BETAH (BELAJAR TAUHID) VOL. 4

 


#SoviaAndani

#TugasTauhid04

🌸Betah🌸

┗━━┫⦀⦙ Bismillah... ⦙⦀┣━━┛

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

BETAH (Belajar Tauhid)

Tanggal : Sabtu, 07 September 2024

Waktu : 20:00 WIB

Tempat : Live Telegram/TEHtemanhijrah

Kitab : Muqorror Tauhid Kitab Ta'limi lin Nasyiah wal Mubtadin (Pelajaran Tauhid tingkat pemula dan lanjutan)

Penulis : Syaikh Dr. Abdul Aziz bin Muhammad Alu Abdul Latif -hafidzahumullah-

Pertemuan 4.

 

Nabi shallallahu alaihiwasallam adalah tidak meminta selain meminta tambahan ilmu

 

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

 

Artinya: Wahai Rabb-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu.

(QS. Thaaha: 114)

______

 

س ۱ - ما دينك؟

1. Soal: Apa agamamu?

ج ديني الإسلام.

Jawab: Agamaku Islam.

Dalil:

QS Ali 'Imran : 85

 

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ ٱلْإِسْلَـٰمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى ٱلْـَٔاخِرَةِ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ

 

Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.

(Ditunjukkan kepada kita bahwa siapa yang mencari agama selain Islam maka tertolak)

Kemudian kita melihat kembali

 

QS Ali 'Imran : 83

أَفَغَيْرَ دِينِ ٱللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُۥٓ أَسْلَمَ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوٰتِ وَٱلْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang di langit dan di bumi berserah diri kepada-Nya, (baik) dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan?

(pada ayat lebih awal, di sampaikan bahwa)

QS Ali 'Imran : 19

إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَـٰمُ  ۗ  ...

Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. ...

Maka agama Islam ini adalah agama kita dan agama para Nabi maupun Rasul-Rasul sebelum Nabi Muhammad ﷺ Kenapa demikian?

Karena pokonya sama, akidahnya sama yaitu hanya beribadah kepada Allah saja tanpa kesyrikan. Tetapi, yang berbeda hanya tata caranya saja.

 

 

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

اْلإِسْلاَمُ يَعْلُوْ وَلاَ يُعْلَى.

“Islam itu tinggi dan tidak ada yang mengalahkan ketinggiannya.” [HR. Ad-Daruquthni (III/ 181 no. 3564),

almanhaj.or.id

 

س ٢ - ما الإسلام؟

2. Soal: Apakah Islam itu?

ج الإسلام هو توحيد الله وطاعة الله، وترك مخالفة أمر الله تعالى.

Islam secara bahasa; berserah diri, tunduk-patuh

Secara istilah: memiliki definisi  yang berbeda

Ø  Ketika didefinisakan sendiri dan Ketika disandingkan dengan Iman

Jawab: Islam (Ketika didefinisikan sendiri) adalah mengesakan Allah Ta'ala dan menaatiNya, serta meninggalkan apa yang bertentangan dengan perintahNya.

Menurut Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab rahimahulllah, definisi Islam adalah:

اْلإِسْلاَمُ: َاْلإِسْتِسْلاَمُ ِللهِ بِالتَّوْحِيْدِ وَاْلإِنْقِيَادُ لَهُ باِلطَّاعَةِ وَالْبَرَاءَةُ مِنَ الشِّرْكِ وَأَهْلِه

“Islam adalah berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk dan patuh kepada-Nya dengan ketaatan, dan berlepas diri dari perbuatan syirik dan para pelakunya.” (alminhaj.co.id)

Maka Islam itu secara ibadah, perkataan, perbuatan.

Ø  Apabila kata Islam disebutkan bersamaan dengan kata iman, maka yang dimaksud Islam adalah perkataan dan amal-amal lahiriyah (yang terlihat). Iman berkaitan dengan amalan hati

Dalilnya:

Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla:

قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُل لَّمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِن قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ

“Orang-orang Arab Badui berkata, ‘Kami telah beriman.’ Katakanlah (kepada mereka), ‘Kamu belum beriman, tetapi katakanlah, ‘Kami telah tunduk (Islam),’ karena iman belum masuk ke dalam hatimu…
[Al-Hujuraat/49: 14]

 

س ٣ - ما أساس الإسلام؟

3. Apalah landasan Islam?

ج أساس الإسلام شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله.

Jawab: Landasan Islam adalah dua kalimat syahadat bahwasanya tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad ﷺ utusan Allah.

Tidak bisa rukun Islam dikerjakan sepotong-sepotong. Dia harus mengucapkan dua klimat syahadat. Tidak  bisa dia dikatakan Islam jika tidak bersyahadat.

Dalilnya:

Ø  Hadits Pertama

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak): Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, hajji, dan puasa Ramadhan”. [HR Bukhari, no. 8].

Ø  Hadits Kedua

عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسَةٍ عَلَى أَنْ يُوَحَّدَ اللَّهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَالْحَجِّ فَقَالَ رَجُلٌ الْحَجُّ وَصِيَامُ رَمَضَانَ قَالَ لَا صِيَامُ رَمَضَانَ وَالْحَجُّ هَكَذَا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak),: mentauhidkan (mengesakan) Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, puasa Ramadhan, dan hajji”. Seorang laki-laki mengatakan: “Haji dan puasa Ramadhan,” maka Ibnu Umar berkata: “Tidak, puasa Ramadhan dan haji, demikian ini aku telah mendengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam”. [HR. Muslim, no. (16)-19]

Dua hadist di ucapkan oleh Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma dengan urutan yang berbeda.

Ø  Hadits Ketiga

عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ عَلَى أَنْ يُعْبَدَ اللَّهُ وَيُكْفَرَ بِمَا دُونَهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak): beribadah kepada Allah dan mengingkari (peribadahan) kepada selainNya, menegakkan shalat, membayar zakat, haji dan puasa Ramadhan”. [HR Muslim, no. (16)-20].

 

س ٤ - لماذا نقوم جميعا لأداء الصلاة عند سماع الأذان؟

4. Soal : Kenapa kita semua berdiri untuk me- negakkan shalat ketika mendengar adzan?

ج - لأن الصلاة ركن من أركان الإسلام، ولا يكون الإنسان مسلما إلا بفعلها.

Jawab: Sebab shalat adalah salah satu rukun dari rukun-rukun Islam. Dan tidaklah seseorang itu disebut Muslim kecuali dengan melakukannya.

Dalilnya adalah:

Ø  Pertama
وَعَنْ جَابِرٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يَقُولُ : (( إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّر ْكِ وَالكُفْرِ ، تَرْكَ الصَّلاَةِ )) رَوَاهُ مُسْلِمٌ .

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya batas antara seseorang dengan syirik dan kufur itu adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, tidak. 82]

Imam Nawawi rahimahullah menyebutkan, “Jika seseorang meninggalkan shalat, maka tidak ada antara dirinya dan kesyirikan penghalang itu, bahkan ia akan terjatuh dalam syirik. Istilah syirik dan kafir kadang bisa bermakna sama yaitu kafir kepada Allah.” (Syarh Shahih Muslim, 2:64)

 

Ø  Kedua

وَعَنْ بُرَيْدَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، عَنِ النَّبيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( العَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلاَةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ )) رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ )) .

Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perjanjian yang mengikat antara kita dan mereka adalah shalat, maka siapa saja yang meninggalkan shalat, sungguh ia telah kafir.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadirs ini hasan shahih.) [HR. Tirmidzi, no. 2621 dan An-Nasa’i, no. 464. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.]

Ø  Ketiga

وَعَنْ شَقِيقٍ بْنِ عَبْدِ اللهِ التَّابِعيِّ المتَّفَقِ عَلَى جَلاَلَتِهِ رَحِمهُ اللهُ ، قَالَ : كَانَ أصْحَابُ محَمَّدٍ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – لاَ يَرَوْنَ شَيْئاً مِنَ الأعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلاَةِ . رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ في كِتَابِ الإِيْمَانِ بِإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ .

 

Dari Syaqiq bin ‘Abdullah seorang tabi’in  yang disepakati kemuliaannya–semoga Allah merahmatinya–ia berkata, “Para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memandang kufur karena meninggalkan amal, kecuali shalat.” (HR. Tirmidzi dalam kitab Al-Iman dengan sanad yang shahih) [HR. Tirmidzi, no. 2622. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Dalam Sunan Tirmidzi disebutkan nama tabi’innya adalah ‘Abdullah bin Syaqiq]

 

Meninggalkan shalat sangat berbahaya. Para ulama berselisih pendapat mengenai orang yang meninggakan shalat. Menurut pendapat

Jika meninggal shalat karena malas maka dia berdosa dengan dosa yang amat anggung.

Jika ia meninggalkan shalat karena menganggap shalat tidak penting maka, tidak wajib maka ini menyebabkan ia keluar dari Islam.

 

٥ س - من الرسول الذي أرسله الله إلينا؟

5. Soal: Siapakah Rasul yang diutus Allah kepada kita?

 

ج - النبي محمد ﷺ هو الرسول الذي أرسله الله إلينا.

Jawab: Nabi Muhammad ﷺ yang diutus Allah Subhanahu Wa Ta'ala kepada semua.

Dalilnya adalah:

QS Al-Anbiya : 107

وَمَآ أَرْسَلْنَـٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَـٰلَمِينَ

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.

Perlu diketahui Allah

1)     Allah mengutus Nabi Muhammad ﷺ adalah rahmat bagi seluruh alam.

2)     Nabi Muhammad ﷺ diciptaka, dihiasi pada diri beliau dengan rahmat.

3)     Agama yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ semua yang di ajarkan adalah rahmat bagi Jin dan Manusia bagi mereka yang dikenakan beban beribadah.

4)     Nabi Muhammad ﷺ diutus dan datang kepada  jin dan manusia dengan segala kebaikan baik di dunia maupun akhirat.

5)     Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah rahmat terbesar.

 

 س ٦ - لماذا أرسل الله محمداً ﷺ إلى الناس جميعاً؟

Soal : Kenapa Allah mengutus Nabi Muhammad ﷺ kepada semua manusia?

ج-  أرسله الله إلى الناس ليعلمهم الإسلام.

Jawab : Beliau ﷺ diutus Allah Ta'ala kepada segenap umat manusia agar beliau mengajarkan Islam.

Semua nabi diutus untuk mengajarkan tentang Islam.

Dalilnya:

Ø  QS Al-Ma'idah : 67

۞ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ بَلِّغْ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ  ۖ  وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُۥ  ۚ  وَٱللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ ٱلنَّاسِ  ۗ  إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَـٰفِرِينَ

Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.

Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu maksudnya adalah Al-Quran.
Apa isi Al-Quran? Mengajarkan manusia tentang Islam.

Ø  QS An-Nahl : 44

بِٱلْبَيِّنَـٰتِ وَٱلزُّبُرِ  ۗ  وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُون   

(mereka Kami utus) dengan membawa keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan Ad-Zikr (Al-Qur'an) kepadamu, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkan.

Memikirkan tentang apa? Tentang isi Al-Quran, menyembah Allah saja meninggalkan sesembahan selain Allah.

Ø  QS Al-Kahf : 110

قُلْ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰٓ إِلَىَّ أَنَّمَآ إِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌ وٰحِدٌ  ۖ  فَمَن كَانَ يَرْجُوا لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَـٰلِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدًا

Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa." Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia menyekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.

Nabi Muhammad ﷺ

س ٧- ما الذي يدعو إليه النبي محمد ﷺ؟

Soal : Kepada apa  Nabi Muhammad ﷺ mendakwahi/ mengajak/ menyerukan manusia?

ج- يدعو النبي محمد ﷺ إلى عبادة الله وحده، وترك عبادة غير الله

Jawab : Beliau ﷺ mendakwahi/ mengajak/ menyerukan untuk manusia menyembah Allah Ta'ala semata dan meninggalkan penyembahan kepada selain-Nya.

Dalilnya:

Ø  QS Az-Zumar : 53

۞ قُلْ يَـٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ  ۚ  إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا  ۚ  إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Ayat ini adalah angin segar begi pelaku kesyirikan. Nabi mengajak jin dan manusia yang terkena beban beribadaj]h bahwa tidak boleh menduakan Allah. Allah membenci orang yang berbuat kesyirikan.

Ø  QS An-Nisa' : 48

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ  ۚ  وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.

               Walaupun melakukan dosa syirik sesungguhnya jika seseorang bertaubat, maka Allah menganpuninya.

Namun, kenapa dikatakan Allah tidak akan menganpuni dosa syirik pada ayat di atas? Jika ia tidak mau bertaubat. Pelaku dosa besar, jika ia masih memiliki keimanan dihatinya, makai akan mendapat siksa dulu di neraka sampai bersih, namun karena dia memiliki keimanan maka ia (atas izin Allah) akan di masukkan ke surga. Tetapi jika pelaku syirik tidak bertaubat, maka akan kekal di neraka.

Syaikh Abdul Aziz mengatakan seluruh dosa selain syirik itu di bawah kehendak Allah. Kenapa dosa selain syirik itu di bawah kehendak Allah? Apakah dosa syirik itu tidak di bawah kehendak Allah? Ia karena Allah tidak meridhai pelaku kesyirikan. Allah telah memberi kesempatan yang besar untuk ia bertaubat dari kesyirikan, dari menyembah selain Allah saja. Pelaku kesyrikan adalah orang yang dzalim. Missal kita tinggal di rumah orang, di kasih kerja, pakaian, makan, dll dan kemudian orang yang memberi fasilitas itu mengatakan asal kamu pulangnya tidak lebih dari jam 9 malam. Apakah kamu ikut aturan? Ikutkan. Nah, apa lagi Allah, semuanya kita sudah dikasih Allah untuk apa? Untuk beribadah tapi kok masih membangkang? (naudzubillah, semoga kita semua dijauhkan dari perbuatan syirik dan dosa yang menjauhkan kita dari rahmat Allah. Aamiin Allahumma aamiin)  

 

Sumber hadist:

·        Alminhaj

·        Rumaysho

 

0 Comments