal kalian.”
Bukan minimal, tapi maksimal.
Doa adalah bagian dari ikhtiar
Banyak orang maksimal di teknis
Tapi minimal di doa
❗ Pertanyaan refleksi:
Sudahkah doa dimaksimalkan?
Doa saat hujan?
Doa orang tua?
Istighfar?
Amal sunnah harian?
Al-Kahfi di hari Jumat?
📌 Blind spot manusia
Sering:
Logika dimaksimalkan
Hubungan dengan Allah diabaikan
Tawakal setelah maksimal
Seperti Hajar di Safa–Marwah
Berlari sampai putaran terakhir
Baru Allah turunkan pertolongan
❓ Pertanyaan 2
Jika rezeki sudah ditetapkan, apakah bisa berubah? Bisakah meminta lebih dari yang “sudah ditentukan”?
🔍 Jawaban Ustaz
Hadis Nabi ﷺ:
“Tidak ada yang bisa mengubah takdir kecuali doa.”
📚 Tingkatan Takdir
Lauhul Mahfuz → tidak berubah
Takdir umur
Takdir tahunan
Takdir harian
➡️ Yang bisa berubah: umur, tahunan, harian
➡️ Tapi perubahan itu sudah tercatat di Lauhul Mahfuz
📌 Artinya:
Kita boleh meminta takdir baik
Karena permintaan itu sendiri sudah ditulis Allah
🤲 Teladan Umar bin Khattab
Doa Umar:
“Jika Engkau catat aku sebagai ahli neraka, hapuskan dan jadikan aku ahli surga.”
➡️ Selama belum mati, takdir masa depan masih bisa dimohonkan.
📌 Catatan penting:
Masa lalu tidak bisa diubah
Masa depan masih wilayah doa
🧠 Perspektif Salaf
“Jika doaku dikabulkan, aku bahagia sekali.
Jika tidak dikabulkan, aku bahagia sepuluh kali.”
Kenapa?
Dikabulkan → pilihanku
Tidak dikabulkan → pilihan Allah (lebih baik)
📌 Tidak ada:
Good vs Bad
Yang ada:
Good → Better → Best
❓ Pertanyaan 3
Bagaimana menjaga tauhid hati agar kebahagiaan tidak digantungkan pada jodoh? Dan bagaimana sikap saat rezeki terasa sempit?
🔍 Jawaban Ustaz
Mencari jodoh adalah ikhtiar syar’i, baik bagi:
Laki-laki
Perempuan
🌸 Teladan Khadijah radhiyallahu ‘anha
Beliau:
Tertarik karena akhlak Rasulullah ﷺ
Tidak tergesa
Memverifikasi karakter:
Diberi amanah uang
Dikirim safar
Dilihat akhlaknya dalam waktu lama
➡️ Setelah yakin, menyampaikan lamaran dengan cara elegan, lewat perantara (Nafisah).
📌 Pelajaran:
Ikhtiar boleh
Tapi tetap menjaga adab & tauhid
📖 Kisah Ibnu Aqil Al-Hambali
Menemukan kalung berlian
Mengumumkan setahun
Menolak imbalan
Bertahun kemudian:
Terjebak di pulau
Jadi marbot
Menikah
Kalung itu ternyata milik ayah istrinya
Ayahnya dulu berdoa: “Ya Allah, jodohkan anakku dengan orang sejujur ini.”
➡️ Doa bekerja lintas waktu & tempat.
📌 Jangan remehkan doa.
📖 Kisah Nabi Musa di Madyan
Tidak “kebetulan” sampai di Madyan
Allah jaga jodoh dari lingkungan rusak
Allah datangkan jodoh lewat takdir yang tampak rumit
➡️ Semua diatur oleh Allah dengan presisi.
❓ Pertanyaan 4
Resign dari pekerjaan syubhat, tapi yang datang justru tawaran haram. Apakah ini ujian?
🔍 Jawaban Ustaz
Benar. Ini ujian kesabaran.
📖 Kisah Ka’ab bin Malik:
Diboi kot 50 hari
Bahkan istrinya tidak bicara
Dapat tawaran dari Raja Ghassan:
Kemewahan
Kedudukan
Tapi artinya murtad
➡️ Apa yang beliau lakukan?
Membakar surat tersebut.
📌 Allah uji hamba sampai titik terakhir.
⚠️ Tentang Rezeki Haram
1 rupiah haram bisa merusak rumah tangga
Harta haram:
Menggelapkan hati
Merusak anak
Menghancurkan keberkahan
📌 Kata Fudhail bin Iyadh:
“Aku tahu dosaku dari perubahan sikap istriku, anakku, bahkan hewan tungganganku.”
➡️ Jika hidup terasa sempit:
Evaluasi makanan
Evaluasi sumber rezeki
📌 Sedikit halal = berkah 📌 Banyak haram = kehancuran
🔑 BENANG MERAH PART 2
Ikhtiar ≠ teknis saja
Doa adalah senjata utama
Takdir bisa dimohonkan sebelum terjadi
Jodoh dan rezeki Allah atur dengan presisi
Rezeki halal menentukan surga atau neraka
Kesabaran diuji sampai titik akhir

Catatan kajian ini dengan transcript youtube 

1. 🌹Make your home your own kingdom.

2. 🌹Do not compete with men in their work (never mix with them).

3. 🌹Read about marital preparation: how to be a good wife, how to manage your home, how to deal with any problems that may arise with your husband, etc.

4. 🌹Learn cooking from your mother and from the internet, as this is beneficial, and also learn home management.

5. 🌹Learn your religion and listen to scholars to learn what is important for you to know about your faith, so your worship can be correct.

6. 🌹Study the jurisprudence specific to women in different areas such as purity, bathing, prayer, etc.

7. 🌹Always honor your parents, no matter what they do, even if they are unjust to you. Be patient and consider it a path to paradise and the pleasure of Allah the Almighty.

8. 🌹Exercise, as it is beneficial.

9. 🌹Avoid anything harmful to your health, take care of yourself and your body, and do not try to harm it in any way. Use moisturizers, creams, etc.

10. 🌹Take some time to relax and enjoy yourself (take outings). Relaxation is a legitimate need before it is a psychological and moral one.

11. 🌹Befriend righteous girls and avoid those of bad character. Remember that a girl only has her reputation, dignity, and modesty among people. If any of these three are lost, the girl is lost forever!

12. 🌹Dress in a way that pleases Allah and His Messenger (peace be upon him), and imitate the Mothers of the Believers and the honorable female companions (may Allah be pleased with them). Read about their lives and stories as young women, as married women, as hardworking women, as good wives, and as those who honored their husbands and took care of themselves.

13. 🌹 Memorize the Quran to the best of your ability and capacity.

_We ask Allah to improve the condition of our Sisters, our Youth, and all Muslims. Ameen Ya Rabb_ 

Follow the True Muslimah channel on WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VafvsrrAjPXSQxuoqz1a

1. Kita ini siapa? Hamba Allah
2. Apa Tugas kita? 
A. Tugas manusia di dunia adalah beribadah kepada Allah dalilnya QS Az-Zariyat : 56

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya'budụn

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.

Ketika kita menyadari hal.tersebut dan melanggarnya berarti kita merencanakan dari tugas kita maka akan allahncabut rasa ketenangan kita. Beribadah dan taat kepada Allah adalah fitrah kita. Ketenangan tidak akan kita dapatkan hanya dengan ketaatan kepada Allah. Jangan cari ketenangan dan kebahagiaan  (semu) dengan bermaksiat kepada Allah. Karena ketika kita taat disana ada ketenangan yang abadi. 

Selain hamba Allah kita adalah manusia (selain mahluk lainnya) yang mana kita diberikan kemampuan untuk berpikir dan memilih, selain itu kita juga wanita yang mana ada syariat khusus untuk wanita dan kemuliaan yang tidak dimiliki laki-laki.  Kita memiliki rahim dalam bahasa Arab yaitu arraham akar katanya sama. Subhanallah Allah titipkan rasa sayang pada setiap wanita 

B. Tugas manusia adalah Khalifah.  

3. Siapakah Allah itu? 
Allah adalah rabb kita, pencipta kita. Allah memiliki banyak sekali nama, Allah adalah tuhan kita. Yang namanya penciptaan khalik adalah yang paling tahu tentang ciptaanNya. Dalilnya 

QS Ya Sin : 81

أَوَلَيْسَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِقَـٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يَخْلُقَ مِثْلَهُم  ۚ  بَلَىٰ وَهُوَ ٱلْخَلَّـٰقُ ٱلْعَلِيمُ

a wa laisallażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa biqādirin 'alā ay yakhluqa miṡlahum, balā wa huwal-khallāqul-'alīm

Dan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur itu)? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui.

🌸Allah adalah Ar-rab= maknanya luas salah satu maknanya Maha Mengatur urusan hamba-Nya. Yang mana itu untuk kebaikan hambanya. 

🌸Allah memiliki nama-nama yang indah. Jangan sampai lupa mengenal Allah dengan mempelajari nama-nama Allah. 

🌸Jika kita terkadang merasa galau atau bingung coba pelajari nama-nama Allah. In syaa Allah akan akan ada ketenangan 
QS Ar-Ra'd : 28

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ  ۗ  أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

🌸 Allah tidak butuh ibadah kita, kenapa? Karena tujuan beribah itu adalah tujuan kita diciptakan (template kita) semua ibadah yang kita lakukan untuk kita sendiri.  Kita yang akan dapat ketenangan. 

🌸 Allah itu Al ghani Maha Kaya tidak butuh kita. Ketika kita melenceng maka ketenangan itu akan hilang. 

🌸 pahami betul bahwa kita adalah hamba, tugas kita adalah menyembah. Maka beribadahlah kepada Allah saja. 

🌸 Allah yang paling tahu kita butuh apa, apa yang bermanfaat dan tidak bermanfaat untuk kita. 

🌸 Nikmat Allah tidak akan bisa dihitung.

QS An-Nahl : 18

وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ  ۗ  إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

wa in ta'uddụ ni'matallāhi lā tuḥṣụhā, innallāha lagafụrur raḥīm

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.

QS Ibrahim : 34

وَءَاتَىٰكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ  ۚ  وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ  ۗ  إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

wa ātākum ming kulli mā sa`altumụh, wa in ta'uddụ ni'matallāhi lā tuḥṣụhā, innal-insāna laẓalụmung kaffār

Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).

🌸Ketika mengira bahwa sesuatu itu ujian. Maka ada nikmat darinya tanpa kita sadari. 

QS Ibrahim : 41

رَبَّنَا ٱغْفِرْ لِى وَلِوٰلِدَىَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ ٱلْحِسَابُ

rabbanagfir lī wa liwālidayya wa lil-mu`minīna yauma yaqụmul-ḥisāb

Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu-bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat)."

Betapa besarnya husnudzan nabi Ibrahim kepada Allah. Kenapa beliau demikian? Karena beliau tahu nikmat apa yang ia terima kepada dirinya. Dari kita menyadari nikmat ini banyak maka jangan berhenti disitu saja di syukur itu. Tetapi hadirkan rasa malu (haya) kepada Allah. Malu kalau kita bermaksiat, membangkang kepada Allah padahal aturan itu untuk kebaikan kita sendiri. Ingat banyak sekali nikmat Allah dari kita lahir hingga saat ini. 

🌸 coba tulis gratitude jurnal,  sangking banyak sekali kitag tidak mampu menulis nikmat Allah yang kita terima. 

🌸 haya, malunya wanita muslimah bukan hanya sekedar kepada lawan jenis, dll tetapi malu yang sesungguhnya adalah kita malu kepada Allah. Ketika kita malu pada manusia sesungguhnya manusia itu fana, tetapi ketika kepada Allah kita sedang beriman (Al hayau minal iman), malu adalah bagian dari iman. Dari malu inilah menghasilkan ketaatan kepada Allah terhindar dari maksiat.  

QS Al-Qasas : 25

فَجَآءَتْهُ إِحْدَىٰهُمَا تَمْشِى عَلَى ٱسْتِحْيَآءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِى يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا  ۚ  فَلَمَّا جَآءَهُۥ وَقَصَّ عَلَيْهِ ٱلْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ  ۖ  نَجَوْتَ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan malu-malu, dia berkata, "Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikanmu memberi minum ternak) kami." Ketika (Musa) mendatangi ayah wanita itu (Syeikh Madyan) dan dia (Syeikh Madyan) menceritakan kepadanya kisah (mengenai dirinya), dia berkata, "Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu."

تَمْشِى عَلَى ٱسْتِحْيَآءٍ
berjalan dengan malu-malu

Wanita ini datang pada Nabi musa dengan ala sihya rasa malu. Bukan alal haya. 

Alhaya- sifat
Istihya- dia mengusahakan rasa malu itu. (Hasil dari haya) 

Wanita madyan ini tahu bahwa dia sebagai wanita memiliki impact atau dampak kepada laki-laki.  Bahwa dia punya pengaruh tapi dia memilih menghiasi dirinya dengan sifat haya. Ketahuilah kita sebagai seorang wanita punya dampak yang sangat besar. Buka dalam keluarga saja tetapi dalam masyarakat juga. Dengan menyadari bahwa pengaruh kita besar terutama kepada laki-laki maka kita harus berani mengambil sikap. Pengaruh kita bisa baik atau buruk. 

💎Ibunda Maryam memiliki pengaruh sangat baik pada Nabi Isa Alaihissalam.

🅾️Istri Abu lahab memiliki pengaruh buruk.

🌸 Kembali pada istihya.  Maka jadilah wanita dengan pengaruh baik. Mengenakan hijab menjadikan kita wanita dengan pengaruh yang baik. Ketahuilah syariat hijab manfaatnya bukan untuk diri kita sendiri tetapi untuk ketahanan keluarga dan masyarakat secara umum. 

🌸 Jika wanita bisa merusak laki-laki maka sesungguhnya yang rusak bukan laki-laki itu saja tetapi keluarganya juga begitu juga dengan keluarga laki-laki itu. Pilih baik-baik pengaruh apa yang ingin kita berkan untuk orang sekitar kita. Salah satu caranya dengan mengingat nikmat allah ketika kita sadar maka kita akan malu untuk bermaksiat kepada Allah 

QS Yusuf : 23

وَرٰوَدَتْهُ ٱلَّتِى هُوَ فِى بَيْتِهَا عَن نَّفْسِهِۦ وَغَلَّقَتِ ٱلْأَبْوٰبَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ  ۚ  قَالَ مَعَاذَ ٱللَّهِ  ۖ  إِنَّهُۥ رَبِّىٓ أَحْسَنَ مَثْوَاىَ  ۖ  إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

wa rāwadat-hullatī huwa fī baitihā 'an nafsihī wa gallaqatil-abwāba wa qālat haita lak, qāla ma'āżallāhi innahụ rabbī aḥsana maṡwāy, innahụ lā yufliḥuẓ-ẓālimụn

Dan perempuan yang dia (Yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya. Dan dia menutup pintu-pintu, lalu berkata, "Marilah mendekat kepadaku." Yusuf berkata, "Aku berlindung kepada Allah, sungguh, tuanku telah memperlakukan aku dengan baik." Sesungguhnya orang yang zalim itu tidak akan beruntung.

QS Yusuf : 24

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِۦ  ۖ  وَهَمَّ بِهَا لَوْلَآ أَن رَّءَا بُرْهَـٰنَ رَبِّهِۦ  ۚ  كَذٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ ٱلسُّوٓءَ وَٱلْفَحْشَآءَ  ۚ  إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُخْلَصِينَ

wa laqad hammat bihī wa hamma bihā, lau lā ar ra`ā bur-hāna rabbih, każālika linaṣrifa 'an-hus-sū`a wal-faḥsyā`, innahụ min 'ibādinal-mukhlaṣīn

Dan sungguh, perempuan itu telah berkehendak kepadanya (Yusuf). Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang terpilih.

🌸 Ketika kita mengingat akan nikmat Allah maka Allah akan ada oenjagaan Allah. Takutlah kepada Allah. Hiasi diri degan rasa malu.

عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ جُنْدُبِ بنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: (اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ) رَوَاهُ التِّرْمِذِي وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ. وَفِي بَعْضِ النُّسَخِ: حَسَنٌ صَحِيْحٌ

Dari Abu Dzarr Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdirrahman Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada; iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, maka kebaikan akan menghapuskan keburukan itu; dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan haditsnya itu hasan dalam sebagian naskah disebutkan bahwa hadits ini hasan shahih) [HR. Tirmidzi, no. 1987 dan Ahmad, 5:153. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan]

Doa Memohon Petunjuk, Ketakwaan, 'Afaf Dan Ghina

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الهُدَى، ی والتقى، والعفاف والغنى

Ya Allah, aku meminta kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, menjauhkan diri dari yang haram, dan hati yang selalu merasa cukup

(HR. Muslim, no. 2721)

Allahu alam.


🌷*𝐌𝐀𝐃𝐑𝐀𝐒𝐀𝐇 𝐌𝐔𝐒𝐋𝐈𝐌𝐀𝐇*🌷 
*SYARAH BAIT-BAIT KHAIRUNNISA'*

 ```Pertemuan 3``` 
______________________
_*Tema*_ : Bait 4 - 6
_*Pemateri:*_
Ustadzah Annisa Nur Hasanah, BA حفظها الله
(Pengajar Ma'had Online TSL)
Rabu, 24 Desember 2025
Pukul 16.00 - Selesai 
Khusus Peserte Terdaftar


Seorang wanita memang sudah seharusnya mengkaji tentang dirinya sendiri bahwa apakah kita sebagai seorang perempuan muslimah sudah menjadi wanita terbaik itu sendiri? Atau justru masih banyak pr untuk mendapatkan gelar wanita terbaik? 

Masyhur dijalankan kita saat ini bahwa wanita terbaik adalah ketika ia menang kontes kecantikan wanita, menang kompetisi wanita tertentu. Jika demikian tentu kita tidak mampu. Namun tidak demikian karen yang bisa menjadi wanita terbaik adalah semua muslimah. Namun untuk mendapatkan hal tersebut tentu ada yang harus dikorbanka. 

Sebelumnya suda disampaikan hadist yang mengandung khairunnisa (sebaik-baik wanita)

(( خَيْرُ نِسَائِكُمُ الْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْمُوَاتِيَةُ الْمُوَاسِيَةُ إِذَا اتَّقَيْنَ

الله))

"Sebaik-baik wanita di antara kalian adalah yang penuh cinta, subur (banyak anak), yang mampu menyesuaikan diri, dan yang suka menghibur (menenangkan suami) jika mereka bertakwa kepada Allah. " HR. Al-Baihaqi.

Apakah sebatas hanya yang ada dalam hadist ini? 
Tentu saja tidak.


Karakter ini tidak bisa maksimal dijalankan kecuali dengan adanya dorongan kuat dalam diri masing-masing. 

Lantas apa motivasi kuat dalam menjalankan Karakter ini?

1. Wanita yang terbaik adalah dia yang melakukan kebaikan dan meninggalkan larangan harus beriringan tidak bisa salah satu saja. Menjaga kehormatan diri, dan memiliki rasa malu yang merupakan fitrah wanita. 

2. Senantiasa menjaga shalat lima waktu dan berusaha mengerjakan ibadah sunnah.

3. Senantiasa membaca Al-Quran dan Senantiasa mengingat rabbnya serta memohon ampunan kepadanya. 

🌷 Bait 4

Betah di Rumah, Loyal, Dan Setia Terhadap Agama
🌸. قد جعلت (وقرن) نصب عينها
Wanita terbaik menjadikan "menetap (di rumah)" sebagai pedoman hidupnya
Fokus pada lafaz وقرن 

1. Ketika dibaca pada harakat وقِرن kasarah bermakna mulialah kalian di rumah-rumah kalian.

2. Ketika dibaca pada harakat وقَرن
Fathah, bermakna menetaplah kalian di rumah-rumah kalian. 

Bukan berarti wanita tak boleh keluar rumah sama sekali, tapi hukum asalnya adalah berada di rumah lebih utama. Di sanalah ladang pahala yang luas terbentang. Di sanalah amal amal besar bisa tumbuh tanpa harus keluar menantang bahaya atau sorotan. 
Apa efek ketika wanita suka keluar
⛔️. Suami tidak betah di rumah.

🌸 أمينة وافية بدينها
Wanita terbaik adalah sosok yang amanah, dan membayar hutangnya
Amanah dan Membayar Hutangnya
Diantara makna amanah:
1. Amanah Dalam Urusan Rumah Tangga
2. Amanah dalam Urusan Ranjang
Bahaya seseorang yang enggan melunasi hutang.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمْ قُضِيَ مِنْ حَسَنَانِهِ لَيْسَ ثُمَّ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمْ)

"Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham."

(HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

🌷Bait 5
Safar bersama Mahram
🌸تَجْتَنِبُ الْأَسْفَارَ دُونَ تَحْرَمْ
Dialah wanita yang menjauhi safar tanpa mahram, karena menurut syariat kami hal itu adalah hal yang dilarang.

Tidak semua bepergian itu safar. Tetapi ada batasnya minimal 84KM menurut ulama.

Dalil yang menunjukkan bahwa safar tanpa mahram adalah di haramkan

Safar Tanpa Mahram

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

🌸لا تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ

[Seorang wanita tidak boleh melakukan safar kecuali bersama mahramnya]

(HR. Bukhari no. 1862, Muslim no. 1341)
لا disini bermakna tidak dihalalkan

Ketika kita ingin jadi wanita terbaik maka kita harus siap dengan konsekuensinya. 


🌷Bait 6
Menjaga Diri dan Tidak Berkhalwat

🌸 ما صافحت الأجنبي منها
Wanita terbaik tidak berjabat tangan dengan lelaki non mahram.
Dengan kata lain menjaga dirinya. 

🌸 ولا اختلت بأجنبي عنها
Wanita terbaik tidak berkhalwat (berdua-duaan) dengan lelaki non mahram.

Ancaman Menyentuh Lawan Jenis yang Bukan Mahram

Rasulullah صلى الله عليه وسلم Bersabda:

لأنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لَا تَحِلُّ لَهُ

"Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya."

(HR. Thobroni dalam Mu'jam Al Kabir 20: 211. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

🌷 Bait 7 

Wanita Terbaik Apabila Berbicara (dengan laki-laki) karena ada keperluan,

🌸إن نطقت لحاجة لم تخضع
Tidak melemah lembutkan suaranya dan

🌸في قولها وصوتها لم ترفع 
Tidak juga meninggikan suaranya

Dalilnya: 
فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا

"Maka janganlah kamu tunduk (mendayu-dayu) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik" 
(QS Al-Ahzab: 32)


🌷 Bait 8
Menjaga kehormatan/kemaluan 

🌸حافظة لفرجها وللبصر 🌸 أجمل وصفها الحياء والخفر

Wanita Terbaik senantiasa menjaga kehormatan dan pandangan, sifat terindahnya adalah rasa malu dan memiliki kesopanan

Dalilnya
وقُل لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَرِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ

"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya."
(QS. An-Nûr 30)

Semoga kita termasuk muslimah yang menjaga pandangan. Bukan ketika datang kajian hanya karena Ustadz pemateri tampan. 

💎Allahu alam💎
__________________________
> Instagram.com/mahadtsl
> Instagram.com/tslformuslimah
> Instagram.com/tarbiyahsunnahlearning
__________________________
Semoga Allah mudahkan
Baarakallahu fiikunna
_Allah yang telah mengatur dan menetapkan segalanya. Maka tenanglah, sebab hidupmu berada dalam ketetapan Dia yang Maha Mengetahui._

_Serahkanlah seluruh urusanmu kepada Dzat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Karena apa pun yang Dia tetapkan untukmu, yakinlah, itulah yang terbaik._

*Dan renungkanlah ini :*
_jika kamu bisa percaya kepada seorang pilot yang tak kamu kenal untuk menerbangkanmu sampai tujuan,_

_jika kamu bisa tenang di atas kapal yang dinahkodai seseorang yang namanya saja mungkin tak pernah kamu ingat,_

_dan jika kamu bisa duduk tanpa cemas di kereta yang melaju di bawah kendali seorang masinis yang tak pernah kamu temui,_

_maka seharusnya kamu jauh lebih tenang menjalani hidup yang telah Allah tetapkan. Sebab Dia-lah yang Maha Tahu atas segalanya._

– *©® : Kata Islami*
Halaman 39

23.06.25

Beriman kepada para Rasul
#Apakah Allah mengutus kepada setiap ummat seorang Rasul? Dan apa dalilmu atas pernyataanmu?

Iya, Allah mengutus kepada setiap ummay seorang Rasul. Dalilnya

QS An-Nahl : 36

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا ٱلطَّـٰغُوتَ  ۖ  ...
Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang Rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), "Sembahlah Allah, dan jauhilah Tagut", ...

# kenapa Allah mengutus kepada setiap ummat seorang Rasul?
Allah mengutus seorang Rasul kepada setiap ummat untuk mengajarkan kepada ummatnya agar menyembah Allah saja. Dan untuk mencegah mereka dari berbuat kesyirikandan kekufuran dalilnya 
QS An-Nahl : 36

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا ٱلطَّـٰغُوتَ  ۖ  ...
Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang Rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), "Sembahlah Allah, dan jauhilah Tagut", ...

# apa itu iman kepada rasul? 
Mempercayai risalah mereka dan mengakui kenabian mereka. Mempercayai apa yang mereka kabarkan tentang Allah dan Mempercayai bahwa mereka sudah menyampaikan risalah mereka dan mengamalkan apa yang mereka perintahkan. Serta meninggalkan apa yang mereka larang. 

Kita mempercayai seluruh rasul-rasul yang ada, akan tetapi apa yang diamalkan atau syaratnya tergantung dengan syariat yang dibawak oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam. Apabila syariat tersebut dihapus oleh agama islam, maka Kita tidak boleh mengamalkan syariat tersebut. 

# Apa perbedaan Nabi dan rasul?
Perbedaan Nabi dan rasul yaitu
Nabi secara bahasa berasal dari kata an-naba: Kabar atau berita
Secara istilah; Nabi adalah orang yang diberikan wahyu oleh Allah 

Rasul
Bahasa: Al irsal:pengutusan seseorang untk suatu tujuan
Istilah: orang yang diutus oleh Allah dengan membawa risalah tertentu dan diperintahkan untuk menyampaikannya kepada manusia dan manusia wajib mengikutinya. 

■ Apa perbedaan Nabi dan rasul?
Perbedaan antara Nabi dan rasul 
Rasul diwahyukan kepadanya sebuah syariat baru diutus kepada kaum kuffar yang rusak. Yang mana ia mendakwahkan kepada tauhid dan menjauhi kesyirikan.

■Nabi diwahyukan dengan syariat namun dia tidak diperintahkan untuk menyampaikannya. Biasa diutus kepada kaum yang telah ada rasulnya namun rasulnya sudah wafat (syariat rasul yang sudah ada). 

■Semua rasul adalah Nabi tetapi tidak semua nabi adalah rasul. 
■ Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah penutup para Rasul. 

Tambahan 
Perbedaan Nabi dan rasul ( ada yang sedikit berbeda)
Dikitab lain dikatakan bahwa Nabi dan rasul sama-sama ditugaskan menyampaikan syariat akan tetapi rasul, membawa syariat yang baru sedangkan Nabi menjalankan dan mendakwahkan dari rasul sebelum.  Contoh Nabi Musa dan Nabi harun. Nabi Harun meneruskan dakwah nabi Musa, tidak membawa syariat baru. 

Halaman 40
#Berapa jumlah dari Nabi dan rasul?
Nabi dan rasul jumlahnya sangat banyak, tidak ada yang tahu secara pasti jumlahnya kecuali Allah.  Kenapa penulis mengatakan hal tersebut? Karena dia membawa dalil atau landasan. 

Dalilnya

QS Ghafir : 78

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّن قَبْلِكَ مِنْهُم مَّن قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُم مَّن لَّمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ  ۗ  وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَن يَأْتِىَ بِـَٔايَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ  ۚ  فَإِذَا جَآءَ أَمْرُ ٱللَّهِ قُضِىَ بِٱلْحَقِّ وَخَسِرَ هُنَالِكَ ٱلْمُبْطِلُونَ

Dan sungguh, Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad), di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antaranya ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak ada seorang rasul membawa suatu mukjizat kecuali seizin Allah. Maka apabila telah datang perintah Allah, (untuk semua perkara) diputuskan dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil.

Syaikh Abdul Azziz bin Abdilla bin Baz Rahimahullahu berkata yang artinya tidak pasti jumlah rasul dan Nabi dari hadist yang shahih. Ada riwayat yang menyatakan 311-320 dan jumlah Nabi 214.000 namun hadisnya tidak shahih. 

Muslim.or.id

Jumlah Para Nabi dan Rasul
Yulian Purnama, S.Kom. oleh Yulian Purnama, S.Kom. 15 Agustus 2020
Jumlah Nabi dan Rasul
Daftar Isi
Perbedaan Nabi dan Rasul
Jumlah Para Nabi dan Rasul
Berapa jumlah Nabi dan Rasul? Mungkin pertanyaan itu pernah terlintas dipikiran kita. Untuk menjawabnya, simak artikel berikut ini.

Iman kepada para Nabi dan Rasul merupakan salah satu landasan keimanan. Oleh karena itu Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

“Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri”” (QS. Al Imran: 84).

Orang yang tidak mengimani para Nabi dan Rasul, maka ia tersesat sangat jauh dari jalan yang lurus. Allah Ta’ala berfirman:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya” (QS. An Nisa: 136).

Perbedaan Nabi dan Rasul
Nabi berasal dari kata an naba’ (النبأ) yang artinya: kabar. Secara istilah, Nabi artinya orang yang diberi wahyu oleh Allah. Sebagaimana kata an naba’ ini digunakan oleh Nabi untuk menyebutkan wahyu dari Allah, disebutkan dalam Al Qur’an :

فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنْبَأَكَ هَذَا قَالَ نَبَّأَنِيَ الْعَلِيمُ

“Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: “Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab: “Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”” (QS. At Tahrim: 3).

Sedangkan Rasul berasal dari kata al irsal (الإرسال) yang artinya pengutusan seseorang untuk suatu tujuan. Secara istilah, Rasul adalah orang yang diutus oleh Allah dengan membawa risalah (pesan) tertentu, dan diperintahkan untuk menyampaikannya kepada manusia dan manusia diperintahkan untuk mengikuti dia.

Sebagian ulama berpendapat bahwa istilah Nabi dan Rasul tidak ada bedanya, namun ini adalah pendapat yang lemah. Karena banyak dalil dan fakta yang menunjukkan bahwa ada perbedaan antara Nabi dan Rasul. Dan setiap Rasul adalah Nabi, namun tidak setiap Nabi itu Rasul.

Sebagian ulama juga berpendapat bahwa perbedaan antara Nabi dan Rasul adalah bahwa Nabi diberi wahyu namun tidak diperintahkan untuk menyampaikannya. Sedangkan Rasul diperintahkan untuk menyampaikannya. Ini juga pendapat yang kurang tepat, karena beberapa poin:

Pertama, dalam surat Al Hajj ayat 52, Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ

“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi…”

Di sini Allah menggandengkan pengutusan Rasul dan Nabi dalam masalah al irsal. Menunjukkan bahwa Nabi juga diperintahkan untuk menyampaikan.

Kedua: tidak menyampaikan wahyu merupakan bentuk menyembunyikan ilmu. Allah tidak menurunkan wahyu kecuali agar menjadi petunjuk bagi manusia, bukan untuk disembunyikan.

Ketiga: disebutkan dalam hadits yang shahih bahwa ada Nabi yang memiliki satu pengikut, ada yang memiliki dua pengikut, ada yang memiliki belasan pengikut dan ada yang tidak memiliki pengikut. Ini menunjukkan mereka menyampaikan wahyu kepada kaumnya, sehingga terlihat ada perbedaan jumlah pengikut. Andai mereka tidak menyampaikan, tentunya keumuman mereka tidak punya pengikut.

Maka Nabi dan Rasul keduanya diberi wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikan dan berdakwah kepada kaumnya.

Oleh karena itu, perbedaan antara Nabi dan Rasul yang tepat adalah bahwa Rasul diutus oleh Allah dengan membawa syari’at yang baru, sedangkan Nabi diutus oleh Allah namun tidak membawa syari’at yang baru melainkan menjalan dan mendakwah syariat yang dibawa Rasul sebelumnya (Diringkas dari Al Madkhal ila Dirasatil Aqidah Al Islamiyah, karya Syaikh Umar Sulaiman Al Asyqar, hal 92-64).

Baca juga: Tingkatan Keutamaan para Nabi dan Rasul

Jumlah Para Nabi dan Rasul
Terdapat beberapa hadits yang menyebutkan jumlah Nabi dan Rasul. Dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, ia berkata:

قلتُ : يا رسولَ اللهِ ! أيُّ الأنبياءِ كان أولُ ؟ ! قال : آدمُ، قلتُ : يا رسولَ اللهِ ! ونبيٌّ كان ؟ ! قال : نعم نبيٌّ مُكلَّمٌ، قلتُ : يا رسولَ اللهِ : كم المرسلونَ ؟ ! قال : ثلاثُ مئةٍ وبضعةَ عشرَ ؛ جمًّا غفيرًا

“Aku bertanya: wahai Rasulullah, siapa Nabi pertama? Rasulullah menjawab: Adam. Aku bertanya: wahai Rasulullah, apakah beliau (Adam) seorang Nabi? Rasulullah menjawab: benar, ia seorang Nabi yang diajak bicara oleh Allah. Aku bertanya: wahai Rasulullah, ada berapa jumlah para Rasul? Rasulullah menjawab: 300 sekian belas, mereka sangat banyak” (HR. Ahmad no.21586, Al Hakim [2/652], Al Baihaqi no.18166. Dishahihkan Ahmad Syakir dalam Umdatut Tafsir [1/309] dan Al Albani dalam Takhrij Al Misykah no.5669. Dan sebagian ulama mendhaifkan hadits ini).

Dalam riwayat lain dari Abu Dzar juga:

قلت : يَا رَسُولَ اللَّهِ كَمِ الْأَنْبِيَاءُ ؟ قَالَ: ( مِائَةُ أَلْفٍ وَعِشْرُونَ أَلْفًا)، قُلْتُ :يَا رَسُولَ اللَّهِ كَمِ الرُّسُلُ مِنْ ذَلِكَ؟ قَالَ : (ثَلَاثُ مِائَةٍ وَثَلَاثَةَ عَشَرَ جَمًّا غَفِيرًا)

“Aku berkata: wahai Rasulullah, ada berapa jumlah Nabi? Rasulullah menjawab: Nabi ada 120.000 orang. Aku berkata: wahai Rasulullah, ada berapa jumlah Rasul? Rasulullah menjawab: Rasul ada 313 orang, mereka sangat banyak” (HR. Ibnu Hibban no.361, didhaifkan Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Tahqiq Shahih Ibnu Hibban [2/79]).

Sumber: https://muslim.or.id/57979-jumlah-para-nabi-dan-rasul.html
Copyright © 2025 muslim.or.id

 Namun ada kedhaifan dalam hadist ini. Akan tetapi jumlah Nabi banyak sekali dan rasul lebih sedikit daripada nabi. 
Kelas 12 Mei 2025

Apa saja buah dari beriman kepada Malaikat. Ada banyak yang diantaranya
1. Kita mengetahui keagungan Allah ta'ala. (Ternyata ada Malaikat mennyampaikan wahyu, penjaga neraka, menanyadi di alam kubur, meniup sang kekalahan, mengatur hujan dan lain-lain) 
Dan tentang kekuasaan Allah serta penguasaannya. 
Allah sangat berkuasa. Yang pengaturannya besar dan agung sangat teliti.  

Allah sangat sempurna kekuasaan, pengaturan, tidak ada yang Allah atur tanpa memiliki hikmah. Semua yang Allah ciptakan memiliki sebab dan akibat. Semuanya sempurna, takdir Kita apapun itu, itu sempurna dan tugas kita menerimanya.

2. Bersyukur kepada Allah atas perhatiannya kepada anak cucu Adam. (Malaikat mengatur hujan, sehingga kena tumbuhan dan untuk manusia)

3. Mejadi cinta kepada Malaikat Karena mereka mencintai amal shalih. Kita jadi mendoakan manusia yang berimab karena kita tahu bahwa ada Malaikat yang mencatat amal kita. 

Bagian ke 3 dari rukun-rukun iman

Berman kepada kitab-kitab Allah 

Apa itu iman kepada kitab-kitab Allah?
Iman kepada kitab-kitab Allah adalah mengimani bahwa turunnya kitab-kitab benar-benar dari sisi allah kepada rasulNya. Dan membenarkan berita-berita yang benar seperti berta mengenai Al Qur'an. Dan berita-berita lain yang tidak diganti atau diubah dari kitab-kitab terdahulu. Mengamalkan hukum-hukumnya yang tidak dihapus dari kitab-kitab terdahulu. 

Definisi kitab secara bahasa: 
Berasal dari bahasa Arab كتب artinya mengumpulkan 
Istilah
Alkitab adalahkita atau suhub lembaran-lembaran yang mengumpulkan firman Allah yang diturunkan kepada rasulu2nya baik melalui perantara Malaikat jibril atau yang Allah tuliskan langsung dalam lembaran(taurat) 
QS Al-A'raf : 145

وَكَتَبْنَا لَهُۥ فِى ٱلْأَلْوَاحِ مِن كُلِّ شَىْءٍ مَّوْعِظَةً وَتَفْصِيلًا لِّكُلِّ شَىْءٍ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ وَأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوا بِأَحْسَنِهَا  ۚ  سَأُورِيكُمْ دَارَ ٱلْفَـٰسِقِينَ

Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada lauh-lauh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan untuk segala hal; maka (Kami berfirman), "Berpegang teguhlah kepadanya dan suruhlah kaummu berpegang kepadanya dengan sebaik-baiknya, Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang fasik."

Penjelasan 
لَهُ maksudnya disini adalah kepada Nabi Musa alaihi salam di kitab taurat.
 Isinya adalah berpeganglah kepada firman-firman Allah (perintah Allah).
Allah jelaskan dengan sejelas-jelasnya dengan kata بْنَا (abna) menjadi dalil bahwa kitab itu ada dan Allah tuliskan langsung dalam lembaran-lembaran. Dan dalam hadits yang shahih riwayat Bukhari dan Muslim. 

Sabda Nabi Shallallahu ‘laihi wa sallam mengenai perdebatan keduanya:

اِحْتَجَّ آدَمُ وَمُوْسَى، فَقَالَ لَهُ مُوْسَى: أَنْتَ آدَمُ الَّذِيْ أَخْرَجَتْكَ خَطِيْئَتُكَ مِنَ الْجَنَّةِ؟ فَقَالَ لَهُ آدَمُ : أَنْتَ مُوْسَى الَّذِي اصْطَفَاكَ اللهُ بِرِسَالَتِهِ وَبِكَلاَمِهِ، ثُمَّ تَلُوْمُنِيْ عَلىَ أَمْرٍ قَدْ قُدِّرَ عَلَيَّ قَبْلَ أَنْ أُخْلَقَ؟ فَحَجَّ آدَمُ مُوْسَى.
“Nabi Adam dan Nabi Musa Alaihissalam berbantah-bantahan. Nabi Musa berkata kepadanya, ‘Engkau Adam yang kesalahanmu telah mengeluarkanmu dari Surga?’ Nabi Adam menjawab kepadanya, ‘Engkau Musa yang dipilih oleh Allah dengan risalah-Nya dan berbicara secara langsung dengan-Nya, kemudian engkau mencelaku atas suatu perkara yang telah ditakdirkan atasku sebelum aku diciptakan?’ Maka, Nabi Adam dapat mem-bantah Nabi Musa.”
. HR. Muslim, kitab al-Qadr, (VIII/50, no. 2652).
Referensi : https://almanhaj.or.id/2533-kapan-dibolehkan-berdalih-dengan-qadar.html

Penyebutan al-kitab adalah umum bukan hanya Alqur'an saja..namun untuk kitab-kitab samawiyyah (zabur, taurat, suhuf Ibrahim, injil)
 Nama al-kitab Allah sebutkan dalam Alqur'an ada 4 di surat 
1. QS An-Nisa' : 136

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا ءَامِنُوا بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَـٰبِ ٱلَّذِى نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلْكِتَـٰبِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِن قَبْلُ  ۚ  وَمَن يَكْفُرْ بِٱللَّهِ وَمَلَـٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَـٰلًا بَعِيدًا

Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barang siapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.

2. Al kutubu jamak dari al-kitab 

 QS Al-Bayyinah : 3

فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ

di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus (benar).

3. Assuhuf
QS Al-A'la : 19

صُحُفِ إِبْرٰهِيمَ وَمُوسَىٰ

(yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa.

4. Azzubur
QS Asy-Syu'ara' : 196

وَإِنَّهُۥ لَفِى زُبُرِ ٱلْأَوَّلِينَ
Dan sungguh, (Al-Qur'an) itu (disebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu.

# Kitab-kitab apa saja yang Allah turunkan kepada rasulnya?

Diantara kitab-kitab yang Allah turunkan kepada rasulnya 
1. At-Taurah diturunkan kepada Musa Alaihissalam 
2. Az-Zubur diturunkan kepada Daud Alaihissalam 
3. Al-Injil diturunkan kepada Isa Alaihissalam 
4. Al-Qur'anul Karim diturunkan kepada Muhammad shallallahu alaihi wasallam
 Kemudian juga ada Suhuf Ibrahim 

Cakupan dari Beriman kepada kitab-kitab Allah adalah 
1. Mengimani bahwa turunnya kitab-kitab adalah benar dari sisi Allah kepada rasul-rasul-Nya . 

2. Mengimani kitab-kitab tersebut yang kita ketahui namanya atau yang yang tidak kita ketahui namanya bahwa berasa dari sisi allah berdasarkan dalil yang valid. 

3. Membenarkan berita-berita yang benar di dalam kitab- kitab terdahulu seperti mengenai Alqur'an dan berita-berita lain yang tidak diganti dari kitab-kitab terdahulu sebelum Al-Qur'an.

4. Mengamalkan hukum-hukumnya yang tidak dihapus dari kitab-kitab terdahulu serta rida da tunduk menerimanya. Baik kita mengetahui hikmahnya maupun tidak dari kitab-kitab terdahulu maupun sebelum Alqur'an.

Kenapa kitab-kitab terdahulu tetap kita imani? Karena itu datang dari Allah. Berita-berita dari Alqur'an, berita-berita lain yang tidak diubah-ubah.
Ketika Alqur'an turun hukum-hukum yang terdapat di dalam kitab-kitab terdahulu ketika dikatakan dihapus, maka kita mengimani bahwa ia dihapus. 
Dalilnya: 
QS Al-Ma'idah : 48

وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَـٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلْكِتَـٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ  ۖ  فَٱحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ  ۖ  وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ ٱلْحَقِّ  ۚ  لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا  ۚ  وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وٰحِدَةً وَلَـٰكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ  ۖ  فَٱسْتَبِقُوا ٱلْخَيْرٰتِ  ۚ  إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan.

Kita mengamalkan apa yang Alqur'an ajarkan bukan kitab terdahulu.

Dalil bawa Rasul-rasul lainnya juga memiliki kitab adalah 
QS Al-Hadid : 25

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِٱلْبَيِّنَـٰتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْمِيزَانَ لِيَقُومَ ٱلنَّاسُ بِٱلْقِسْطِ  ۖ  

Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka Kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil...

Kita meyakini bahwa Alqur'an turun sebagai penyempurna dan penghapus hukum-hukum terdahulu.
Halaman 33 05 Mei 2025
Bagian ke 2: 

Beriman kepada Malaikat 
● Apa yang dimaksud dengan Beriman kepada Malaikat?
Beriman kepada Malaikat adalah beriman dengan wujud mereka, dengan nama-nama mereka, dengan sifat-sifat mereka, dengan tugas-tugas mereka. Yang mana itu telah tertulis di dalam kitab Allah atau hadist Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang shahih. Dan juga mereka adalah hamba-hamba Allah yang diciptakan dari cahaya. 


● Iman Itu sendiri adalah kita meyakini dengan hati mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan.

Bagaimana kita mengamalkan dengan anggota badan untuk beriman kepada Malaikat? Kan kita tidak boleh menyembah Malaikat!

1. Kita mengimani wujud-wujud mereka, apa yang dikisahkan di dalam al-qur'an dan hadist shahih (karena ada hadir lemah dan palsu).


Perihal wujud malaikat salah satu dalilnya adalah ketika malaikat Jibril alaihi salam datang dengan wujud manusia 
(Pernah di bahas terkait malaikat jibril yang bertanya tentang Islam, iman dan ihsan)

(wujud salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bernama Dihya Alkalbi Radhiyallahu anhu) (perihal ini
Salman radhiyallahu ‘anhu berkata,

وَأُنْبِئْتُ أَنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ، أَتَى نَبِيَّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعِنْدَهُ أُمُّ سَلَمَةَ، قَالَ: فَجَعَلَ يَتَحَدَّثُ، ثُمَّ قَامَ فَقَالَ نَبِيُّ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأُمِّ سَلَمَةَ: «مَنْ هَذَا؟» أَوْ كَمَا قَالَ: قَالَتْ: هَذَا دِحْيَةُ

“Saya pernah diberitahu bahwasanya Jibril ‘alaihis salam datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yang pada saat itu Ummu Salamah ada di samping beliau. Setelah itu beliau mulai berbicara, lalu berdiri, dan akhirnya bertanya kepada Ummu Salamah, ‘Siapakah ini?’ (atau sebagaimana yang beliau katakan kepadanya). Ummu Salamah menjawab, ‘Ini Dihyah Al-Kalbi.:” (HR. Muslim no. 2451)
muslim.or.id)


Lalu bagaimana kita tahu hadis itu shahih, lemah atau palsu? Maka kita merujuk pada ulama, karena mereka telah mengklasifikasikannya. 

Kenapa kita perlu mengetahui status dalil beripa hadist itu hasan, shahih atau maudu? Agar kita terhindar dari kerabat (cerita khayalan yang tidak memiliki landasan)

2. Sifat fisik maupun sifat akhlak 

Malaikat jibril memiliki akhlak 
a. Malu
Dari Utsman [ibnu Affan] dan ‘Aisyah, keduanya menceritakan,

أن أبا بكر استأذن على رسول الله صلى الله عليه وسلم – وهو مضطجعٌ على فراش عائشة، لابساً مرط عائشة- فأذن لأبي بكر وهو كذلك، فقضى إليه حاجته، ثم انصرف. ثم استأذن عمر رضي الله عنه، فأذن له وهو كذلك، فقضى إليه حاجته، ثم انصرف. قال عثمان: ثم استأذنت عليه، فجلس. وقال لعائشة: “اجمعي إليك ثيابك”. فقضيت إليه حاجتي ثم انصرفتُ.قال: فقالت عائشة: يا رسول الله! لم أرك فزعت لأبي بكر وعمر رضي الله عنهما كما فزعت لعثمان؟ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “إن عثمان رجل حيي، وإني خشيت أن أذنتُ له- وأنا على تلك الحال- أن لا يبلغ إليّ في حاجته

“Suatu ketika Abu Bakar meminta izin untuk menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam – ketika itu beliau sedang berbaring di tempat tidur Aisyah sambil memakai kain panjang istrinya-. Beliau lalu mengizinkan Abu Bakar dan beliau tetap dalam keadaan semula. Abu Bakar lalu mengutarakan keperluannya lalu pergi. Setelah itu datanglah Umar ibnul Khaththab radliallahu ‘anhu meminta izin dan beliau mengizinkannya masuk sedang beliau masih dalam kondisi semula. Umar lalu mengutarakan keperluannya lalu setelah itu ia pun pergi.

Utsman [ibnu Affan] berkata, “Lalu saya meminta izin, beliau lalu duduk”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata pada Aisyah, “Tutupkanlah bajumu padaku”. Lalu kuutarakan keperluanku lalu saya pun pergi.

Aisyah lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, tindakanmu terhadap Abu Bakar dan ‘Umar radliallahu ‘anhuma kok tidak seperti tindakanmu pada Utsman [?]” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu menjawab, “Sesungguhnya Utsman adalah seorang pria pemalu dan saya khawatir jika dia kuizinkan dan saya dalam keadaan demikian, dia lalu tidak mengutarakan keperluannya.”

(Shahih)-Ash Shahihah (1687): [Muslim: 44-Kitab Fadhoil Ash Shohabah, hal. 26-27]

Beliau shallallahu ’alaihi wa sallam juga mengatakan tentang Utsman,

أَلاَ أَسْتَحِى مِنْ رَجُلٍ تَسْتَحِى مِنْهُ الْمَلاَئِكَةُ

”Apakah aku tidak malu pada seseorang yang para Malaikat saja malu kepadanya.” (HR. Muslim, no.6362)

b. Malaikat tidak masuk rumah yang didalaminya terdapat anjing dan gambar 
Dalam sebuah hadits shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau besabda.

لاَ تَدْ خُلُ المَلاَئِكَةُ بَيْتًا فِيْهِ كَلْبٌ وَلاَ صُوْرَةٌ

“Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan lukisan
Hadits Riwayat Al-Bukhari, bab Bad’ul Khalq 3225, Muslim bab Al-Libas 2106
Alminhaj.or.id 

c. Malaikat tidak suka dengan bau 
Telah diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda.

مَنْ أَكَلَ ثُومًا أَوْ بَصَلًا فَلْيَعْتَزِلْنَا أَوْ لِيَعْتَزِلْ مَسْجِدَنَا وَلْيَقْعُدْ فِي بَيْتِهِ

“Barangsiapa makan bawang putih atau bawang merah, maka janganlah ia mendekati masjid kami dan hendaklah ia shalat di rumahnya” [Al-Bukhari, kitab Al-Adzan 855, Muslim, kitab Al-Masajid 73, 564] alminhaj.or.id 

d. Malaikat berbicara
Dalilnya
QS Al-Baqarah : 30

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةً  ۖ  قَالُوٓا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ  ۖ  قَالَ إِنِّىٓ أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

e. Malaikat dapat mati
f. Malaikat tidak makan dan minum
Karena mereka tidak memiliki nafsu
g. Malaikat memiliki mata, telinga dan pundak bagaimana bentuknya? Kitab tidak tahu wallahu alam. Malaikat memiliki jantung dalilnya
firman Allah ﷻ,
وَلَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ عِنْدَهُ إِلَّا لِمَنْ أَذِنَ لَهُ حَتَّى إِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ قَالُوا الْحَقَّ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

“Dan syafaat (pertolongan) di sisi-Nya hanya berguna bagi orang yang telah diizinkan-Nya (memperoleh syafaat itu). Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati (jantung) mereka, mereka berkata, ‘Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?’ Mereka menjawab, ‘(Perkataan) yang benar’, dan Dialah Yang Maha Tinggi, Maha Besar.” (QS. Saba’: 23) https://bekalislam.firanda.net/4811-sifat-sifat-malaikat-iman-kepada-malaikat-3.html

Allahu alam

Pelajaran ketiga: Iman (hal32) 
Tanggal: 28 April 23

#Berapa jumlah rukun iman? Apa dalilnya?
Rukun iman ada enam, yaitu:
1. Beriman kepada Allah 
2. Beriman kepada Malaikat 
3. Beriman kepada Kitab-kitab Allah 
4. Beriman kepada Rasul-rasul
5. Beriman kepada hari akhir 
6. Berman kepada terhadap takdir baik maupun buruk.

Dalilnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: 
«أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ»

Beliau bersabda: “Bahwa kamu beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, dan hari akhir dan bahwa kamu beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk.”
HR. MUSLIM & TIRMIDZI 

#Apa itu iman kepada Allah? 
Beriman kepada Allah adalah: kepercayaan kepada keberadaan-Nya, beriman kepada Rububiyyah, Uluhiyyah dan Asma wa sifatNya. 

#Apa manfaat beriman kepada Allah?

Manfaat beriman kepada Allah ada banyak dan agung, beberapa diantaranya adalah;
1. Allah itu menolong, melindungi, membela orang-orang yang Berman kepadanya dari segala bentuk keburukan, menyelamatkan orang-orang yang beriman itu dari kesulitan maupun kesukaran yang ia hadapi, Allah juga menjaga orang-orang yang beriman dari tipu tipu para musih/dari diperbodoh oleh musuh-musuhnya. Dalilnya 
QS Al-Hajj : 38

۞ إِنَّ ٱللَّهَ يُدٰفِعُ عَنِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا  ۗ  إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ خَوَّانٍ كَفُورٍ

Sesungguhnya Allah membela orang yang beriman. Sungguh, Allah tidak menyukai setiap orang yang berkhianat dan kufur nikmat.

2. Dengan beriman kepada Allah ia menjadi sebab utama bahagianya kita, ada kehidupan yang baik, kesenangan du akhirat dalilnya 
QS An-Nahl : 97

مَنْ عَمِلَ صَـٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً  ۖ  وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

3. Degan beriman Allah mensucikan jiwa dari kurafat(= tahayul/berita yang didalamnya ada kedustaan/berita tidak benar) Kita bisa menarik kesimpulan bahwa kurafat ini bisa membuat hati kita kotor. Siapa yang beriman kepada Allah dengan iman yag benar/haqqan maka sesungguhnya Allah akan memberikan Dia hidayah, kekuatan, keinginan, azam yang kuat untuk hanya melakukan perintah Allah saja. 

Jadi ketika kita beriman kepada Allah, lalu kita melakukan pelanggaran, berarti kota sedang lemah imannya. Karena jika kita beriman dengan iman yang benar maka Allah akan jaga orang tersebut untuk melakukan perintahNya. Orang yang beriman akan diberikan.  

4. Orang yag Berman kepada Allah akan Allah berikan huda>petunjuk, fauz> keberuntungan, falah> kemenangan. Allah Ta'ala berfirman 
QS Al-Baqarah : 5

أُولَـٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ  ۖ  وَأُولَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

ulā`ika 'alā hudam mir rabbihim wa ulā`ika humul-mufliḥụn

Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

5. Orang yang beriman kepada Allah mendapatkan balasan dari Allah. Balasan Allah adalah Allah masukkan kedalam surga (sumber kitab at-tauhid hal. 54)
Aqidah 10.02.25
Pelajaran ke 3 Rukun Iman
Mukadimah 
Ustadzah Zahratul Aini Hafizahallah mengatakan adab didalam majelis ilmu sangat mempengaruhi keberkahan ilmu dari seorang penuntut ilmu.

Salah satu indikator bahwa ilmu itu berkah adalah bahwa ilmu itu bisa kita amalkan. Namun jangan kita ukur Orang lain, ukurlah diri kita sendiri. Tanyakan pada diri sudahkah ilmu yang kita dapatkan di kelas aqidah mendapatkan keberkahan dari waktu yang sengaja saya luangkan, sengaja saya kosongkan, ataukah saya hanya membunuh waktu/ sekedar yang penting masuk? Yang tahu adalah Allah serta diri kita sendiri. Takarlah diri kita sendiri. Kenapa kita boleh melakukan gal tersebut? Karena itu adalah tugas Allah ta'ala sebagai Tuhan, kita hanya hamba. 

Adab di dalam majelis ilmu sangat berpengaruh bagi seorang penuntut ilmu terhadap keberkahan Ilmu.

Imam Al-Khatib al-Baghdadi rahimahullah mengatakan, "Ilmu tanpa adab adalah bencana bagi pemiliknya."

Ibnu Jama'ah dalam kitabnya Tadzkiratus Sami' wal Mutakallim, "Salah satu di antara sebab seseorang memperoleh ilmu yang bermanfaat adalah adab yang tinggi terhadap gurunya. Barangsiapa yang kurang adab maka ia akan terhalang dari ilmu dan keberkahannya."

Kenapa kita mengutip perkataan para Ulama? Karena mereka ini telah wafat tetapi keberkahan ilmu mereka masih sampai kepada kita. Kita mencontoh bagaimana para ulama ini belajar hingga ilmunya diberkahi, Allah pertahankan ilmu di diri mereka hingga mereka wafatpun masih bermanfaat untuk kita.

Pesan Ustadzah hafizahallah bahwa ketika kita akan menghadiri majelis ilmu bersikaplah seolah-olah kita akan. Bertemu idola kita. Berpakaian indah, rapi suda berwudhu. 

Pelajaran ketiga: Iman (hal31)
10 Februari 2025

🌸Beriman kepada Allah.  

#Apa itu iman? 
Iman secara bahasa: attasdiqu= membenarkan, mempercayai
Iman secara Istilah syar'i: (dari kitab syarah ushul atsalasah karya syaikh Muhammad bin Salim alutsaimin) meyakini dengan hati dan diucapkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan.  

Percaya saja tidak sama dengan iman. Karena iman harus memuat tiga komponen yaitu meyakini dengan hati dan diucapkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan.

Contoh 
📝Meyakini dengan hati: meyakini Allah rabbul alamin. 
Dalilnya: 
●
QS Al-Fatihah : 2

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
●QS Al-An'am : 164

قُلْ أَغَيْرَ ٱللَّهِ أَبْغِى رَبًّا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَىْءٍ  ۚ  وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلَّا عَلَيْهَا  ۚ  وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ  ۚ  ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

qul a gairallāhi abgī rabbaw wa huwa rabbu kulli syaī`, wa lā taksibu kullu nafsin illā 'alaihā, wa lā taziru wāziratuw wizra ukhrā, ṡumma ilā rabbikum marji'ukum fa yunabbi`ukum bimā kuntum fīhi takhtalifụn

Katakanlah (Muhammad), "Apakah (patut) aku mencari tuhan selain Allah, padahal Dialah Tuhan bagi segala sesuatu. Setiap perbuatan dosa seseorang, dirinya sendiri yang bertanggung jawab. Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitahukan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan."

📝Berucap dengan lisan bahwa allah adalah Rabbku

📝 Mengamalkan dengan anggota badan, bentuknya adalah ibadah

#Apakah iman itu bertambah da berkurang? Dan apa dalilmu?

Iya, iman itu bertambah dan berkurang. Dalilnya:QS Al-Anfal : 2

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَـٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَـٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal, 

Sifat orang beriman jika disebutkan nama Allah gemetar hatinya karena mereka takut akan azab Allah. Mengerjakan perintah Allah dan meninggalkan larangannya. 

QS An-Nazi'at : 40

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفْسَ عَنِ ٱلْهَوَىٰ

wa ammā man khāfa maqāma rabbihī wa nahan-nafsa 'anil-hawā

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya,
QS An-Nazi'at : 41

فَإِنَّ ٱلْجَنَّةَ هِىَ ٱلْمَأْوَىٰ

fa innal-jannata hiyal-ma`wā

maka sungguh, surgalah tempat tinggal(nya).

‘Abdul Muththalib kakek Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, pernah menunjukkan satu pelajaran pada kita untuk tawakkal, saat Raja Abrahah ingin menyerang Ka’bah.

Pada zaman ‘Abdul Muththalib bin Hasyim, peristiwa pasukan gajah terjadi dan bertepatan dengan tahun kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ringkasan kisahnya adalah Abrahah yang menjabat sebagai Wakil Raja Habasyah yang berkedudukan di Yaman. Abrahah menyaksikan orang Arab berbondong-bondong datang ke Mekkah setiap tahun untuk menunaikan ibadah haji, maka kemudian dia membangun sebuah gereja besar dan mewah di Yaman, lalu dinamakan Al-Qulais. Dia bermaksud mengalihkan tujuan orang-orang Arab yang setiap tahun bepergian ke Mekkah menunaikan ibadah haji untuk menuju ke gereja megah yang dibangun di Yaman.

Lalu kejadian tersebut sampai ke telinga seorang laki-lakoi dari Bani Kinanah. Dia melakukan perjalanan menuju gereja tersebut dan memasukinya pada suatu malam, kemudian melumuri dinding-dindingnya dengan kotoran. Abrahah yang mendengar berita tersebut akhirnya marah besar dan memutuskan untuk menghancurkan Ka’bah.

Abrahah lalu memimpin langsung pasukan tentara yang berjumlah 60.000 dengan fasilitas pasukan yang dilengkapi dengan beberapa ekor gajah. Mereka berjalan menuju tujuan dan tidak ada sesuatu pun yang menghadangnya hingga tiba di sebuah tempat yang bernama Al-Mughammas (24 km dari kota Makkah).

Di tempat itulah, mereka mengambil harta milik orang-orang Quraisy termasuk 200 ekor unta milik ‘Abdul Muththalib. Lantas ‘Abdul Muththalib datang menemui Abrahah. Begitu Abrahah melihat ‘Abdul Muththalib, ia menghormati dan memuliakannya. Abrahah lantas bertanya maksud kedatangan ‘Abdul Muththalib, lalu ia jawab, “Maksud saya mendatangimu adalah memohon pada Raja untuk mengembalikan untak-unta milikku yang ditawan.”

Abrahah berkata, “Semula saya kagum kepadamu ketika melihat kedatanganmu, kemudian saya tidak lagi menghargaimu setelah kamu berbicara kepadaku. Apakah kamu hanya memikirkan untamu dan sama sekali tidak memikirkan Ka’bah yang merupakan agamamu dan agama leluhurmu, padahal kedatanganku kemari adalah untuk menghancurkannya?”

‘Abdul Muththalib berkata, “Saya adalah pemilik unta-unta itu. Adapun Ka’bah, maka Pemiliknya yang akan menjaganya.”

Abrahah berkata, “Tidak akan ada yang mampu mencegah saya.”

‘Abdul Muththalib berkata, “Itu urusan kamu dan Pemiliknya (maksud Pemilik Ka’bah adalah Allah Ta’ala).” (Ibnu Hisyam, As-Sirah An-Nabawiyah, 1: 43 dan halaman setelahnya).


Faedah yang bisa diambil:
Walaupun ‘Abdul Muththalib seorang musyrik, ia mengajarkan pada kita untuk bergantung pada Allah (tawakkal) dan yakin akan datangnya pertolongan dari Allah. Padahal ia adalah seorang musyrik karena masih menduakan (menyekutukan) Allah dalam ibadah.

Tauhid Rububiyyah tidak cukup menjadikan kita orang yang bertauhid. 

# Dengan apa iman itu bertambah dan dengan apa ia berkurang?

📝Iman itu bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. 

❓️❓️Apa itu taat dan apa itu takwa kepada Allah?
Menurut Thalaq bin Habib Rahimahullahu 
Takwa itu adalah engkau melakukan ketaatan kepada Allah berdasarkan cahaya dari Allah. Karena mengharap pahala dariNya dan engkau meninggalkan segala bentuk kemaksiatan kepadaNya berdasarkan cahaya dariNya karena takut terhadap siksa dariNya. 
Cahaya=ilmu

Taat: tunduk, patuh setia pada aturan. Atau dengan kata lain taat itu bagian dari takwa


Serial Kajian Ibu dan Anak
Kiat-Kiat Mengajarkan
Anak: Aqidah, Sirah Nabawiyyah, dan Dzikir
Ustadzah Haifa Ummu Muhammad حفظها الله
Mutarjimah: Ustadzah  Nafilah Hafizahallah 
Selasa, 2 September 2025 | 11 Rabiul Awal 1447H
19.00 WIB - Selesai


Pertanyaan ke-3

مَا أَوَّلُ وَاجِبٍ عَلَى الْعَبِيْدِ؟
Apa kewajiban pertama seorang hamba?

تَوْحِيْدُ اللهِ تَعَالَى
Mengesakan Allah Ta'ala (Tauhid).

Dalilnya adalah hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:
Ketika Nabi ﷺ mengutus Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu ke negeri Yaman, beliau bersabda kepadanya:
"Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari Ahli Kitab. Maka hendaklah yang pertama kali engkau dakwahkan kepada mereka adalah agar mereka mentauhidkan Allah Ta’ala."
(HR. Bukhari Muslim)
---

Pertanyaan ke-4

مَا مَعْنَى لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ؟
Apa makna “Laa ilaaha illallah”?

لَا مَعْبُوْدَ بِحَقٍّ إِلَّا اللهُ
Tidak ada yang berhak disembah dengan benar selain Allah.

---

Pertanyaan ke-5

مَا شُرُوْطُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ؟
Apa saja syarat-syarat “Laa ilaaha illallah”?

1. الْعِلْمُ – Ilmu

2. الْيَقِيْنُ – Yakin

3. الْإِخْلَاصُ – Ikhlas

4. الصِّدْقُ – Jujur

5. الْمَحَبَّةُ – Cinta

6. الِانْقِيَادُ – Tunduk/Patuh

7. الْقَبُوْلُ – Menerima

8. الْكُفْرُ بِالطَّاغُوْتِ – Mengingkari thaghut

---

Pertanyaan ke-6

مَا أَرْكَانُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ؟
Apa saja rukun Laa ilaaha illallah?

Jawab:
النَّفْيُ وَالْإِثْبَاتُ
(An-Nafyu wal-Itsbat)

An-Nafyu (peniadaan): meniadakan sesembahan selain Allah.

Al-Itsbat (penetapan): menetapkan ibadah hanya kepada Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.

Dalilnya:
Firman Allah Ta’ala:

> فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Barangsiapa yang kufur kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh ia telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(QS. Al-Baqarah: 256)
---

Pertanyaan ke-7

مَنْ نَبِيُّكَ؟
Siapa Nabimu?

نَبِيِّي مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Nabiku adalah Muhammad ﷺ.

Nasab beliau yaitu:
Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim Al-Qurasy.

Keterangan:
Al-Qurasy artinya beliau berasal dari suku Quraisy.

---

Pertanyaan ke-8

مَا دِيْنُكَ؟
Apa agamamu?

دِيْنِيَ الْإِسْلَامُ
Agamaku adalah Islam.

Dalilnya firman Allah Ta’ala:

> إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ
Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam.
(QS. Ali Imran: 19)
---

Pertanyaan ke-9

مَا أَرْكَانُ الْإِسْلَامِ؟
Apa saja rukun Islam?

1. Syahadat: bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah

2. Mendirikan shalat

3. Menunaikan zakat

4. Berpuasa di bulan Ramadhan

5. Menunaikan haji bagi yang mampu

Dalilnya: Hadits Jibril (HR. Muslim)
---

Pertanyaan ke-10

مَا الْإِحْسَانُ؟
Apa itu ihsan?

أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak bisa melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.

Dalilnya: Hadits Jibril (HR. Muslim)

 

Aqidah 16

#apa hukum haji dan umrah?

hukum dari haji dan umra adalah wajib sekali seumur hidup. Dalilnya; (fiqih muyassar)

QS Ali 'Imran : 97

.....  ۗ  وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا  ۚ  وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَـٰلَمِينَ

... Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.

"Al-Ghaniy" (الْغَنِيّ) 14x di dalam al-quran

Ketika manusia berikan ata tidak beriman maka tidak akan memengaruhi kemaha kayaanNya Allah.

Mampu:

1. Mampu dalam harta dalam perjalanan maupum untuk keluarga yang ditinggalkan*tanggungan).

2. Mampu melakukan perjalanan

3. Mampu secara fisik tidak sakit parah dan tidak terlalu tua sehingga ia mampu melakukan manasik

4. Menuju baitullah dalam keadaan aman.

Maka harus melakukan ibadah haji.

QS Al-Baqarah : 196

وَأَتِمُّوا ٱلْحَجَّ وَٱلْعُمْرَةَ لِلَّهِ  ۚ  ...

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah...

Tafsir Asadi dikatakak bahwa ini menjadi dalil bahwa haji dan umrah wajib. Sert wajib menunaikan rukun-rukun dan kewajiban-kewajibannya sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Haji diwajibkan pada tahun 9 hijriah

10 bulan sebelum nabi shallallahu alaihi wasallam wafat.

Dalil dari Nabi shallallahu alaihi wasallam

وَعَنْهُ قَالَ: خَطَبَنَا رَسُولُ اَللَّهِ ( فَقَالَ: { ” إِنَّ اَللَّهَ كَتَبَ عَلَيْكُمُ اَلْحَجَّ ” فَقَامَ اَلْأَقْرَعُ بْنُحَابِسٍ فَقَالَ: أَفِي كَلِّ عَامٍ يَا رَسُولَ اَللَّهِ? قَالَ: ” لَوْ قُلْتُهَا لَوَجَبَتْ, اَلْحَجُّ مَرَّةٌ, فَمَا زَادَفَهُوَ تَطَوُّعٌ ” } رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ, غَيْرَ اَلتِّرْمِذِيِّ

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah di hadapan kami seraya bersabda, ‘Sesungguhnya Allah telah mewajibkan haji atasmu.’ Maka berdirilah Al-Aqra’ bin Haabis dan bertanya, ‘Apakah dalam setiap tahun wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Jika aku mengatakannya, ia menjadi wajib. Haji itu sekali dan selebihnya adalah sunnah.’” (Diriwayatkan oleh yang lima selain Tirmidzi) [HR. Abu Daud, no. 1721; Ibnu Majah, no. 2886; Ahmad, 5:331. Ibnu Hajar menyampaikan hadits ini secara makna. Hadits ini dengan mutaba’atnya dihukumi sahih sebagaimana pendapat Syaikh Al-Albani dan Syaikh Ahmad Syakir]. Rumaysho.com

#kapan haji itu di wajibkan?

Tahun ke 9 hijrah

#apa keutamaan haji dan umrah?

Keutamaan haji dan umrah banyak diantaranya

1) diampuni kesalahan-kesalahan dan dimasukkan ke surga. Dalilnya

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari, no. 1773 dan Muslim, no. 1349)

Rumaysho.com

>> tidak boleh melakukan perkataa keji serta kefasika maka akan diampuni dosa-dosa yang telah berlalu.

2) Dihilangkan kefakiran

Dari Abdullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)

Rumaysho.com

3) Kembali seperti dilahirkan ibu

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

من حج فلم يرفث ولم يفسق رجع كيوم ولدته أمه

“Barangsiapa yang menunaikan haji, dengan tidak berbicara kotor dan tidak mencaci maka diampuni dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Muslim.or.id

Tambahan

wanita wajib menghadirkan mahram untuk haji maupun umrah. Berdasarkan hadits dari Abdullah bin Abbas radhiallahu’anhu, Rasulullah shallalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بامْرَأَةٍ إلَّا وَمعهَا ذُو مَحْرَمٍ، وَلَا تُسَافِرِ المَرْأَةُ إلَّا مع ذِي مَحْرَمٍ، فَقَامَ رَجُلٌ، فَقالَ: يا رَسولَ اللهِ، إنَّ امْرَأَتي خَرَجَتْ حَاجَّةً، وإنِّي اكْتُتِبْتُ في غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا، قالَ: انْطَلِقْ فَحُجَّ مع امْرَأَتِكَ

“Tidak boleh seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita kecuali bersama mahramnya. Dan seorang wanita tidak boleh melakukan safar kecuali bersama mahramnya”. Maka seorang lelaki berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya istri hendak berhaji, dan sudah terdaftar untuk berangkat (jihad) perang ini dan itu”. Nabi bersabda, “Pulanglah dan temanilah istrimu berhaji”” (HR. Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341).

Dalam hadits ini, lelaki yang ingin pergi berjihad diminta oleh Nabi untuk tidak berangkat berjihad demi untuk menemani istrinya berhaji. Ini mengindikasikan wajibnya hal tersebut. Dan tidak boleh wanita berhaji atau berumrah tanpa ditemani oleh mahramnya. Ini pendapat yang dikuatkan oleh ulama kibar mu’ashirin seperti Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, dan Syaikh Shalih Al Fauzan.

Muslim.or.i

Postingan Lama Beranda

sedikit saja

semoga Allah Talala istiqamahkan kita dalam ketaatan aamiin.

POPULAR POSTS

  • guruku berkata
  • The True Jewel Of Woman
  • 💌 ```GOLDEN ADVICES FOR WOMEN!```

Categories

  • #KualaTungkalMengaji 1
  • Adab 5
  • Adab-adab dalam islam 1
  • Al Khulasoh Al Asasiyyah Fii Masaail Al I’tiqodiyyah 20
  • Baca Buku 7
  • Bacabuku 1
  • Bahasa Arab 1
  • Belajar Online Teman Hijrah 5
  • Buku 2
  • Catatan Doa 1
  • Catatan Nasihat Untuk Diri Ini 2
  • Cerita Teman 1
  • cuap cuap 1
  • Deep 2
  • Doa 2
  • Faedah 1
  • Ilmu 1
  • IMUYSIAS1 67
  • IMUYSIAS2 5
  • Iqra Wartaqi Indonesia 19
  • Iqra Wartaqi Indonesian 1
  • Kajian 3
  • Kajian IOU 1
  • Kajian Iqra Wartaqi Indonesia 1
  • Kajian Muslimah 1
  • Kajian Online 1
  • Kajian Pranikah 1
  • Kelas Tajwid 3
  • Kuala Tungkal 2
  • Kuala Tungkal Mengaji 18
  • Mengaji 1
  • Modesty Beyond Hijab TSL 1
  • MOISA 4 1
  • Nasihah Linnisa 1
  • Nasihat 3
  • Obrilan Teman Hijrah 1
  • Parenting 2
  • pengingat diri 1
  • Penuntut Ilmu 1
  • poetry 1
  • puisi 1
  • res 1
  • Resume Syarah Matan Al-Muqaddimah Imam Ibnu Al-Jazari 20
  • Resume Adab Penuntut Ilmu (Tadzkiratus Saami')2 5
  • Resume Aqidah dan Adab Penuntut Ilmu 20
  • resume Istikhraj Ahkam Ayat Al-Qur'an 7
  • Resume Tadabbur Al-Qur’an dan Amal 19
  • Sedekah 1
  • Shalat 1
  • Story WhatsApp 1
  • SYARAH BAIT-BAIT KHAIRUNNISA 1
  • Tafsir 1
  • Tahsin 1
  • Taj Al Waqar 1
  • TAJ AL WAQAR QISM INDONESIA 1
  • Tajwid 1
  • Tasheel 4
  • Teaching 1
  • Ustadz Abdurrahman Zahier Hafizhahullah 1
  • Ustadzah Fatimah Hafizahallah 4
  • Ustadzah Wita Hafizahallah 1
  • YMA4-14 2

Advertisement

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates