📚 Pertemuan 6: Makhrajul Huruf (Tempat Keluarnya Huruf)
🕌 Pendahuluan
Segala puji bagi Allah yang telah memudahkan kita hadir dalam pelajaran tajwid membahas Matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah karya Imam Muhammad bin Al-Jazari رحمه الله.
Fokus pertemuan ini: pembahasan makhraj huruf secara garis besar.
🗣️ 1. Pengertian Makhraj
Makhraj (مَخْرَج) berarti tempat keluarnya huruf.
Dari sanalah sumber suara huruf muncul.
Berbeda antara:
Nafas (udara) → hanya komponen pembentuk suara.
Suara huruf (bunyi) → hasil pertemuan organ tertentu.
🧩 Contoh:
Huruf ب (ba) keluar dari pertemuan dua bibir (merapat).
Udara memang melewati semua huruf, tapi bukan itu makhrajnya.
⚖️ 2. Sukun vs Harakat
Sukun ( ْ ) = keadaan asal huruf, keadaan diam.
Harakat ( َ ِ ُ ) = keadaan tambahan, seperti “bumbu” dalam kata.
Fathah → ba (بَ)
Kasrah → bi (بِ)
Dhommah → bu (بُ)
🪶 Maka untuk mengetahui makhraj huruf, ucapkan huruf dalam keadaan sukun, karena di situlah posisi asal keluarnya huruf.
🏠 3. Pembagian Makhraj
Makhraj terbagi menjadi dua jenis:
Makhraj Umum (المخرج العام) → rumah besar
Makhraj Khusus (المخرج الخاص) → kamar di dalam rumah
Jumlah makhraj umum dan khusus berbeda menurut para ulama.
🕌 Ringkasan Materi Makhraj Huruf (Potongan Kelas)
🔹 1. Tenggorokan (الحلق)
Ada tiga bagian (ruangan) di tenggorokan:
Paling bawah: tempat keluar huruf ء (hamzah) dan هـ (ha)
Tengah: tempat keluar huruf ع (‘ain) dan ح (ha tipis)
Paling atas: tempat keluar huruf غ (ghain) dan خ (kho)
💡 Catatan Penting:
Beda antara masuk ke hidung (salah) dan getaran ringan dari akar lidah (benar).
Tidak boleh terlalu ditekan atau berlebihan karena bisa menimbulkan bunyi kasar/ngorok.
Fokus pada suara, bukan air liur — jika air liur ikut keluar, itu hal wajar selama suara benar.
🔹 2. Lidah (اللسان)
Lidah memiliki 10 kamar (makhraj kecil) yang menghasilkan 17 huruf Arab.
Untuk memudahkan, lidah dibagi menjadi 4 bagian utama:
Pangkal lidah (أقصى اللسان)
Tengah lidah (وسط اللسان)
Sisi lidah (حافة اللسان)
Ujung lidah (طرف اللسان)
🟣 1. Pangkal Lidah
Kamar 1: Huruf ق (qaf)
📍 Menempel ke langit-langit bagian lunak.
📌 Huruf tebal — posisi tengah lidah cekung.Kamar 2: Huruf ك (kaf)
📍 Antara langit-langit lunak dan keras (tengah).
📌 Kalau nafas terlalu banyak, bisa terdengar seperti “ha besar” → salah posisi dorongan nafas.
🔵 2. Tengah Lidah
Satu kamar, tapi menghasilkan 3 huruf: ج (jim), ش (syin), ي (ya)
📍 Semua dari tengah lidah yang menempel pada langit-langit.Jim (ج): paling ke depan
Syin (ش): sedikit ke belakang
Ya (ي): lebih ke belakang lagi
📌 Huruf-huruf ini “lunak” dan butuh keseimbangan antara tekanan dan aliran udara.
🟢 3. Sisi Lidah
Ada dua kamar:
Kamar pertama: Huruf ض (dhod)
Kamar kedua: Huruf ل (lam)
📍 Digunakan sisi lidah kiri, kanan, atau keduanya.
📌 Huruf ض (dhod) sulit karena makhrajnya luas dan unik (hanya ada di bahasa Arab).
🟡 4. Ujung Lidah
Ada 5 kamar, menghasilkan 11 huruf (antara lain: ن، ر، ت، د، ط، ص، ز، س، ظ، ذ، ث).
Ini bagian terpadat karena paling banyak huruf keluar dari sini.
💬 Pesan Motivasi dari Ustadzah:
Jangan putus semangat kalau belum bisa dengan sempurna. Bisa jadi Allah menunda kemudahan agar kita terus belajar dan tidak sombong.
Niatkan belajar untuk mengajar — karena sebaik-baik kita adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.
Gunakan waktu dengan baik (seperti saat nyetrika, mencuci, atau beraktivitas sambil murojaah makhraj).
📘 Kesimpulan Akhir:
Makhraj huruf = “rumah” tempat huruf keluar.
Lidah = rumah terbesar dengan 10 kamar.
Kunci belajar:
Kenali tempat keluarnya.
Rasakan pergerakan lidah dan aliran nafas.
Latih pendengaran untuk membedakan bacaan yang benar dan salah.
Jangan berlebihan dalam tekanan — gunakan secara alami dan ringan.
-----------
🕊️ Pendahuluan
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah ﷻ yang telah memuliakan kita dengan kalam-Nya, Al-Qur’anul Karim. Tidak ada kehormatan yang lebih besar bagi seorang Muslim selain bisa membaca kalam Rabb-nya dengan benar, indah, dan sesuai dengan cara Rasulullah ﷺ membacanya.
Ilmu yang akan kita pelajari ini disebut ilmu tajwid, yaitu ilmu untuk membaca Al-Qur’an dengan benar sesuai makhraj (tempat keluar huruf) dan sifat-sifat hurufnya.
Tujuannya bukan hanya agar bacaan terdengar indah, tapi agar makna Al-Qur’an tidak berubah dan agar kita membaca sebagaimana Rasulullah ﷺ membaca.
Ulama berkata:
من لم يُجَوِّدِ القرآنَ آثِمٌ
Barang siapa membaca Al-Qur’an tanpa tajwid, maka ia berdosa.
Karena dengan salah makhraj, bisa berubah arti dan makna.
Belajar tajwid bukan sekadar latihan mulut — tapi juga latihan hati.
Sebab, Al-Qur’an itu akan masuk ke hati yang bersih dan tenang.
Karena itu, setiap kali belajar, niatkan untuk mendekat kepada Allah, bukan hanya agar suara kita bagus.
🪶 Mengenal Makhraj Huruf Hijaiyah
Huruf-huruf Arab berjumlah 29.
Setiap huruf memiliki makhraj, yaitu tempat keluarnya suara huruf ketika kita mengucapkannya.
Secara umum, makhraj terbagi menjadi 5 bagian besar:
-
الحلق (Tenggorokan)
-
اللسان (Lidah)
-
الشفتان (Bibir)
-
الخيشوم (Hidung)
-
الجوف (Rongga mulut / tenggorokan bagian dalam)
Kita akan mempelajarinya satu per satu, disertai dengan contoh pengucapan, kesalahan umum, dan tips perbaikan — agar bacaanmu semakin mantap dan penuh keberkahan insyaAllah 🌿
🌿 Bagian 1 – Al-Jauf (الجَوْف)
📖 Rongga Tenggorokan dan Rongga Mulut
Bismillāh…
Sekarang kita belajar tentang Al-Jauf, yaitu ruang kosong di antara tenggorokan dan mulut.
Tempat ini bukan makhraj huruf tertentu seperti “tenggorokan” atau “lidah”, tapi merupakan asal keluarnya suara panjang (mad) dari tiga huruf utama:
🌿 Huruf-huruf mad (الحروف المَدِّيَة):
الألف (ا)
الواو (و)
الياء (ي)
🕋 1️⃣ Pengertian Al-Jauf
Al-Jauf secara bahasa berarti “rongga”.
Dalam tajwid, maksudnya adalah ruang udara di dalam tenggorokan dan mulut yang menjadi jalan keluarnya suara panjang.
Jadi huruf-huruf mad itu tidak keluar dari satu titik tertentu, tapi dari aliran udara yang memanjang dan lembut.
Ustadzah sering bilang:
“Huruf mad itu seperti angin yang berhembus lembut — tidak terputus, tidak tertahan. Kalau terputus, indahnya hilang.”
🌸 2️⃣ Huruf-huruf Mad dan Cara Pengucapannya
🩵 a. Huruf Alif (ا)
🔹 Syarat: Didahului oleh fathah (ـَ)
🔹 Cara keluar: Suara keluar dari rongga mulut dan tenggorokan secara alami, tanpa tekanan lidah atau bibir.
🔹 Contoh: قَالَ – نَامَ – سَاعَة
🪄 Latihan:
Ucapkan “aa” perlahan sambil biarkan udara keluar lembut dari mulut. Jangan tekan lidah atau buka mulut terlalu lebar.
→ Rasakan udara mengalir dari dada ke mulut dengan lembut.
⚠️ Kesalahan umum:
-
Membaca “a” terlalu pendek (tidak cukup satu harakat penuh).
-
Membuka mulut terlalu lebar sehingga suara pecah.
🌸 Nasihat ustadzah:
“Huruf alif itu seperti nafas tenang orang yang yakin pada Allah. Lembut, panjang, tidak tergesa.”
💙 b. Huruf Wau (و)
🔹 Syarat: Didahului oleh dhammah (ـُ)
🔹 Cara keluar: Bibir sedikit membulat, tapi suara panjang keluar dari rongga mulut dan tenggorokan, bukan dari bibir itu sendiri.
🔹 Contoh: يَقُولُ – نُورٌ – رُسُولٌ
🪄 Latihan:
Ucapkan “uuu” panjang sambil biarkan udara keluar lembut dari dalam, bukan dari bibir.
Perhatikan jangan terlalu menekan suara di depan mulut.
⚠️ Kesalahan umum:
-
Mengucapkan terlalu kuat hingga seperti huruf “o”.
-
Mengembungkan pipi atau menahan udara di mulut.
🌸 Nasihat ustadzah:
“Wau mengajarkan keseimbangan. Ia bulat tapi tidak berlebihan, panjang tapi tidak dibuat-buat. Begitulah seharusnya bacaan Qur’an.”
💚 c. Huruf Ya (ي)
🔹 Syarat: Didahului oleh kasrah (ـِ)
🔹 Cara keluar: Sisi lidah agak mendekat ke langit-langit tengah, sementara udara mengalir panjang dari dalam rongga.
🔹 Contoh: قِيلَ – نَبِيٌّ – فِي
🪄 Latihan:
Ucapkan “iii” panjang sambil rasakan aliran udara dari tenggorokan, bukan hanya suara “i” dari mulut.
Jangan biarkan suara jadi seperti “e”.
⚠️ Kesalahan umum:
-
Membaca terlalu pendek.
-
Mengucapkan seperti huruf “ye” atau “ei” ala bahasa Indonesia.
🌸 Nasihat ustadzah:
“Huruf ya adalah huruf kelembutan dan kasih sayang. Bacalah dengan lembut, karena ia sering muncul dalam nama-nama indah seperti ‘Isa, Maryam, Yusuf.”
🌿 3️⃣ Rahasia Keindahan Huruf Mad
Huruf-huruf mad memberi nafas dan irama dalam bacaan Al-Qur’an. Tanpa mad, bacaan terasa kaku dan terpotong-potong.
Namun, kalau mad berlebihan, bacaan jadi mirip nyanyian.
🪞 Ustadzah sering menasihati:
“Jaga mad seperti kamu menjaga nafas — tidak lebih, tidak kurang. Kalau pas, maka bacaanmu akan enak didengar dan menenangkan hati.”
⚠️ 4️⃣ Kesalahan Umum dalam Membaca Huruf Mad
-
Tidak memanjangkan suara sesuai hukum mad (1, 2, 4, 6 harakat).
-
Membaca dengan tekanan dari tenggorokan (jadi serak).
-
Menarik suara dari mulut, bukan dari rongga (jadi kasar).
🪄 Cara memperbaiki:
-
Latih nafas dengan membaca huruf mad sambil menghitung:
“آااا…” (4 detik) – “وُوُوُ…” – “يِيِيِي…”
-
Pastikan udara keluar alami, bukan ditahan.
-
Dengarkan murottal qari’ seperti Mishari, Al-Afasy, atau Al-Husary untuk meniru aliran nafas yang lembut.
💛 5️⃣ Nasihat Ustadzah
“Huruf mad itu cermin hati. Kalau bacaanmu lembut dan stabil, berarti hatimu sedang tenang. Tapi kalau terburu-buru dan putus-putus, mungkin hatimu sedang gelisah. Maka perbaiki hatimu, insyaAllah bacaanmu pun akan ikut indah.”
Dan biasanya ustadzah menutup bagian ini dengan kalimat lembut:
“Mad adalah tempat kita bernafas dalam membaca Al-Qur’an. Gunakan ia bukan untuk memanjangkan suara, tapi untuk menenangkan jiwa.”
🌿 BAGIAN 2: HURUF TENGGOROKAN (الحروف الحلقية)
1. Tenggorokan (Makhraj Asli Bagian Belakang)
| Bagian | Huruf | Tips & Penjelasan |
|---|---|---|
| Pangkal tenggorokan (deep throat) | Hamzah (ء), Ha (هـ) | Posisi: tarik napas dalam, keluarkan suara dari pangkal tenggorokan. Jangan terlalu menekan, rasakan getaran ringan. |
| Tenggorokan tengah | Ain (ع), Ghain (غ) | Posisi lidah: tarik pangkal lidah sedikit ke belakang, jangan menyentuh langit-langit. Rasakan getaran di tenggorokan. |
| Tenggorokan atas | Kha (خ), Ha (ح) | Tarik lidah ke belakang tenggorokan, hembuskan napas lembut. Kha berbunyi “serak” di tenggorokan. |
Huruf tenggorokan ada enam:
ء (hamzah), ه, ع, ح, غ, خ
Tenggorokan dibagi menjadi tiga bagian:
-
Bagian paling bawah (أدنى الحلق)
→ huruf ء (hamzah) dan ه -
Bagian tengah (وسط الحلق)
→ huruf ع dan ح -
Bagian atas (أعلى الحلق)
→ huruf غ dan خ
🌸 1. Huruf ء (hamzah)
📍 Makhraj:
Keluar dari bagian paling bawah tenggorokan, di area dekat pangkal leher.
🗣️ Cara pengucapan:
Suara keluar tiba-tiba seperti hentakan dari tenggorokan bawah, tanpa desah.
Contoh: أَ، إِ، أُ
❌ Kesalahan umum:
-
Menyamakan hamzah dengan huruf ‘ain (ع)
-
Tidak menampakkan hentakan suara (jadi terlalu halus)
💡 Tips:
Latih dengan mengucap “أَ – إِ – أُ” perlahan sambil rasakan getaran di bawah tenggorokan.
Bisa juga latihan dengan kata “أَكَلَ – إِنَّ – أُمِّي”.
🌸 2. Huruf ه
📍 Makhraj:
Dari bagian bawah tenggorokan juga, bersama hamzah, tapi udara keluar lebih lembut dan mengalir.
🗣️ Cara pengucapan:
Hembuskan udara ringan, seperti saat mengucap “haaa...”
Contoh: هُوَ، فَهِمَ، أَهْلٌ
❌ Kesalahan umum:
-
Mengucapkannya terlalu kuat seperti “ḥa” (menjadi ح)
-
Tidak terdengar sama sekali (tertelan)
💡 Tips:
Ucapkan dengan rasa lembut — bayangkan sedang menghembuskan napas halus.
Latih dengan kata “اللَّهُ – هُدًى – فَهِمَ”.
BAGIAN 2 (lanjutan): HURUF LIDAH — Bagian Ujung dan Sekitarnya
Huruf-huruf di bagian ini termasuk:
ل (Lam), ن (Nun), ر (Ra’), ت (Ta), د (Dal), ط (Tha’), س (Sin), ز (Zay), ص (Sad)
🌸 6. Huruf ل (Lam)
📍 Makhraj:
Keluar dari ujung lidah bagian depan, menempel pada langit-langit atas tepat di belakang gigi seri atas.
🗣️ Cara pengucapan:
Suara keluar lembut dan mengalir tanpa hentakan.
Contoh: لَيْل – قَالَ – اللَّهُ
❌ Kesalahan umum:
-
Terlalu tebal seperti “law” (padahal hanya tebal di lafazh Allah)
-
Kurang jelas sehingga terdengar seperti “n”
💡 Tips Ustadzah:
-
Huruf ل adalah huruf lembut tapi jelas.
-
Ketika mengucap lafazh “اللَّهُ”, tebalkan hanya karena berdekatan dengan huruf tafkhim (الله bukan lillah).
-
Ustadzah sering berkata, “Lam itu seperti senyum yang menenangkan — tidak ditekan, tapi terasa hadir.”
🌸 7. Huruf ن (Nun)
📍 Makhraj:
Dari ujung lidah yang menyentuh gusi gigi seri atas, dibantu dengan getaran dari rongga hidung (khaysyum).
🗣️ Cara pengucapan:
Suara keluar dari lidah dan hidung secara bersamaan.
Contoh: نُور – مَنْ – إِنَّ
❌ Kesalahan umum:
-
Tidak ada getaran di hidung (jadi seperti “d”)
-
Dihentak terlalu keras
-
Sengau berlebihan
💡 Tips Ustadzah:
-
Letakkan lidah ringan saja, jangan ditekan.
-
Tutup hidungmu pelan saat latihan; kalau suara berubah, berarti kamu sudah benar keluar dari hidung.
-
Ustadzah sering bilang, “Nun itu huruf lembut penuh kasih, dia keluar dari lidah dan hidung bersama, seperti senyum lembut seorang ibu.” 💛
🌸 8. Huruf ر (Ra’)
📍 Makhraj:
Dari ujung lidah yang sedikit menempel pada langit-langit depan (bukan gigi).
Huruf ini bergetar ringan saat diucapkan.
🗣️ Cara pengucapan:
Biarkan lidah bergetar sebentar, jangan ditahan.
Contoh: رَحْمَة – كَرِيم – فِرْعَوْن
❌ Kesalahan umum:
-
Tidak ada getaran (jadi seperti “l”)
-
Terlalu tebal di tempat yang seharusnya tipis (contoh: فِرْق seharusnya tipis, bukan tebal)
-
Getaran terlalu banyak (jadi berlebihan)
💡 Tips Ustadzah:
-
Latih “رَ رِ رُ” perlahan sampai lidahmu bergetar lembut.
-
Tebalkan hanya jika ada sebab tafkhim (fathah, dhommah, atau sebelumnya huruf tebal).
-
Ustadzah sering bilang: “Huruf ra’ itu berwibawa tapi lembut. Ia bergetar bukan karena keras, tapi karena yakin.” 🌿
🌸 9. Huruf ت (Ta), د (Dal), ط (Tha’)
Ketiga huruf ini keluar dari ujung lidah yang menyentuh gigi seri atas — tapi dengan kekuatan dan sifat yang berbeda.
| Huruf | Sifat Utama | Cara Pengucapan | Contoh |
|---|---|---|---|
| ت (Ta) | Tipis, lembut | Ujung lidah menempel ringan ke gigi atas | تَابَ – مَتَى |
| د (Dal) | Sedang, ada pantulan | Sama posisi dengan ت tapi lebih kuat | دِين – قَدْ |
| ط (Tha’) | Tebal, kuat | Posisi sama tapi lebih dalam dan ditekan | طَالِب – خَطْ |
🌿 BAGIAN 4: HURUF BIBIR (حروف الشَّفَتَيْن)
Bibir termasuk salah satu makhraj penting dalam pengucapan huruf-huruf Al-Qur’an.
Ada empat huruf yang keluar dari bibir, yaitu:
ف (Fa), ب (Ba), م (Mim), و (Waw non-vokal)
Bibir punya dua peran:
-
Kadang atas dan bawahnya saling bertemu,
-
Kadang bibir bawah menyentuh gigi atas,
-
Kadang terbuka tapi membentuk bulatan.
Mari kita pelajari satu per satu 🌸
🌸 1. Huruf ف (Fa)
📍 Makhraj:
Dari ujung gigi seri atas yang menyentuh bagian dalam bibir bawah.
🗣️ Cara pengucapan:
Keluarkan udara ringan sambil menyentuh sedikit bibir bawah ke gigi atas.
Contoh: فِي – فَتَحَ – كَفَى
❌ Kesalahan umum:
-
Bibir ditutup penuh (jadinya seperti “ب”)
-
Tidak ada hembusan udara (jadi datar)
💡 Tips Ustadzah:
-
“Fa itu seperti napas yang berzikir.”
-
Jangan tekan terlalu kuat — cukup sentuh lembut antara gigi atas dan bibir bawah.
-
Latih dengan “فَ – فُ – فِ” dan rasakan angin halus keluar.
🌸 2. Huruf ب (Ba)
📍 Makhraj:
Dari dua bibir yang saling menutup dengan lembut, lalu terbuka sedikit saat suara keluar.
🗣️ Cara pengucapan:
Suara keluar dengan tekanan lembut, tidak disertai udara (berbeda dari ف).
Contoh: بَاب – كَتَبَ – رَبٌّ
❌ Kesalahan umum:
-
Diucapkan seperti “pa” (karena terlalu ditekan)
-
Tidak menampakkan qalqalah ketika mati
💡 Tips Ustadzah:
-
Bila huruf ب mati, keluarkan dengan qalqalah kecil (pantulan halus).
-
“Ba” itu huruf penuh kasih — dua bibir bertemu lembut, bukan keras.
-
Latih dengan: “أَبَ – بَاب – كَتَبَ.”
🌸 3. Huruf م (Mim)
📍 Makhraj:
Dari dua bibir yang saling menutup sempurna, dan suara keluar dari rongga hidung (khaysyum).
🗣️ Cara pengucapan:
Ucapkan sambil menutup mulut rapat tapi biarkan udara keluar dari hidung.
Contoh: مُحَمَّد – أَمِين – نِعْمَة
❌ Kesalahan umum:
-
Tidak ada dengung (jadi seperti “ba”)
-
Hidung tidak ikut bergetar
-
Sengau berlebihan
💡 Tips Ustadzah:
-
Tutup hidungmu perlahan saat latihan; kalau suara berubah, berarti kamu benar sudah mengeluarkan dari hidung.
-
“Mim” itu huruf yang penuh kelembutan, cocok dibaca dengan senyum. 🌸
-
Latih dengan: “مَ – مُ – مِ – أَمِين – مِمَّا”.
🌸 4. Huruf و (Waw non-vokal)
📍 Makhraj:
Dari dua bibir yang sedikit menonjol ke depan (membulat), tanpa menutup rapat.
🗣️ Cara pengucapan:
Suara keluar dengan lembut dan mengalir, tidak terhenti.
Contoh: وَرَق – وَلَد – سُورَة
❌ Kesalahan umum:
-
Bibir ditutup rapat (jadi seperti “ب”)
-
Tidak membulatkan bibir
-
Diucapkan terlalu kering (tidak mengalir)
💡 Tips Ustadzah:
-
Bayangkan sedang meniup udara lembut sambil mengucap “ووو...”
-
“Waw itu huruf cinta dan kelembutan — keluar dari bulatan bibir, penuh ketenangan.” 💛
-
Latih dengan: “وَلَد – وَسَط – سُورَة.”
🌷 Catatan Akhir Bagian Bibir:
Huruf-huruf bibir menunjukkan keseimbangan antara kelembutan dan kekuatan.
-
Ada yang penuh napas (ف),
-
Ada yang tertutup rapat (ب),
-
Ada yang berdengung lembut (م),
-
Dan ada yang mengalir indah (و).
Jika dibaca dengan hati, semuanya terdengar seperti zikir yang menenangkan jiwa. 🌿
🌿 Bagian 5: Al-Khayshum (الخَيْشُوم) – Rongga Hidung
Aku akan tulis langsung dengan format dan nuansa seperti ustadzah menjelaskan di kelas tahsin, ya.
📖 Tempat keluarnya suara ghunnah (dengung)
Bismillāh…
Kita sampai pada bagian yang kecil tapi sangat penting — yaitu al-khayshum, atau rongga hidung.
Dari sinilah keluar suara ghunnah (غُنَّة), yaitu dengung lembut yang khas, yang keluar dari dalam hidung, bukan dari mulut.
Suara ghunnah ini muncul pada dua huruf:
ن (nun) dan م (mim)
Namun, ghunnah tidak hanya terdengar ketika membaca nun dan mim biasa, tapi juga ketika keduanya disamarkan atau diidghamkan pada hukum-hukum tajwid tertentu.
🕋 1️⃣ Apa itu Ghunnah (غُنَّة)
Ghunnah adalah suara dengung yang lembut dan halus, keluar dari rongga hidung tanpa disertai suara dari mulut.
Ustadzah sering mengatakan:
“Ghunnah itu seperti suara yang tersisa di hidung ketika kita menutup mulut tapi tetap mengeluarkan nafas.”
Contoh sederhana, coba kamu tutup mulut rapat-rapat lalu ucapkan pelan:
“mmm…”
Kamu akan merasakan getaran lembut di hidung — itulah ghunnah.
🌸 2️⃣ Huruf yang Mengandung Ghunnah
-
ن (Nun)
Contoh: نَاس، إِنَّ، جَنَّة -
م (Mim)
Contoh: مَنْ، أَمَّا، يَمْشُونَ
Kedua huruf ini memiliki ghunnah asal (tetap ada dengungnya), bahkan tanpa hukum tajwid tertentu.
Selain itu, ada ghunnah tambahan (aridhah) yang muncul dalam hukum-hukum seperti:
-
Idghām bighunnah → (contoh: مِنْ يَقُولُ)
-
Ikhfā’ → (contoh: أَنْزَلْنَا)
-
Idghām mim-mim (tasydid mim) → (contoh: ثُمَّ)
🪞 3️⃣ Cara Melatih Suara Ghunnah
Ustadzah biasanya membimbing dengan latihan seperti ini:
-
Tutup mulut rapat-rapat, lalu ucapkan pelan “mmm…” selama 2–3 detik.
👉 Rasakan getarannya di hidung. -
Buka sedikit mulut, tapi tetap tahan udara di hidung.
👉 Dengungnya masih terdengar, kan? -
Coba baca contoh ayat dengan dengung yang alami:
-
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ (ghunnah di نَّا)
-
ثُمَّ رَجَعَ (ghunnah di مَّ)
-
Latihan ini bisa kamu ulang setiap hari selama 2–3 menit untuk melatih kestabilan suara ghunnah.
⚠️ 4️⃣ Kesalahan Umum dalam Ghunnah
-
Dengung terlalu panjang, sampai melewati waktu satu harakat.
→ Jadinya seperti nyanyi, bukan tajwid. -
Dengung keluar dari tenggorokan, bukan hidung.
→ Suaranya jadi serak atau keras. -
Tidak ada dengung sama sekali.
→ Bacaan terasa kering, kurang lembut.
🌿 Cara memperbaiki:
-
Gunakan cermin dan letakkan jari di pangkal hidung. Jika terasa getarannya, berarti ghunnah kamu sudah keluar dari tempat yang benar.
-
Perhatikan guru/ustadzah membaca, tirukan nadanya, bukan hanya bunyinya.
💛 5️⃣ Nasihat Ustadzah
“Ghunnah itu lembut, tapi menembus hati. Ia keluar bukan dengan kekuatan lidah, tapi dengan kelembutan hati. Maka siapa yang ingin membaca Al-Qur’an dengan benar, latihlah hatinya agar lembut sebagaimana lembutnya ghunnah.”
Ustadzah juga sering menutup bagian ini dengan pesan:
“Jangan buru-buru dalam bacaan. Setiap huruf punya rumahnya — dan ghunnah ini adalah suara keindahan dari rumah hidung kita. Kalau kita jaga letaknya, maka bacaan kita akan enak didengar dan menenangkan.”

0 Comments