Catatan Kajian

Saya masih belajar. Semoga Allah Ta'ala mudahkan urusan kita aamiin.

Catatan Kajian

Belajar Islam

Catatan Kajian

Bahasa Inggris

 


𝗣𝗘𝗥𝗧𝗘𝗠𝗨𝗔𝗡 𝗞𝗘-2
𝐒𝐘𝐀𝐑𝐀𝐇 𝐁𝐀𝐈𝐓-𝐁𝐀𝐈𝐓 𝐊𝐇𝐀𝐈𝐑𝐔𝐍𝐍𝐈𝐒𝐀'

📖 Bait 1-3

Bersama
Ustadzah Amatullah Taqiyyah, Lc حفظها الله

Rabu, 3 Desember 2025
Jam 16.00 WIB - Selesai.

Mukadimah

Ustadzah membuka kajian dengan mengingatkan bahwa tujuan mempelajari sifat wanita terbaik adalah untuk meraih ridha Allah, bukan untuk mendapatkan pujian manusia.

Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa penilaian baik dan buruk yang mutlak hanya milik Allah.

  • Walaupun manusia memuji seseorang, jika di sisi Allah buruk maka tetap buruk.

  • Sebaliknya, walaupun manusia merendahkan seseorang, jika di sisi Allah baik maka dia tetap baik.

Karena itu seorang muslimah hendaknya berusaha menjadi wanita terbaik di sisi Allah, bukan sekadar di mata manusia.


Bait Pertama

Wanita terbaik memiliki beberapa sifat utama:

1. Al-Barr (Banyak Berbuat Kebaikan)

Al-Barr adalah banyak melakukan berbagai kebaikan, seperti:

  • shalat

  • puasa

  • membantu orang lain

  • bersedekah

  • berbuat baik kepada keluarga

  • melakukan amal saleh lainnya

Cara menjadi wanita yang banyak berbuat kebaikan

1. Menghargai waktu (umur)
Waktu adalah bagian dari umur. Jika waktu dihabiskan untuk hal yang tidak bermanfaat, berarti kita sedang menyia-nyiakan umur.

Contoh aktivitas yang sebaiknya ditinggalkan:

  • scrolling media sosial tanpa manfaat

  • gosip

  • pembicaraan sia-sia

Ustadzah memberi contoh perhitungan umur:

  • Jika seseorang hidup sampai 60 tahun

  • 15 tahun pertama biasanya belum baligh

  • Tersisa 45 tahun masa tanggung jawab

  • Sekitar 15 tahun digunakan untuk tidur

  • Maka hanya tersisa sekitar 30 tahun untuk beramal

Karena itu seorang muslimah dianjurkan membuat daily activity planner agar waktu tidak terbuang sia-sia.

Contoh aktivitas harian:

  • qiyamul lail

  • membaca Al-Qur'an

  • zikir pagi petang

  • mengurus keluarga

  • belajar agama

  • mengajar anak

  • muhasabah sebelum tidur

2. Mencari pahala dari berbagai kesempatan

Contohnya:

  • membaca Al-Qur'an

  • zikir pagi dan petang

  • menyambung silaturahim

  • menelepon orang tua

  • memberi hadiah

  • berbagi makanan

  • berkata baik

  • tersenyum

  • mendidik anak

  • menyenangkan keluarga

Selain itu dianjurkan tidak sibuk mengurusi urusan orang lain, terutama perkara yang tidak bermanfaat di media sosial.

Rasulullah ﷺ mengajarkan agar seseorang:

  • memegang kebenaran yang ia ketahui

  • mengurus dirinya sendiri

  • meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat.


2. At-Taqiyyah (Bertakwa)

Takwa berarti meninggalkan dosa dan maksiat.

Contohnya:

  • menutup aurat

  • menjaga pandangan

  • menjauhi zina dan hal yang mendekatinya

  • meninggalkan tontonan yang merusak

Takwa berarti menjauhi:

  • dosa besar

  • dosa kecil

Rasulullah ﷺ memperingatkan agar tidak meremehkan dosa kecil, karena dosa kecil yang terus dikumpulkan dapat membinasakan seseorang.

Dosa membuat hati menjadi:

  • kotor

  • keras

  • sulit menerima nasihat dan hidayah

Karena itu setiap kali melakukan dosa seorang muslim hendaknya:

  • segera berhenti

  • bertaubat

  • memperbanyak istighfar.


Sifat Kedua Wanita Terbaik

3. As-Shalihah (Wanita Salehah)

Wanita salehah adalah wanita yang:

  1. Menunaikan hak Allah

  2. Menunaikan hak manusia

Allah menjelaskan dalam QS An-Nisa ayat 34 bahwa wanita salehah adalah:

1. Qonitat (Taat kepada Allah)

Ciri-cirinya:

  • ketaatan yang terus menerus

  • ibadah dengan tenang

  • tidak tergesa-gesa saat shalat

  • menikmati membaca Al-Qur'an

  • berzikir dengan khusyuk

Contoh teladan wanita yang taat adalah Maryam, ibunda Nabi Isa عليه السلام.

2. Hafizhah lil Ghaib

Wanita yang menjaga diri ketika suami tidak ada.

Penjagaan ini mencakup:

1. Menjaga kehormatan diri

  • tidak mendekati zina

  • tidak berinteraksi bebas dengan laki-laki non mahram

  • menjaga pandangan

  • tidak menonton tontonan yang merusak

2. Menjaga harta suami

  • amanah dalam mengelola harta

  • tidak menggunakan tanpa izin

  • menjaga rumah dan keluarga

Allah menegaskan bahwa wanita bisa menjaga amanah ini dengan pertolongan Allah.


4. Al-‘Affah (Menjaga Diri)

Menjaga kehormatan diri memiliki beberapa bentuk:

1. Menjauhi hal yang merusak kehormatan wanita
Contohnya:

  • bermudah-mudahan dengan laki-laki non mahram

  • suara dibuat lembut menggoda

  • membuka aurat

  • oversharing kehidupan rumah tangga di media sosial

  • perilaku tidak pantas

2. Menjaga dari makanan haram
Tidak hanya zat makanan, tetapi juga cara mendapatkannya.

Contoh:

  • makanan halal tetapi didapat dengan mencuri → menjadi haram

  • makanan dibeli dari uang haram → menjadi haram

Rasulullah ﷺ menyebutkan seseorang yang berdoa kepada Allah tetapi:

  • makanannya haram

  • minumannya haram

  • pakaiannya haram

Maka doanya sulit dikabulkan.

 


𝗣𝗘𝗥𝗧𝗘𝗠𝗨𝗔𝗡 𝗞𝗘-𝟭
𝐒𝐘𝐀𝐑𝐀𝐇 𝐁𝐀𝐈𝐓-𝐁𝐀𝐈𝐓 𝐊𝐇𝐀𝐈𝐑𝐔𝐍𝐍𝐈𝐒𝐀'

📖 Muqoddimah

Bersama
Ustadzah Amatullah Taqiyyah, Lc حفظها الله

Rabu, 3 Desember 2025

Pembukaan

Kajian dimulai dengan hamdalah, shalawat kepada Rasulullah ﷺ, serta doa agar Allah memberikan kelapangan dada, kemudahan urusan, dan kefasihan lisan dalam menyampaikan ilmu.

Peserta diingatkan untuk meluruskan niat dalam menuntut ilmu, yaitu semata-mata karena Allah Ta'ala dan mengharap ridha-Nya, serta memohon kepada Allah agar diberikan ilmu yang bermanfaat dan dijauhkan dari ilmu yang tidak bermanfaat.

Kajian ini khusus untuk akhwat dan umahat. Peserta dianjurkan membuka kamera agar lebih fokus, serta diingatkan untuk tidak menyebarkan foto atau tangkapan layar peserta maupun pemateri.


Pengantar Kajian

Kajian ini membahas akhlak dan karakteristik muslimah ideal berdasarkan syair berjudul:

Khairun Nisa'

Syair ini ditulis oleh:

Ali bin Yahya Al‑Haddadi

Beliau adalah dosen di Universitas Islam Imam Muhammad bin Suud di Riyadh, Saudi Arabia.

Syair tersebut memiliki sekitar 68 bait dan akan dibahas dalam 12 pertemuan.

Kajian ini merujuk pada buku:

Syarah Bait‑bait Khairun Nisa

yang ditulis oleh:

Firanda Andirja


Mengapa Ingin Menjadi Muslimah Terbaik?

Pertanyaan penting yang harus disadari:

Di mata siapa predikat wanita terbaik itu?

Jawabannya adalah di mata Allah.

Maka seorang muslimah harus berusaha menjadi wanita terbaik sesuai standar Allah, bukan standar manusia atau standar sosial.

Jika niat dilakukan dengan ikhlas karena Allah, maka Allah akan memudahkan jalan tersebut.


Pentingnya Akhlak bagi Wanita

Menurut:

Saleh Al‑Fawzan

Jika wanita rusak maka:

  1. Rumah tangga rusak

  2. Anak-anak rusak

  3. Masyarakat ikut rusak

Karena wanita—terutama ibu—memiliki pengaruh besar terhadap pendidikan anak-anak, maka kesalehan seorang ibu akan berdampak besar pada generasi berikutnya.


Menjadi Wanita Terbaik Membutuhkan Perjuangan

Ibn Qayyim al‑Jawziyyah menjelaskan bahwa:

Kenikmatan tidak dapat diraih dengan kenikmatan.

Artinya, untuk memperoleh suatu kenikmatan harus ada usaha dan pengorbanan.

Contoh sederhana:
Jika seseorang ingin menikmati makanan, ia harus:

  • menyiapkan bahan

  • memasak

  • atau mengeluarkan uang untuk membelinya.

Jika untuk makanan saja perlu usaha, maka untuk meraih derajat wanita terbaik di sisi Allah tentu memerlukan perjuangan yang lebih besar, bahkan sepanjang hidup.


Dua Tujuan Mengkaji Khairun Nisa

Menurut Ustadz Firanda Andirja, ada dua tujuan utama mempelajari bait-bait Khairun Nisa:

1. Mengingatkan wanita agar mengejar ridha Allah

Di zaman sekarang tantangan sangat besar, terutama dari media sosial.

Banyak orang:

  • memamerkan kehidupan

  • mencari validasi manusia

  • ingin dipuji dan dikagumi

Hal ini dapat membuat seseorang lupa bahwa tujuan hidup adalah mencari ridha Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

Barang siapa mencari ridha Allah walaupun manusia tidak menyukainya, maka Allah akan meridhainya dan membuat manusia juga ridha kepadanya.

Sebaliknya, jika seseorang mencari ridha manusia dengan membuat Allah murka, maka Allah akan murka kepadanya dan membuat manusia juga murka kepadanya.


2. Menjelaskan cara menjadi wanita terbaik

Syair Khairun Nisa menjelaskan karakter muslimah dari berbagai aspek kehidupan, yaitu:

  • Hablum minallah (hubungan dengan Allah)

  • Hablum minannas (hubungan dengan manusia)

Meliputi hubungan dengan:

  • suami

  • keluarga

  • sahabat

  • masyarakat.

Seorang muslimah harus berusaha menjaga kebaikan di seluruh aspek kehidupan, meskipun kesempurnaan hanya milik Allah.


Kisah Wanita Mulia di Sisi Allah

Wanita penderita epilepsi

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh:

Ibn Abbas

Beliau menunjukkan seorang wanita kulit hitam dan berkata bahwa wanita tersebut adalah penghuni surga.

Wanita itu sering mengalami epilepsi sehingga auratnya terbuka ketika kambuh. Ia meminta Rasulullah ﷺ mendoakan kesembuhannya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

Jika ia bersabar, maka surga baginya.

Wanita itu memilih bersabar, tetapi meminta agar auratnya tidak terbuka ketika sakit. Rasulullah ﷺ kemudian mendoakannya.

Kisah ini menunjukkan bahwa kemuliaan di sisi Allah bukan karena penampilan, tetapi karena iman dan kesabaran.


Wanita penyapu masjid

Diriwayatkan oleh:

Abu Hurairah

Ada seorang wanita yang biasa membersihkan masjid.

Ketika ia meninggal, para sahabat tidak memberitahukan kepada Rasulullah ﷺ karena menganggapnya orang biasa.

Namun Rasulullah ﷺ menanyakan wanita tersebut, lalu beliau datang ke kuburnya dan menshalatkannya.

Beliau bersabda bahwa kuburan menjadi terang karena doa beliau.

Hal ini menunjukkan bahwa amal kecil yang dilakukan dengan ikhlas sangat mulia di sisi Allah.


Hadis tentang Wanita Terbaik

Rasulullah ﷺ bersabda:

Sebaik-baik wanita di antara kalian adalah yang penuh cinta, subur, mampu menyesuaikan diri, dan menghibur suaminya jika mereka bertakwa kepada Allah.


Sifat Wanita Terbaik

1. Penuh cinta kepada suami

Seorang istri hendaknya:

  • mencintai suaminya dengan tulus

  • mengingat kebaikannya

  • tidak sibuk melihat kekurangannya

  • tidak membandingkan suami dengan laki-laki lain.

Media sosial sering membuat seseorang membandingkan suaminya dengan laki-laki lain yang terlihat sempurna di layar.

Tontonan seperti drama atau film juga dapat menimbulkan ekspektasi tidak realistis, sehingga menimbulkan konflik rumah tangga.


Kisah Sahabiyah tentang Cinta kepada Suami

Ummu Salamah

Setelah suaminya meninggal, ia membaca doa:

"Ya Allah berilah pahala dalam musibahku dan gantikan dengan yang lebih baik."

Meskipun ia merasa tidak ada yang lebih baik dari suaminya, Allah menggantinya dengan Rasulullah ﷺ.


Ummu Darda

Ia memanggil suaminya:

"Sayyidi" (tuanku)

Setelah suaminya meninggal, ia menolak lamaran Muawiyah karena ingin tetap bersama suaminya di surga.


Nailah binti Al-Farafisah

Istri dari:

Uthman ibn Affan

Ketika melihat kepala suaminya botak, ia berkata bahwa ia sangat mencintai suami yang mulia meskipun botak.

Setelah Utsman wafat, ia juga menolak lamaran Muawiyah.


Sifat Kedua: Subur (banyak anak)

Kesuburan adalah takdir dari Allah.

Namun jika seorang wanita diberi kemampuan untuk memiliki anak dan suaminya menginginkannya, maka sebaiknya ia tidak menolak tanpa alasan syar'i.

Kehamilan, melahirkan, dan membesarkan anak memang berat, tetapi semua itu adalah ladang pahala besar bagi wanita.

Anak-anak yang saleh juga menjadi sumber kebahagiaan dan pahala bagi orang tua di dunia dan akhirat.

Namun jika kondisi tidak memungkinkan secara fisik atau mental, maka berlaku firman Allah:

"Bertakwalah kepada Allah semampu kalian."


Sifat Ketiga: Mampu menyesuaikan diri

Wanita yang baik adalah yang:

  • lembut

  • tidak keras kepala

  • tidak memaksakan kehendak

  • menyesuaikan diri dengan suami.

Kelembutan inilah yang sebenarnya menjadi kekuatan seorang wanita dalam rumah tangga.


 

Aqidah pertemuan 3
Senin, 2 September 2024
Halaman 4 dan 5

🌸 Apa Itu aqidah?

📖 Aqidah secara etymology/ bahasa
 ُالْعَقَد 
Al-a'qdu= keyakinan, terikat, mengikat

Artinya keyakinan atau pembenaran di dalam hati terhadap sesuatu 

📖 Aqidah Secara Istilah terminology/ apa-apa yang dipercayai oleh seorang hamba dan dia tunduk, patuh, terikat dengan keyakinannya.

🌸 Bagaimana kita mengetahui Aqidah itu benar dan selamat?

Aqidah yang benar dan selamat itu jika sesuai dengan apa yang Allah turunkan dalam kitabnya dan yang disampaikan oleh RasulNya shallallahu alaihi wasallam.

🌸 Bagaimana Kita tahu aqidah yang rusak dan salah? 

Yaitu apabila menyelisihi apa yang Allah turunkan dalam kitabnya dan apa yang disampaikan oleh RasululNya shallallahu alaihi wasallam. 

🌸 Apa bedanya aqidah dan tauhid?

● Aqidah Itu lebih umum atau lebih luas cakupannya dari tauhid (di dalamnya di bahas tauhid, ibadah, rukun islam, rukun iman).
● Tauhid bagian kecil dari aqidah. 
Pembahasan yaitu pembagian tauhid: Rububiyyah, Uluhiyyah dan Asma wa sifat 

🌸 Apa itu Ibadah?

📖 Secara bahasa: berasal dari kata الزل yang artinya menghinakan atau penghinaan diri.

📖 Secara Istilah: Nama yang mencakup seluruh apa-apa yang Allah cintai dan Allah Ridhoi baik berupa perkataan maupun perbuatan. Baik secara batin (tidak terlihat) dan dzahir (terlihat).

🌸 Apa saja jenis - jenis ibadah? 

Jenis ibadah itu banyak diantaranya: sholat, puasa, zatkat, haji, berbakti kepada orang tua, menutup aurat, berdoa, berdzikir, membaca Al-Quran, menyembelih/berkurban, mencari ilmu syar'i, menyentuh orang miskin dan lain-lain.

🌸 Apa saja rukun-rukun ibadah?
Rukun ibadah ada tiga, yaitu:

1) Al-Mahabbah - Cintai 

2) Ar-Radjau- Harap 

3) Al-Khaufu - Takut

Beribadah kepada Allah harus terdapat 3 yang di atas. 

Note: Rukun artinya tanpa salah satu dari rukunitu masa tidak terpenuhi rukun-rukun ibadah tersebut

1. Dengan cinta kita beribadah kepada Allah. Maka kita akan melakukan apa yang dicintai Allah. 

2. Kemudian kita berharap, dengan ibadah itu Allah menjadikan kita hamba-Nya yang beruntung, hamba-Nya yang shalih. Kita berharap dengan ibadahbtersebut Allah memasukkan kita  ke dalam surganya.

3. Ketika kita beribadah kepada Allah kita takut bahwa jika kita tidak beribadah Allah akan memberikan azabnya

o seorang mukmin tidak bolen hidup dengan rasa takut saja Karena akan berputus asa dari rahmat Allah. Kita takut amal ibadah kita tidak diterima oleh Allah.

🪴 Misalnya ketika orang bersedekah. Dengan dia mencintai Allah maka dia bersedekah. Kenapa? Karena bersedekah itu cara hamba tersebut merayu Allah. Kita berharap Allah juga mencintai kita dengan sedekah tersebut. Kitab takut bahwa Allah tidak mencintai kita, kita takut kita termasuk golongan yang pelit. Kita berharap dengan sedekah tersebut Allah menjadikan kita hambanya yang bersyukur, shalih. Maka harus ada ketiga rasa itu, kenapa? Karena jika hanya berbuat baik, semua orang juga bisa. 

Penjelasan:

💎 Seorang mukmin itu tidak boleh beribada dengan rasa takut saja. Kenapa? Karena dia akan putus asa dari rahmat Allah. (Dampaknya buruk dia bila ketakutan saja)

💎 Dan dia tidak boleh beribadah dengan hanya menghadirkan rasa berharapnya saja. Kenapa? Karena dia akan merasa aman dari Azab Allah (dia cuman mengharap mendapatkan pahala, syurga)

💎Tetapi, Rasa takut dan rasa harap itu harus dihadirkan bersama-sama, sehingga kita meninggalkan maksiat. Dan kita berharap Allah merahmati kita dengan ibadah tersebut. Ketika kita takut akan adzabnya Allah maka kita meninggalkan kemaksiatan. Ketiganya harus dihadirkan.

Dalilnyu: QS Al-Isra' : 57

أُولَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ ٱلْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُۥ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُۥٓ  ۚ  إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sungguh, azab Tuhanmu itu sesuatu yang (harus) ditakuti."

• Rasa takut dan rasa harap harus ada. Dan harus menghadirkan rasa cinta. Karena jika seseorang tidak cinta, dia tidak akan beribadah.

 


Ringkasan Kajian Akidah 

Aqidah Dasar 01.12.25 resume chat gpt

Kitab: Al-Khulashah Al-Asasiyah fil Masa’il al-Aqidah
Pembahasan: Ihsan

1. Tingkatan Agama

Agama Islam memiliki tiga tingkatan:

  1. Islam

  2. Iman

  3. Ihsan

Urutannya menunjukkan tingkatannya.

  • Ihsan adalah tingkatan tertinggi.

  • Orang yang mencapai ihsan pasti muslim dan mukmin.

  • Namun orang yang muslim belum tentu mukmin, dan mukmin belum tentu mencapai derajat ihsan.


2. Definisi Ihsan

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”

Makna hadits ini:

  • Seorang hamba selalu merasa diawasi oleh Allah.

  • Hal ini membuat ibadahnya lebih khusyuk dan lebih baik.


3. Bagian-bagian Ihsan

Ihsan memiliki empat bentuk utama.

1. Ihsan kepada Allah

Yaitu memperbagus amal yang Allah perintahkan.

Caranya:

  • Melakukan amal dengan benar (sesuai syariat)

  • Ikhlas karena Allah

  • Mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ

Jadi amal yang baik harus memenuhi dua syarat:

  1. Ikhlas karena Allah

  2. Sesuai sunnah Nabi ﷺ


2. Ihsan kepada sesama manusia

Bentuknya antara lain:

  • Memberikan kebaikan kepada orang lain

  • Membantu mereka

  • Menahan diri dari menyakiti mereka

  • Tidak memberikan kepada mereka kecuali kebaikan

Allah berfirman:

“Dan berbuat baiklah, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al-Baqarah: 195)

Contoh ihsan kepada manusia:

  • Bersedekah

  • Menolong orang

  • Mengajarkan ilmu

  • Menjenguk orang sakit

  • Melayat orang yang meninggal

  • Membantu urusan orang lain

Allah juga menjanjikan pahala besar:

“Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala terbaik (surga) dan tambahannya.”
(QS. Yunus: 26)


3. Ihsan dalam amal

Artinya seseorang memperindah dan menyempurnakan amalnya.

Misalnya:

  • Salat dengan khusyuk

  • Membaca Al-Qur’an dengan baik

  • Melakukan ibadah dengan penuh kesungguhan


4. Ihsan kepada makhluk Allah (seperti hewan)

Bentuknya:

  • Memberi makan dan minum

  • Menyediakan tempat yang layak

  • Tidak menyakiti

  • Bersikap lembut

Contohnya:

  • Memberi air untuk burung

  • Memberi makan hewan

  • Merawat tanaman

Ini termasuk perbuatan ihsan kepada makhluk Allah.


Kesimpulan Kajian

Ihsan adalah tingkatan tertinggi dalam agama.

Seseorang disebut berbuat ihsan jika:

  1. Beribadah kepada Allah dengan penuh kesadaran bahwa Allah melihatnya.

  2. Memperbagus amal dengan ikhlas dan mengikuti sunnah Nabi.

  3. Berbuat baik kepada manusia.

  4. Berbuat baik kepada makhluk Allah lainnya.

Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan dan menjanjikan mereka surga dan tambahan pahala yang besar.


 


Ringkasan Kajian Aqidah

Final.aqidah re-record 24 Nov 25. resume chat gpt

Kitab: Al-Khulashah Al-Asasiyyah fil Masa'il Al-'Aqidah
Penulis: Ustadz Abdullah bin Mas’ud
Materi: Ad-Dars Ar-Rabi’ – Al-Ihsan
Halaman: 66


1. Tingkatan Agama

Agama Islam memiliki tiga tingkatan:

1️⃣ Islam
2️⃣ Iman
3️⃣ Ihsan

Meskipun disebut tingkatan ketiga, ihsan justru merupakan tingkatan paling tinggi dalam agama.

Hal ini dijelaskan dalam Hadis Jibril, ketika malaikat Jibril datang kepada Nabi ﷺ dan bertanya tentang:

  • Islam

  • Iman

  • Ihsan

Para sahabat heran karena Jibril bertanya seperti orang tidak tahu, tetapi setelah dijawab beliau mengatakan “Engkau benar.”

Tujuan pertanyaan itu adalah mengajarkan agama kepada para sahabat.


2. Makna Ihsan

Secara Bahasa

Ihsan berasal dari kata الحُسن (al-husn) yang berarti:

  • kebaikan

  • keindahan

Maknanya adalah:

Memperbagus sesuatu dan menyempurnakannya.

Jadi ihsan tidak hanya melakukan sesuatu dengan baik, tetapi melakukannya dengan sangat baik dan sempurna.


Secara Syariat

Definisi ihsan berdasarkan sabda Nabi ﷺ:

“Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya.
Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.”

Maknanya:

  • Seorang hamba menghadirkan pengawasan Allah dalam ibadahnya.

  • Ia merasa Allah melihat dan mendengar semua amalnya.

⚠️ Yang dimaksud “melihat Allah” di sini bukan melihat zat Allah di dunia, tetapi:

  • menghadirkan nama dan sifat Allah

  • seperti Allah Maha Melihat, Maha Mendengar

Ini berkaitan dengan Tauhid Asma wa Sifat.


3. Cara Mencapai Ihsan

Untuk mencapai derajat ihsan seseorang perlu:

📚 Belajar ilmu tentang nama dan sifat Allah
🧠 Memahami maknanya
❤️ Mengamalkannya dalam kehidupan

Karena tanpa ilmu, sulit menghadirkan perasaan ihsan dalam ibadah.

Mayoritas manusia hanya sampai pada tingkat:

➡️ Muraqabah
(yaitu merasa diawasi oleh Allah)

Sedangkan tingkat yang lebih tinggi adalah:

➡️ Seolah-olah melihat Allah ketika beribadah


4. Pembagian Ihsan

Ihsan terbagi menjadi 4 bagian:

1️⃣ Ihsan antara hamba dengan Rabbnya

Ini adalah makna utama ihsan, yaitu:

  • beribadah dengan penuh kesempurnaan

  • merasa diawasi Allah


2️⃣ Ihsan kepada manusia

Contohnya:

  • berkata baik

  • menolong orang lain

  • berbuat adil

  • tidak menyakiti orang lain


3️⃣ Ihsan dalam pekerjaan dan amal

Yaitu memperbagus setiap amal yang dilakukan.

Contoh:

  • Wudhu minimal 1 kali basuhan (sudah sah)

  • Jika 3 kali basuhan sesuai sunnah → ini bentuk ihsan dalam amal


4️⃣ Ihsan kepada makhluk selain manusia

Misalnya:

  • hewan

  • tumbuhan

  • seluruh makhluk Allah


5. Dalil Ihsan kepada Makhluk

Hadis Nabi ﷺ:

“Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan atas segala sesuatu.”

Contohnya:

Jika menyembelih hewan:

  • gunakan pisau yang tajam

  • jangan menyiksa hewan

  • tenangkan hewan sebelum disembelih

Hal yang tidak boleh dilakukan:

❌ menyiksa hewan
❌ membuat hewan melihat temannya disembelih
❌ menyembelih dengan cara yang menyakitkan

Ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan kasih sayang kepada semua makhluk.


6. Ihsan kepada Tumbuhan

Contoh:

❌ mencabut tanaman tanpa kebutuhan
❌ merusak tanaman sembarangan

Boleh dilakukan jika ada maslahat, misalnya:

✔ memangkas tanaman yang menghalangi jalan
✔ membersihkan tanaman yang berbahaya


Kesimpulan Kajian

✔ Ihsan adalah tingkatan tertinggi dalam agama
✔ Ihsan berarti memperbagus dan menyempurnakan amal
✔ Ihsan tercapai dengan menghadirkan pengawasan Allah
✔ Ihsan harus dilakukan kepada:

  • Allah

  • manusia

  • amal perbuatan

  • seluruh makhluk

Tujuan akhirnya adalah agar seorang muslim beribadah dengan kualitas terbaik.

 


Ringkasan Kajian Aqidah 

Aqidah Dasar 24.11.25 resume chat gpt

Kitab: Al-Khulasah Al-Asiyah fil Masail I’tiqadiyah
Materi: Keutamaan Kalimat Tauhid & Tingkatan Agama (Ihsan)


1. Keutamaan Kalimat Laa Ilaaha Illallah

Keutamaan kalimat tauhid sangat banyak dan agung.

1. Zikir yang paling utama

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Zikir yang paling utama adalah Laa Ilaaha Illallah, dan doa yang paling utama adalah Alhamdulillah.”
(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Artinya:
Kalimat tauhid adalah zikir paling agung yang dapat diucapkan oleh seorang muslim.


2. Menjaga darah dan harta seseorang di dunia

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengatakan Laa Ilaaha Illallah. Jika mereka telah mengucapkannya maka terjaga dariku darah dan harta mereka kecuali dengan haknya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Penjelasan:

  • Yang dimaksud adalah kafir harbi (yang memerangi kaum muslimin).

  • Jika mereka masuk Islam maka tidak boleh diperangi lagi.


3. Menjadi sebab masuk surga

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang ucapan terakhirnya adalah Laa Ilaaha Illallah maka ia akan masuk surga.”
(HR. Ahmad)


2. Makna Syahadat “Muhammad Rasulullah”

Makna persaksian bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah hamba dan utusan Allah mencakup beberapa perkara:

1. Mengimani bahwa beliau adalah hamba Allah dan rasul-Nya

Beliau:

  • Bukan untuk disembah

  • Tidak boleh didustakan

Dalil:

QS Ali Imran 144

Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul.

QS Al Kahfi 110

Katakanlah: Aku hanyalah manusia seperti kalian yang diwahyukan kepadaku.


2. Menaati perintah beliau

QS An-Nur 54

Taatilah Allah dan taatilah Rasul.

QS An-Nisa 80

Barang siapa menaati Rasul maka ia telah menaati Allah.


3. Membenarkan semua kabar beliau

QS An Najm 3-4

Tidaklah beliau berbicara menurut hawa nafsunya.
Ucapannya hanyalah wahyu yang diwahyukan.


4. Menjauhi apa yang beliau larang

QS Al Hasyr 7

Apa yang diberikan Rasul kepada kalian maka ambillah, dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah.


5. Beribadah hanya dengan syariat beliau

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa melakukan amalan yang tidak ada perintahnya dari kami maka amalan itu tertolak.”
(HR Bukhari dan Muslim)


3. Tingkatan Agama

Agama Islam memiliki 3 tingkatan:

  1. Islam

  2. Iman

  3. Ihsan

Penjelasan:

  • Muslim → orang yang memeluk Islam

  • Mukmin → orang yang beriman dengan benar

  • Muhsin → orang yang mencapai tingkatan ihsan

Tidak semua muslim mencapai iman yang kuat, dan tidak semua mukmin mencapai ihsan.


4. Pengertian Ihsan

Secara bahasa

Ihsan berarti:

  • memperbagus sesuatu

  • menyempurnakan sesuatu

Berasal dari kata husn yang berarti:

  • kebaikan

  • keindahan


Secara istilah syariat

Berdasarkan hadits Nabi ﷺ:

“Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.”
(HR Muslim)

Maknanya:

Seorang hamba beribadah dengan kesadaran bahwa Allah selalu mengawasinya.


Contoh penerapan ihsan

Misalnya ketika shalat:

Karena merasa diawasi Allah maka seseorang akan:

  • memperbagus bacaan

  • memperbaiki ruku’

  • menyempurnakan sujud

  • menjaga kekhusyukan

Ini disebut muraqabah
(merasa diawasi oleh Allah).


5. Pembagian Ihsan

Dalam kitab ini ihsan dibagi menjadi 4 bagian:

1. Ihsan antara hamba dan Rabbnya

Ini inti dari ihsan:

Beribadah kepada Allah dengan sempurna.


2. Ihsan antara manusia dengan manusia

Contohnya:

  • berbuat baik kepada orang lain

  • membantu sesama

  • berakhlak mulia


3. Ihsan dalam amal

Yaitu:

Memperbagus amal saleh yang dilakukan.

Misalnya:

  • shalat dengan khusyuk

  • membaca Al-Qur'an dengan benar

  • melakukan ibadah sesuai sunnah


4. Ihsan kepada makhluk Allah

Termasuk:

  • berbuat baik kepada hewan

  • tidak menyiksa hewan

  • memperlakukan makhluk dengan baik

 


Ringkasan Kajian Aqidah 

AQIDAH 10.11.25 resume chat gpt 

1. Rukun Islam Pertama: Syahadat

Syahadat:

لا إله إلا الله محمد رسول الله
Laa ilaaha illallaah Muhammadur Rasulullah

Artinya:
Tidak ada sesembahan yang benar selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Makna “Laa ilaaha illallaah”

Maknanya adalah:

  • Menafikan (nafyu) → meniadakan semua sesembahan selain Allah.

  • Menetapkan (itsbat) → menetapkan bahwa hanya Allah yang berhak disembah.

Sehingga maknanya:

Tidak ada sesembahan yang benar di langit dan di bumi kecuali Allah semata.

Semua sesembahan selain Allah adalah batil.

Dalil:
QS Al-Hajj: 62

“Yang demikian itu karena Allah Dialah yang Haq dan apa yang mereka sembah selain Dia adalah batil.”


2. Rukun Kalimat Laa ilaaha illallaah

Ada dua rukun:

1️⃣ Nafyu (peniadaan)

Menafikan semua sesembahan selain Allah.

2️⃣ Itsbat (penetapan)

Menetapkan bahwa hanya Allah yang berhak disembah.


3. Syarat-Syarat Laa ilaaha illallaah

Ada 7 syarat:

1️⃣ Ilmu (العلم)

Mengetahui makna syahadat.

Harus memahami bahwa:

  • semua sesembahan selain Allah ditiadakan

  • hanya Allah yang berhak disembah

Jika seseorang mengucapkan syahadat tanpa mengetahui maknanya, maka syahadat tersebut tidak memberi manfaat.

Dalil:
QS Muhammad: 19

“Maka ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah.”


2️⃣ Yakin (اليقين)

Meyakini tanpa keraguan.

Lawan dari yakin adalah ragu-ragu.

Dalil:
QS Al-Hujurat: 15

Orang beriman adalah yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian tidak ragu.


3️⃣ Ikhlas (الإخلاص)

Beribadah hanya kepada Allah.

Lawan dari ikhlas adalah syirik.


4️⃣ Jujur (الصدق)

Ucapan lisan sesuai dengan isi hati.

Lawan dari jujur adalah nifaq (kemunafikan).

Dalil:
QS Al-Baqarah: 8-10


5️⃣ Cinta (المحبة)

Mencintai kalimat tauhid dan konsekuensinya.

Lawan dari cinta adalah benci terhadap tauhid.

Dalil:
QS Al-Baqarah: 165


6️⃣ Tunduk dan Patuh (الانقياد)

Tunduk kepada hukum Allah.

Artinya:

  • menjalankan perintah

  • meninggalkan larangan

  • beribadah dengan ikhlas

Dalil:
QS Luqman: 22


7️⃣ Menerima (القبول)

Menerima seluruh ajaran Allah tanpa menolak.

Lawan dari menerima adalah menolak.


4. Rukun Iman Keenam: Iman kepada Qadha dan Qadar

Apa itu Qadar?

Qadar adalah:

Ketetapan Allah terhadap segala sesuatu yang telah terjadi dan yang akan terjadi sejak azali.

Azali artinya:
tidak memiliki permulaan.


Makna Beriman kepada Qadar

Beriman kepada qadar artinya meyakini bahwa:

  1. Allah mengetahui segala sesuatu.

  2. Allah menulis ketentuan segala sesuatu.

  3. Semua terjadi dengan kehendak Allah.

  4. Allah menciptakan segala sesuatu.


5. Tingkatan Iman kepada Qadar

Ada 4 tingkatan.

1️⃣ Ilmu

Allah mengetahui semua hal:

  • yang telah terjadi

  • yang sedang terjadi

  • yang akan terjadi

Ilmu Allah bersifat azali dan abadi.


2️⃣ Kitabah (Penulisan)

Allah telah menuliskan semua takdir di:

Lauhul Mahfuzh

Semua yang terjadi hingga hari kiamat telah tercatat.


3️⃣ Masyi’ah (Kehendak Allah)

Tidak ada sesuatu yang terjadi kecuali dengan kehendak Allah.

Kaedahnya:

Apa yang Allah kehendaki pasti terjadi
dan apa yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi.


4️⃣ Khalq (Penciptaan)

Allah menciptakan semua makhluk dan semua perbuatan mereka.


Catatan Penting dalam Kajian

Contoh dari kaum Quraisy:

  • Mereka mengakui Allah sebagai Rabb.

  • Tetapi mereka tetap menyembah berhala.

Karena itu mereka tidak mau mengucapkan Laa ilaaha illallaah, sebab mereka tahu konsekuensinya:

➡ hanya Allah yang boleh disembah.

 


Ringkasan Kajian Aqidah 

Aqidah 3 nov 25

resume chat gpt 

Pelajaran: Islam dan Iman (Halaman 9–10)

1. Pengertian Islam

a. Secara bahasa (etimologi)
Islam berarti:

  • Berserah diri

  • Tunduk

  • Patuh kepada Allah

Dalil:
QS. Al-Baqarah: 131

“Ketika Rabb berfirman kepadanya (Ibrahim), ‘Berserah dirilah!’
Ia menjawab: ‘Aku berserah diri kepada Rabb seluruh alam.’”


b. Secara syariat

Islam adalah:

Menyerahkan diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya,
berlepas diri dari kesyirikan,
dan menaati Allah dengan ketaatan.


2. Hubungan Islam dan Iman

Ada dua keadaan:

1️⃣ Jika disebut bersama

Maka maknanya berbeda.

  • Islam → amalan lahir (zahir)
    Contoh:

    • Shalat

    • Zakat

    • Puasa

    • Haji

  • Iman → keyakinan dalam hati
    Contoh:

    • Iman kepada Allah

    • Malaikat

    • Kitab

    • Rasul


2️⃣ Jika disebut terpisah

Maka maknanya saling mencakup.

  • Islam mencakup seluruh agama

  • Iman juga mencakup seluruh agama

Baik:

  • amalan lahir

  • keyakinan batin


3. Hadits Jibril (Dalil Islam dan Iman)

Hadits dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu.

Jibril datang kepada Nabi ﷺ lalu bertanya tentang:

1️⃣ Islam
2️⃣ Iman
3️⃣ Ihsan

Jawaban Nabi ﷺ tentang Islam:

Bersyahadat
Mendirikan shalat
Menunaikan zakat
Berpuasa Ramadan
Haji ke Baitullah jika mampu

(HR. Muslim)


4. Cabang-cabang Iman

Hadits Nabi ﷺ:

“Iman memiliki lebih dari enam puluh atau tujuh puluh cabang.
Yang paling tinggi adalah ucapan La ilaha illallah.
Yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan.
Dan rasa malu adalah bagian dari iman.”

(HR. Muslim dan Ahmad)


Rukun Islam

Rukun Islam ada 5:

1️⃣ Syahadat
2️⃣ Shalat
3️⃣ Zakat
4️⃣ Puasa Ramadan
5️⃣ Haji ke Baitullah


Dalil Rukun Islam

Ada dua hadits utama:

1️⃣ Hadits Jibril
Riwayat Umar bin Khattab

2️⃣ Hadits Ibnu Umar

“Islam dibangun di atas lima perkara…”

  • Syahadat

  • Shalat

  • Zakat

  • Puasa Ramadan

  • Haji

(HR. Bukhari dan Muslim)


Pelajaran Baru

Iman kepada Qadha dan Qadar

Definisi

Iman kepada qadar adalah:

Mengakui bahwa Allah mengetahui segala sesuatu,
menuliskan ketentuan segala sesuatu,
dengan kehendak dan keinginan-Nya,
dan Allah menciptakan segala sesuatu sesuai kehendak-Nya.

Jika Allah menghendaki sesuatu → maka terjadi.
Jika Allah tidak menghendaki → maka tidak terjadi.


Makna Al-Qadar

Al-Qadar adalah:

Ketetapan Allah terhadap segala sesuatu
yang telah terjadi dan yang akan terjadi
sejak dahulu hingga selamanya.


Tingkatan Iman kepada Qadar

Ada 4 tingkatan:

1️⃣ Ilmu (العلم)
Allah mengetahui segala sesuatu.

2️⃣ Kitabah (الكتابة)
Allah menuliskan semua takdir.

3️⃣ Masyi’ah (المشيئة)
Segala sesuatu terjadi dengan kehendak Allah.

4️⃣ Khalq (الخلق)
Allah menciptakan segala sesuatu.


✅ Empat ini disebut maratib al-qadar (tingkatan takdir).

Postingan Lama Beranda

sedikit saja

semoga Allah Talala istiqamahkan kita dalam ketaatan aamiin.

POPULAR POSTS

  • Al Khulasoh Al Asasiyyah Fii Masaail Al I’tiqodiyyah - P20
  • Al Khulasoh Al Asasiyyah Fii Masaail Al I’tiqodiyyah - P19
  • Al Khulasoh Al Asasiyyah Fii Masaail Al I’tiqodiyyah #Apa Hukum Haji dan umrah? - P16

Categories

  • #KualaTungkalMengaji 1
  • Adab 5
  • Adab-adab dalam islam 1
  • Al Khulasoh Al Asasiyyah Fii Masaail Al I’tiqodiyyah 38
  • Baca Buku 7
  • Bacabuku 1
  • Bahasa Arab 1
  • Bahasa Bugis 1
  • Belajar Online Teman Hijrah 5
  • Buku 3
  • Catatan Doa 1
  • Catatan Nasihat Untuk Diri Ini 2
  • Cerita Teman 1
  • cuap cuap 1
  • Deep 2
  • Doa 2
  • Faedah 1
  • Ilmu 1
  • IMUYSIAS1 67
  • IMUYSIAS2 5
  • Iqra Wartaqi Indonesia 18
  • Iqra Wartaqi Indonesian 1
  • Kajian 3
  • Kajian IOU 1
  • Kajian Iqra Wartaqi Indonesia 1
  • Kajian Muslimah 1
  • Kajian Online 1
  • Kajian Pranikah 1
  • Kelas Tajwid 3
  • Kuala Tungkal 2
  • Kuala Tungkal Mengaji 18
  • Mengaji 1
  • Modesty Beyond Hijab TSL 1
  • MOISA 4 1
  • Nasihah Linnisa 1
  • Nasihat 7
  • Obrilan Teman Hijrah 1
  • Parenting 2
  • pengingat diri 1
  • Penuntut Ilmu 1
  • poetry 1
  • puisi 1
  • Ramadan 1
  • Reminder 1
  • res 1
  • Resume Syarah Matan Al-Muqaddimah Imam Ibnu Al-Jazari 20
  • Resume Adab Penuntut Ilmu (Tadzkiratus Saami')2 5
  • Resume Aqidah dan Adab Penuntut Ilmu 20
  • resume Istikhraj Ahkam Ayat Al-Qur'an 7
  • Resume Tadabbur Al-Qur’an dan Amal 19
  • Sedekah 1
  • Shalat 1
  • Story WhatsApp 1
  • SYARAH BAIT-BAIT KHAIRUNNISA 3
  • Tafsir 1
  • Tahsin 1
  • Taj Al Waqar 1
  • TAJ AL WAQAR QISM INDONESIA 1
  • Tajwid 1
  • Tasheel 4
  • Teaching 1
  • Ustadz Abdurrahman Zahier Hafizhahullah 1
  • Ustadzah Fatimah Hafizahallah 4
  • Ustadzah Wita Hafizahallah 1
  • YMA4-14 2

Advertisement

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates