Segala puji hanya milik Allah ta'ala Rabb semesta alam.
Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam.
🌻 Hadirilah Kajian Rutin di Masjid Umar Bin Khattab - Kuala Tungkal 🌻
🏡 _Alamat_ : Jl. Sumatera Lrg. Sudi Mampir Kuala Tungkal - Jambi
*Terbuka Untuk Umum, Muslimin dan Muslimah*
📚 _Kitab_ : *" Arbain An Nawawiyah "*
Tema : _"Pentingnya sifat malu yg terpuji dalam kehidupan seorang muslim dan kiat² untuk meraihnya"_
_In syaa Allah_
👤 : 𝕻𝖊𝖒𝖆𝖙𝖊𝖗𝖎 :
*Ustadz Hasbi حفظه الله تعالى*
⏰ 𝖂𝖆𝖐𝖙𝖚 :
*Ahad, 27 Oktober 2024*
*Pukul 10:00 s/d Selesai*
Tidak mutlak atau dzikir umum yaitu tidak batasi waktu dan tempat seperti istigfar, Subhanallah berselawat meskipun dzikir ini juga termasuk dzikri yang memiliki bilangan tertentu dan waktu misalnya setelah shalat, masuk dan keluar mesjid, sebelum dan sesudah tidur ini adalah dzikir yang memiliki waktu tertentu dalam pengerjaan.
Lafaz lahaula walakuata illabillah
Arti dari
Lahaula tidak ada daya untuk bisa menolak bahaya, kemudharatan, keburukan, kejahatan, dosa
Wa la kuwata
Dan tidak ada daya bagi kita melakukan amal shalih, hal yang bermanfaat
Ila billah
Kecuali dengan pertolongan allah subhanahu wa ta'ala
Kalimat ini mengandung tauhid, kepasrahan seseorang kepada Allah.
Ibnu....
Kalimat ini
Memiliki kedudukan tinggi karena ketergantungan seorang hamba kepada Allah ta'ala
Kalimat ini bentuk pengakuan bahwa seseorang tidak mampu menunaikan kebaikan tanpa pertolongan Allah subhanahu wa ta'ala.
Meskipun kalimatnya pendek namun memiliki makna yang sangat dalam
Imam kurtubi berkata yang artinya
Kalimat lahaula walakuata illabillah mencerminkan kesempurnaan tauhid atau pengesaan Allah ta'ala sementara manusia lemah dan butuh pertolongan Allah subhanahu wa ta'ala.
Syaik ushaimi
Kalimat lahaula walakuata illabillah adalah Kalimat yang agung dan boleh di baca kapan saja. Baik dalam keaasusah maupun senang. Karena maknanya luas dan sesuai segala kondisi. Kalimat ini sangat sesuai dibaca ketika seseorang mendapat ujian atau cobaan dari Allâh ta'ala.
Syaikh Al Albani menganjurkan dzikir ini untuk dibaca dalam keadaan apapun.
Imam Ahmad mengamalkan dzikir ini.
Lafaznya mudah namun sulit di amalkan. Hanya orang yang berikan taufiq yang Allah berikan hidayah untuk mengucapkannyaa.
Banyaklah berdoa dan minta tolong kepada Allah untuk dimudahkan berdoa, berzikir kepadanya. Jika kita jujur kepada Allah maka kita akan sering memintanya. Maka Allah akan bantu.
Maka hendaknya senatiasalah minta kepada Allah
Allahumma a'inni 'ala dzikrika wasyukrika wa husni 'ibadatik. Artinya: "Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta beribadah dengan baik kepada-Mu." (HR Abu Dawud, an-Nasa'i, Ahmad, dan al-Hakim).
Hadist Arbain ke-20
Hadits Arbain #20 berikut berisi bahasan keutamaan memiliki sifat malu, karena ini jadi warisan dari nabi sebelum nabi kita.
الحَدِيْثُ العِشْرُوْنَ
عَنْ أَبِي مَسْعُوْدٍ عُقْبَةَ بْنِ عَمْرٍو الأَنْصَارِي البَدْرِي – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى: إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ” رَوَاهُ البُخَارِي.
Hadits Ke-20 77j
Dari Abu Mas’ud ‘Uqbah bin ‘Amr Al-Anshari Al-Badri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya di antara perkataan kenabian terdahulu yang diketahui manusia ialah jika engkau tidak malu, maka berbuatlah sesukamu!’”
(HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 3484, 6120] Rumaysho.com
إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
Apa bila engkau tidak malu maka berbuatlah semaumu/ yang Engkau kehendaki.
Kita tahun bahwa banyak ajaran nabi terdahulu yang tidak kita ketahui (hanya sedikit yang sampai kepada kita). Sebagaimana yang Allah abaikan dalam al-qur'an dan sunnah dari Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam.
Para ulama menjelaskan kalimat
إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
Apa bila engkau tidak malu maka berbuatlah semaumu/ yang Engkau kehendaki ini mengandung dua makna.
1. Ancaman
Kalau tidak mau maka berbuatlah yang kamu kehendaki
Ancaman ini maksudnya agar seseorang itu meninggalkannya.
Seperti firman Allah surat fusilat ayat 20
QS Fussilat : 20
حَتَّىٰٓ إِذَا مَا جَآءُوهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصَـٰرُهُمْ وَجُلُودُهُم بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
ḥattā iżā mā jā`ụhā syahida 'alaihim sam'uhum wa abṣāruhum wa julụduhum bimā kānụ ya'malụn
Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi terhadap apa yang telah mereka lakukan.
Adz zumar ayat 15
Keduanya adalah ancaman
2. Perintah untuk melakukan kebaikan.
Hadis ini maksudnya
jika ada perkara yang baik yang kita tidak malu melakukannya maka lakukanlah.
Sifat malu memiliki keutamaan di dalam Islam.
Malu di sini adalah akhlak yang mendorong seseorang melakukan kebaikan. Dan meninggalkan keburukan. Ini adalah malu yang Terpuji. Yang bila seorang hamba memiliki sifat ini, dia malu untuk.melakukan hal-hal.yang bisa menurunkan harga dirinya.
Keutamaan sifat malu
1. Sifat malu merupakan cabang dari cabang keimanan
Al hayau syubatu minal iman.
Malu adalah cabang keimanan.
2. Sifat malu disandingkan dengan iman
Jika salah satu dari keduanya di angkat. Maka yang lainnya terangkat pula.
Jika seseorang melakukan kemaksiatan maka ia akan meninggalkan perbuatan maksiat begitu puk sebaliknya.
Barang siapa yang sedikit rasa malunya maka akan sedikit waraknya. Jika sedikit waraknya maka akan mati hatinya dan mempermudah berbuat keharaman.
Orang yang paling pemalu adalah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Abu Sa’îd Al Khudri Radhiyallahu anhu menceritakan :
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَشَدَّ حَيَاءً مِنْ الْعَذْرَاءِ فِي خِدْرِهَا وَكَانَ إِذَا كَرِهَ شَيْئًا عَرَفْنَاهُ فِي وَجْهِهِ
“Adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih malu dari seorang gadis perawan yang berada dalam hijabnya Bila beliau melihat sesuatu yang tidak disukai, maka akan terlihat di wajahnya”. [HR. al Bukhari dan Muslim] alminhaj
Dari Utsman [ibnu Affan] dan ‘Aisyah, keduanya menceritakan,
أن أبا بكر استأذن على رسول الله صلى الله عليه وسلم – وهو مضطجعٌ على فراش عائشة، لابساً مرط عائشة- فأذن لأبي بكر وهو كذلك، فقضى إليه حاجته، ثم انصرف. ثم استأذن عمر رضي الله عنه، فأذن له وهو كذلك، فقضى إليه حاجته، ثم انصرف. قال عثمان: ثم استأذنت عليه، فجلس. وقال لعائشة: “اجمعي إليك ثيابك”. فقضيت إليه حاجتي ثم انصرفتُ.قال: فقالت عائشة: يا رسول الله! لم أرك فزعت لأبي بكر وعمر رضي الله عنهما كما فزعت لعثمان؟ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : “إن عثمان رجل حيي، وإني خشيت أن أذنتُ له- وأنا على تلك الحال- أن لا يبلغ إليّ في حاجته
“Suatu ketika Abu Bakar meminta izin untuk menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam – ketika itu beliau sedang berbaring di tempat tidur Aisyah sambil memakai kain panjang istrinya-. Beliau lalu mengizinkan Abu Bakar dan beliau tetap dalam keadaan semula. Abu Bakar lalu mengutarakan keperluannya lalu pergi. Setelah itu datanglah Umar ibnul Khaththab radliallahu ‘anhu meminta izin dan beliau mengizinkannya masuk sedang beliau masih dalam kondisi semula. Umar lalu mengutarakan keperluannya lalu setelah itu ia pun pergi.
Utsman [ibnu Affan] berkata, “Lalu saya meminta izin, beliau lalu duduk”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata pada Aisyah, “Tutupkanlah bajumu padaku”. Lalu kuutarakan keperluanku lalu saya pun pergi.
Aisyah lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, tindakanmu terhadap Abu Bakar dan ‘Umar radlial.
lahu ‘anhuma kok tidak seperti tindakanmu pada Utsman [?]” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu menjawab, “Sesungguhnya Utsman adalah seorang pria pemalu dan saya khawatir jika dia kuizinkan dan saya dalam keadaan demikian, dia lalu tidak mengutarakan keperluannya.”
(Shahih)-Ash Shahihah (1687): [Muslim: 44-Kitab Fadhoil Ash Shohabah, hal. 26-27] Rumaysho.com
Sifat malu ada dua macam
1. Malu yang merupakan bawaan dari kecil. Sehingga menjadi tabiatnya
2. Sifat malu yang diusahakan atau dilatih
Pertimbangkan sebelum berbicara ingat malaikat mencatat semuanya. Belajarlah untuk malu.
Malu juga terbagi dua
1. Malu kepada Allah llah
2. Malu kepada mahluk
Cara melatih sifat malu kepada Allâh
1. Usaha mengenal Allah
2. Berbuat Ketaatan kepada Allah
Semakin dekat kepada Allah maka semakin besar rasa malunya
3. Mengenal sifat-sifat Allah.
4. Mengingat nikmat yang Allah berikan kepadanya. Maka ia akan lebih banyak bersyukur dan berbuat Ketaatan.
Kisah nabi Yusuf alaihi salam yang digoda wanita.
QS Yusuf : 23
وَرٰوَدَتْهُ ٱلَّتِى هُوَ فِى بَيْتِهَا عَن نَّفْسِهِۦ وَغَلَّقَتِ ٱلْأَبْوٰبَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ رَبِّىٓ أَحْسَنَ مَثْوَاىَ ۖ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّـٰلِمُونَ
Dan perempuan yang dia (Yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya. Dan dia menutup pintu-pintu, lalu berkata, "Marilah mendekat kepadaku." Yusuf berkata, "Aku berlindung kepada Allah, sungguh, tuanku telah memperlakukan aku dengan baik." Sesungguhnya orang yang zalim itu tidak akan beruntung.
Jika akan berbuat maksiat maka ingatlah nikmat yang Allah berikan. Semua nikmat itu dari Allah. Semua kebaikan itu dari Allah maka bersyukurlah maka sifat-sifat ini akan membuta kita lebih malu kepada Allah.
QS Al-Isra' : 7
إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ ٱلْـَٔاخِرَةِ لِيَسُـۥٓـُٔوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا ٱلْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman (kejahatan) yang kedua, (Kami bangkitkan musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu lalu mereka masuk ke dalam masjid (Masjidilaqsa), sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali dan mereka membinasakan apa saja yang mereka kuasai.
Ingatlah nikmat Allah yang banyak itu maka kita akan malu kepada Allah.
5. Bergaul dengan orang yang memiliki sifat malu. Karena teman itu mewarnai. Bertemanlah dengan orang shalih.
Allahu 'alam


0 Comments