Tafsir, Tadabbur dan Amal Surat Al-Baqarah Ayat 127-132 - P20

 

๐Ÿ“… Waktu Pembelajaran: Setiap Hari Selasa

๐Ÿ•™ Pukul: 10:00 WIB

๐Ÿ‘‘Pengajar: Ustadzah Cahlina Kinasih, Lc

๐Ÿ“– Resume Tadabbur Al-Qur’an dan Amal

๐Ÿ“ Note by ChatGPT

Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 127–132

Pembukaan

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala nikmat dan karunia-Nya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, keluarga, sahabat, serta orang-orang yang istiqamah di atas petunjuk beliau hingga hari kiamat.

Kita memohon kepada Allah ilmu yang bermanfaat, dan berlindung kepada-Nya dari ilmu yang tidak bermanfaat.


Ayat 127: Doa Nabi Ibrahim dan Ismail

ูˆَุฅِุฐْ ูŠَุฑْูَุนُ ุฅِุจْุฑَٰู‡ِูŠู…ُ ูฑู„ْู‚َูˆَุงุนِุฏَ ู…ِู†َ ูฑู„ْุจَูŠْุชِ ูˆَุฅِุณْู…َٰุนِูŠู„ُ ุฑَุจَّู†َุง ุชَู‚َุจَّู„ْ ู…ِู†َّุง ۖ ุฅِู†َّูƒَ ุฃَู†ุชَ ูฑู„ุณَّู…ِูŠุนُ ูฑู„ْุนَู„ِูŠู…ُ

Artinya: "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): Ya Tuhan kami, terimalah dari kami (amalan kami). Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Pelajaran:

  • Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ‘alaihimassalam setelah melaksanakan amalan besar, yaitu meninggikan pondasi Ka’bah, tetap berdoa agar amal mereka diterima.

  • Hal ini menunjukkan kerendahan hati, meskipun amalnya besar, mereka merasa belum sempurna.

  • Ulama menjelaskan bahwa setelah selesai beramal shalih, kita dianjurkan berdoa: “Rabbana taqabbal minna” — memohon agar amal diterima Allah.


Ayat 128: Doa agar menjadi Muslim yang tunduk

ุฑَุจَّู†َุง ูˆَุงุฌْุนَู„ْู†َุง ู…ُุณْู„ِู…َูŠْู†ِ ู„َูƒَ ูˆَู…ِู† ุฐُุฑِّูŠَّุชِู†َุงٓ ุฃُู…َّุฉًۭ ู…ُّุณْู„ِู…َุฉًۭ ู„َّูƒَ ูˆَุฃَุฑِู†َุง ู…َู†َุงุณِูƒَู†َุง ูˆَุชُุจْ ุนَู„َูŠْู†َุงٓ ۖ ุฅِู†َّูƒَ ุฃَู†ุชَ ูฑู„ุชَّูˆَّุงุจُ ูฑู„ุฑَّุญِูŠู…ُ

Artinya: "Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada-Mu, dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada-Mu, dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara ibadah kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang."

Pelajaran:

  • Seorang hamba, sebesar apapun kedudukannya, tetap membutuhkan taubat.

  • Nabi Ibrahim dan Ismail, meski sebagai Nabi, tetap memohon agar Allah menerima taubat mereka.

  • Tobat memiliki tingkatan:

    1. Tobat umum (kaum muslimin): meninggalkan dosa, menyesal, dan bertekad tidak mengulanginya.

    2. Tobat khusus: meninggalkan hal makruh atau kekurangan dalam amal.

    3. Tobat khusus dari yang khusus: meningkatkan derajat di hadapan Allah.


Ayat 129: Doa memohon Rasul

ุฑَุจَّู†َุง ูˆَูฑุจْุนَุซْ ูِูŠู‡ِู…ْ ุฑَุณُูˆู„ًุۭง ู…ِّู†ْู‡ُู…ْ ูŠَุชْู„ُูˆุง۟ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุกَุงูŠَٰุชِูƒَ ูˆَูŠُุนَู„ِّู…ُู‡ُู…ُ ูฑู„ْูƒِุชَٰุจَ ูˆَูฑู„ْุญِูƒْู…َุฉَ ูˆَูŠُุฒَูƒِّูŠู‡ِู…ْ ۚ ุฅِู†َّูƒَ ุฃَู†ุชَ ูฑู„ْุนَุฒِูŠุฒُ ูฑู„ْุญَูƒِูŠู…ُ

Artinya: "Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu, mengajarkan kitab dan hikmah kepada mereka, dan mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

Pelajaran:

  • Doa Nabi Ibrahim dikabulkan dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

  • Hikmah di sini bermakna:

    • Pemahaman agama yang mendalam.

    • Sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

  • Hikmah adalah cahaya dari Allah yang diberikan kepada hamba-Nya yang ikhlas.


Ayat 132: Wasiat Tauhid

ูˆَูˆَุตَّู‰ٰ ุจِู‡َุงٓ ุฅِุจْุฑَٰู‡ِูŠู…ُ ุจَู†ِูŠู‡ِ ูˆَูŠَุนْู‚ُูˆุจُ ูŠَٰุจَู†ِู‰َّ ุฅِู†َّ ูฑู„ู„َّู‡َ ูฑุตْุทَูَู‰ٰ ู„َูƒُู…ُ ูฑู„ุฏِّูŠู†َ ูَู„َุง ุชَู…ُูˆุชُู†َّ ุฅِู„َّุง ูˆَุฃَู†ุชُู… ู…ُّุณْู„ِู…ُูˆู†َ

Artinya: "Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub: 'Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan beragama Islam'."

Pelajaran:

  • Wasiat Nabi Ibrahim dan Ya’qub adalah agar anak keturunannya tetap dalam Islam sampai wafat.

  • Hidup dengan Islam, mati dengan Islam, dan dibangkitkan dengan Islam.

  • Kaidah: Barangsiapa hidup di atas sesuatu, maka ia mati di atasnya. Barangsiapa mati di atas sesuatu, maka ia akan dibangkitkan di atasnya.


Penutup dan Tadabbur

Dari ayat-ayat ini kita belajar:

  1. Setelah beramal, jangan merasa cukup, tapi mohonlah agar amal diterima.

  2. Nabi yang mulia saja tetap berdoa dan bertaubat, apalagi kita.

  3. Pendidikan anak adalah amanah besar: wariskanlah Islam dan tauhid kepada mereka.

  4. Doa para Nabi mengajarkan kita kerendahan hati, kesungguhan dalam ibadah, serta harapan agar amal diterima Allah.

Doa:
Rabbana taqabbal minna, innaka Antas-Sami’ul-‘Alim. Wa tub ‘alaina, innaka Antat-Tawwabur-Rahim.

0 Comments