The True Jewel Of Woman


1. Kita ini siapa? Hamba Allah
2. Apa Tugas kita? 
A. Tugas manusia di dunia adalah beribadah kepada Allah dalilnya QS Az-Zariyat : 56

وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya'budụn

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.

Ketika kita menyadari hal.tersebut dan melanggarnya berarti kita merencanakan dari tugas kita maka akan allahncabut rasa ketenangan kita. Beribadah dan taat kepada Allah adalah fitrah kita. Ketenangan tidak akan kita dapatkan hanya dengan ketaatan kepada Allah. Jangan cari ketenangan dan kebahagiaan  (semu) dengan bermaksiat kepada Allah. Karena ketika kita taat disana ada ketenangan yang abadi. 

Selain hamba Allah kita adalah manusia (selain mahluk lainnya) yang mana kita diberikan kemampuan untuk berpikir dan memilih, selain itu kita juga wanita yang mana ada syariat khusus untuk wanita dan kemuliaan yang tidak dimiliki laki-laki.  Kita memiliki rahim dalam bahasa Arab yaitu arraham akar katanya sama. Subhanallah Allah titipkan rasa sayang pada setiap wanita 

B. Tugas manusia adalah Khalifah.  

3. Siapakah Allah itu? 
Allah adalah rabb kita, pencipta kita. Allah memiliki banyak sekali nama, Allah adalah tuhan kita. Yang namanya penciptaan khalik adalah yang paling tahu tentang ciptaanNya. Dalilnya 

QS Ya Sin : 81

أَوَلَيْسَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِقَـٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يَخْلُقَ مِثْلَهُم  ۚ  بَلَىٰ وَهُوَ ٱلْخَلَّـٰقُ ٱلْعَلِيمُ

a wa laisallażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa biqādirin 'alā ay yakhluqa miṡlahum, balā wa huwal-khallāqul-'alīm

Dan bukankah (Allah) yang menciptakan langit dan bumi, mampu menciptakan kembali yang serupa itu (jasad mereka yang sudah hancur itu)? Benar, dan Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui.

🌸Allah adalah Ar-rab= maknanya luas salah satu maknanya Maha Mengatur urusan hamba-Nya. Yang mana itu untuk kebaikan hambanya. 

🌸Allah memiliki nama-nama yang indah. Jangan sampai lupa mengenal Allah dengan mempelajari nama-nama Allah. 

🌸Jika kita terkadang merasa galau atau bingung coba pelajari nama-nama Allah. In syaa Allah akan akan ada ketenangan 
QS Ar-Ra'd : 28

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ  ۗ  أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

🌸 Allah tidak butuh ibadah kita, kenapa? Karena tujuan beribah itu adalah tujuan kita diciptakan (template kita) semua ibadah yang kita lakukan untuk kita sendiri.  Kita yang akan dapat ketenangan. 

🌸 Allah itu Al ghani Maha Kaya tidak butuh kita. Ketika kita melenceng maka ketenangan itu akan hilang. 

🌸 pahami betul bahwa kita adalah hamba, tugas kita adalah menyembah. Maka beribadahlah kepada Allah saja. 

🌸 Allah yang paling tahu kita butuh apa, apa yang bermanfaat dan tidak bermanfaat untuk kita. 

🌸 Nikmat Allah tidak akan bisa dihitung.

QS An-Nahl : 18

وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ  ۗ  إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

wa in ta'uddụ ni'matallāhi lā tuḥṣụhā, innallāha lagafụrur raḥīm

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.

QS Ibrahim : 34

وَءَاتَىٰكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ  ۚ  وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ  ۗ  إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

wa ātākum ming kulli mā sa`altumụh, wa in ta'uddụ ni'matallāhi lā tuḥṣụhā, innal-insāna laẓalụmung kaffār

Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).

🌸Ketika mengira bahwa sesuatu itu ujian. Maka ada nikmat darinya tanpa kita sadari. 

QS Ibrahim : 41

رَبَّنَا ٱغْفِرْ لِى وَلِوٰلِدَىَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ ٱلْحِسَابُ

rabbanagfir lī wa liwālidayya wa lil-mu`minīna yauma yaqụmul-ḥisāb

Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu-bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat)."

Betapa besarnya husnudzan nabi Ibrahim kepada Allah. Kenapa beliau demikian? Karena beliau tahu nikmat apa yang ia terima kepada dirinya. Dari kita menyadari nikmat ini banyak maka jangan berhenti disitu saja di syukur itu. Tetapi hadirkan rasa malu (haya) kepada Allah. Malu kalau kita bermaksiat, membangkang kepada Allah padahal aturan itu untuk kebaikan kita sendiri. Ingat banyak sekali nikmat Allah dari kita lahir hingga saat ini. 

🌸 coba tulis gratitude jurnal,  sangking banyak sekali kitag tidak mampu menulis nikmat Allah yang kita terima. 

🌸 haya, malunya wanita muslimah bukan hanya sekedar kepada lawan jenis, dll tetapi malu yang sesungguhnya adalah kita malu kepada Allah. Ketika kita malu pada manusia sesungguhnya manusia itu fana, tetapi ketika kepada Allah kita sedang beriman (Al hayau minal iman), malu adalah bagian dari iman. Dari malu inilah menghasilkan ketaatan kepada Allah terhindar dari maksiat.  

QS Al-Qasas : 25

فَجَآءَتْهُ إِحْدَىٰهُمَا تَمْشِى عَلَى ٱسْتِحْيَآءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِى يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا  ۚ  فَلَمَّا جَآءَهُۥ وَقَصَّ عَلَيْهِ ٱلْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ  ۖ  نَجَوْتَ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ

Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan malu-malu, dia berkata, "Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikanmu memberi minum ternak) kami." Ketika (Musa) mendatangi ayah wanita itu (Syeikh Madyan) dan dia (Syeikh Madyan) menceritakan kepadanya kisah (mengenai dirinya), dia berkata, "Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu."

تَمْشِى عَلَى ٱسْتِحْيَآءٍ
berjalan dengan malu-malu

Wanita ini datang pada Nabi musa dengan ala sihya rasa malu. Bukan alal haya. 

Alhaya- sifat
Istihya- dia mengusahakan rasa malu itu. (Hasil dari haya) 

Wanita madyan ini tahu bahwa dia sebagai wanita memiliki impact atau dampak kepada laki-laki.  Bahwa dia punya pengaruh tapi dia memilih menghiasi dirinya dengan sifat haya. Ketahuilah kita sebagai seorang wanita punya dampak yang sangat besar. Buka dalam keluarga saja tetapi dalam masyarakat juga. Dengan menyadari bahwa pengaruh kita besar terutama kepada laki-laki maka kita harus berani mengambil sikap. Pengaruh kita bisa baik atau buruk. 

💎Ibunda Maryam memiliki pengaruh sangat baik pada Nabi Isa Alaihissalam.

🅾️Istri Abu lahab memiliki pengaruh buruk.

🌸 Kembali pada istihya.  Maka jadilah wanita dengan pengaruh baik. Mengenakan hijab menjadikan kita wanita dengan pengaruh yang baik. Ketahuilah syariat hijab manfaatnya bukan untuk diri kita sendiri tetapi untuk ketahanan keluarga dan masyarakat secara umum. 

🌸 Jika wanita bisa merusak laki-laki maka sesungguhnya yang rusak bukan laki-laki itu saja tetapi keluarganya juga begitu juga dengan keluarga laki-laki itu. Pilih baik-baik pengaruh apa yang ingin kita berkan untuk orang sekitar kita. Salah satu caranya dengan mengingat nikmat allah ketika kita sadar maka kita akan malu untuk bermaksiat kepada Allah 

QS Yusuf : 23

وَرٰوَدَتْهُ ٱلَّتِى هُوَ فِى بَيْتِهَا عَن نَّفْسِهِۦ وَغَلَّقَتِ ٱلْأَبْوٰبَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ  ۚ  قَالَ مَعَاذَ ٱللَّهِ  ۖ  إِنَّهُۥ رَبِّىٓ أَحْسَنَ مَثْوَاىَ  ۖ  إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّـٰلِمُونَ

wa rāwadat-hullatī huwa fī baitihā 'an nafsihī wa gallaqatil-abwāba wa qālat haita lak, qāla ma'āżallāhi innahụ rabbī aḥsana maṡwāy, innahụ lā yufliḥuẓ-ẓālimụn

Dan perempuan yang dia (Yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya. Dan dia menutup pintu-pintu, lalu berkata, "Marilah mendekat kepadaku." Yusuf berkata, "Aku berlindung kepada Allah, sungguh, tuanku telah memperlakukan aku dengan baik." Sesungguhnya orang yang zalim itu tidak akan beruntung.

QS Yusuf : 24

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِۦ  ۖ  وَهَمَّ بِهَا لَوْلَآ أَن رَّءَا بُرْهَـٰنَ رَبِّهِۦ  ۚ  كَذٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ ٱلسُّوٓءَ وَٱلْفَحْشَآءَ  ۚ  إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُخْلَصِينَ

wa laqad hammat bihī wa hamma bihā, lau lā ar ra`ā bur-hāna rabbih, każālika linaṣrifa 'an-hus-sū`a wal-faḥsyā`, innahụ min 'ibādinal-mukhlaṣīn

Dan sungguh, perempuan itu telah berkehendak kepadanya (Yusuf). Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang terpilih.

🌸 Ketika kita mengingat akan nikmat Allah maka Allah akan ada oenjagaan Allah. Takutlah kepada Allah. Hiasi diri degan rasa malu.

عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ جُنْدُبِ بنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: (اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ) رَوَاهُ التِّرْمِذِي وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ. وَفِي بَعْضِ النُّسَخِ: حَسَنٌ صَحِيْحٌ

Dari Abu Dzarr Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdirrahman Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada; iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, maka kebaikan akan menghapuskan keburukan itu; dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan haditsnya itu hasan dalam sebagian naskah disebutkan bahwa hadits ini hasan shahih) [HR. Tirmidzi, no. 1987 dan Ahmad, 5:153. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan]

Doa Memohon Petunjuk, Ketakwaan, 'Afaf Dan Ghina

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الهُدَى، ی والتقى، والعفاف والغنى

Ya Allah, aku meminta kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, menjauhkan diri dari yang haram, dan hati yang selalu merasa cukup

(HR. Muslim, no. 2721)

Allahu alam.

0 Comments