Al Khulasoh Al Asasiyyah Fii Masaail Al I’tiqodiyyah # Apa saja keutamaan-kemarin shalat? - P11
Hal. 18
# Apa saja keutamaan-kemarin shalat?
Keutamaan shalat itu Agung, mulia dan banyak.
Diantaranya:
1. Shalat itu penenang bagi hati dan penentram jiwa dan roh
Landasannya adalah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada sahabat Bilal:
«قُمْ يَا بِلَالُ فَأَرِحْنَا بِالصَّلاةِ»
Iqmahlah wahai bilal (mulai shalat) maka istirahatkanlah kami dengan shalat.
Faedah
Jika kita sudah melaksanakan shalat namun hati dan jiwa yang tenteram belum di dapatkan maka kita pertanyakan kembali shalat kita (apakah kita telah Mendirikan nya dengan benar)
Hadist riwayat Abu Daud Rahimahullahu.
2. Shalat adalah cahaya bagi manusia
🎀 hadits Abu Malik Al Asy’ari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَالصَّلاَةُ نُورٌ
“Shalat adalah cahaya.” (HR. Muslim no. 223) Rumaysho.com
🎀 Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhuma , diriwayatkan bahwa suatu hari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membicarakan tentang shalat lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُوراً وَبُرْهَاناً وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ وَلاَ بُرْهَانٌ وَلاَ نَجَاةٌ وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَىِّ بْنِ خَلَفٍ
Barangsiapa yang menjaga shalat lima waktu, maka shalat itu akan menjadi cahaya, bukti dan keselamatan baginya pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, bukti, dan juga tidak mendapat keselamatan. Dan pada hari kiamat, orang yang tidak menjaga shalatnya itu akan bersama Qarun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf.
HR. Ahmad dalam kitab al-Musnad, 2/169 dan ad-Darimi, 2/301. Imam al-Mundziri dalam kitab at-Targhib wat Tarhib, 1/440 mengatakan, “Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang jayyid.” alminhaj.or.id
🎀 dalam hadits Burairah Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
بَشِّرِ الْمَشَّائِينَ فِى الظُّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Berilah kabar gembira bagi orang yang berjalan ke masjid dalam keadaan gelap, bahwa ia akan mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari kiamat.
HR. Abu Daud, no. 561 dan at-Tirmidzi, no. 223. Hadits ini dihukumi sebagai hadits shahih oleh syaikh al-Albani dalam Misykatul Mashâbîh karena memiliki banyak syawahid, 1/224 alminhaj.or.id
3. Baiknya amalan seseorang tergantung dari baiknya shalat seorang hamba.
Dalilnya adalah
«أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلاةُ، فَإِنْ صَلَحَتْ صَلَحَ لَهُ سَائِرُ عَمَلِهِ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سائر عمله
Yang paling pertama dihisab dari seorang hamba adalah shalat. Jika shalatnya baik maka seluruh amalannya baik. Dan jika shalatnya rusak maka seluruh amalnya rusak. HR. Ath-tabrani dalam kitab ausath.
Shalat menjadi tolak ukur dari baik dan buruknya amalan seorang hamba.
4. Siapa yang menjaga shalat maka ia masuk surga
Dari ‘Ubadah bin ash-Shâmit Radhiyallahu anhu , ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خَمْسُ صَلَوَاتٍ كَتَبَهُنَّ اللهُ عَلَى الْعِبَادِ ، مَنْ أَتَىٰ بِهِنَّ لَمْ يُضَيِّعْ مِنْهُنَّ شَيْئًا اسْتِخْفَافًا بِحَقِّهِنَّ ؛ كَانَ لَهُ عِنْدَ اللهِ عَهْدٌ أَنْ يُدْخِلَهُ الْـجَنَّـةَ ، وَمَنْ لَمْ يَأْتِ بِهِنَّ ، فَلَيْسَ لَهُ عِنْدَ اللهِ عَهْدٌ ، إِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ ، وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُ.
Lima shalat yang Allâh wajibkan atas hamba-Nya. Barangsiapa mengerjakannya dan tidak menyia-nyiakannya sedikit pun karena menganggap enteng, maka ia memiliki perjanjian dengan Allâh untuk memasukkan dia ke surga. Dan barangsiapa tidak mengerjakannya, maka dia tidak memiliki perjanjian dengan Allâh. Jika Allâh berkehendak, maka Dia mengadzabnya dan jika Dia berkehendak Dia mengampuninya.
TAKHRIJ HADITS
Hadits ini shahih. Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam dalam al-Muwaththa’, kitab: Shalâtil Lail, bab: al-Amru bil Witr (I/120, no. 14); Abdurrazzaq dalam Mushannaf-nya (no. 4575); Ahmad (V/315-316, 319, 322); Al-Humaidi (no. 388); Abu Dawud (no. 425, 1420); An-Nasa-i (I/230); Ibnu Majah (no. 1401): Ad-Darimi (I/370); Ath-Thahawi dalam Syarh Musykilil Aatsaar (no. 3167 dan 3168); Al-Baihaqi (II/467); Ibnu Abi ‘Ashim dalam as-Sunnah (no. 967); Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (no. 977), dan lainnya.
Alminhaj.or.id
Hukuman dan kemurkaan dari Allah tidak hanya di akhirat tetapi juga di dunia salah satu contohnya adalah dia tidak diberi hidayah, meskinterlihat hal-hal duniawi yang ia miliki banyak (material) atau dengan kata lain istidraj.
5. Mencegah dari perbuatan keji dan mungkar
Dalilnya
QS Al-'Ankabut : 45
ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ
. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar.
Faidah
إِنَّ
Ketika Allah mengatakan inna maka perlu diperhatikan kata-kata setelahnya.
Keutamaan keutamaan shalat masih banyak diantaranya (di luar buku)
-membersihkan dosa
Dalilnya:
🎀Dari Jâbir Radhiyallahu anhu , dia mengatakan bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ كَمَثَلِ نَهَرٍ جَارٍ غَمْرٍ عَلَى بَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ
Shalat (fardhu) yang lima waktu itu seperti sebuah sungai yang airnya mengalir melimpah di depan pintu rumah salah seorang di antara kalian. Ia mandi dari air sungai itu setiap hari lima kali
HR. Muslim, no. 668
Alminhaj.or.id
🎀hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
Shalat yang lima waktu, Jumat yang satu ke Jumat lainnya, Ramadhan yang satu ke Ramadhan lainnya, itu bisa menjadi penghapus dosa di antara keduanya selama pelakunya menjauhi dosa-dosa besar. HR. Muslim no. 233
Alminhaj.or.id
-Allâh mengangkat derajat dan menghapuskan dosa (kesalahan) dengan sebab shalat.
🎀 hadits Tsauban Radhiyallahu anhu , (bekas budak Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam) dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Tsaubân Radhiyallahu anhu :
عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً
Hendaklah engkau memperbanyak sujud! Karena engkau tidaklah sujud kepada Allâh dengan sekali sujud melainkan Allâh akan meninggikan derajatmu dan akan menghapuskan satu kesalahan dengan sebab sujud itu. HR. Muslim 488 alminhaj.or.id
🎀 hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ وَرَاحَ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُ نُزُلَهُ مِنَ الْجَنَّةِ كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ
Barangsiapa pergi ke masjid diwaktu pagi hari dan sore hari, maka Allâh Azza wa Jalla menyiapkan untuknya hidangan dari surga setiap kali ia pergi di pagi atau sore hari.” [Muttafaqun ‘alaih: shahih di dalam shahih Bukhari dan Muslim]
HR. Al-Bukhâri, no. 662 dan Muslim, no. 669 Alminhaj.or.id
Allahu'alam .

0 Comments