Al Khulasoh Al Asasiyyah Fii Masaail Al I’tiqodiyyah #Apa saja keutamaan dari tauhid? - P2

 




Kelas Aqidah Iqra Wartaqi Indonesia

Pertemuan ke-2
Halaman 3–4


#Apakah nama-nama Allah terbatas hanya 99 nama saja? Apa dalil dari jawabanmu?

Sesungguhnya nama-nama Allah itu banyak dan tidak ada yang mengetahui jumlah pastinya kecuali Allah.
Dalilnya adalah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berbunyi:

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ ابْنُ عَبْدِكَ ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ...

Artinya:
“Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba laki-laki-Mu dan anak dari hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu, berlaku bagiku hukum-hukum-Mu, adil bagiku ketentuan-ketentuan-Mu. Aku meminta kepada-Mu dengan semua nama-nama yang Engkau miliki, yang Engkau namai diri-Mu sendiri dengannya, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu (Al-Qur’an), atau yang Engkau ajarkan kepada salah satu hamba-Mu (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam), atau yang Engkau sembunyikan nama-Mu di sisi-Mu (kita sebagai hamba tidak tahu tapi nama dan sifat itu ada)...”
HR. Ahmad dan Ibnu Hibban


#Apa saja keutamaan dari tauhid?

Keutamaan tauhid sangat banyak. (Penulis mengambil) di antaranya:


1. Dengan tauhid Allah mengampuni dosa-dosa dan menghapuskan atau menutupi kesalahan atau aib-aibnya.

Apa dalilnya?

Dalil (Hadits Qudsi, makna dari Allah, lafaz dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam):

يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا، ثُمَّ لَقِيتَنِي لَا تُشْرِكُ بِي شَيْئًا لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

Artinya:
“Wahai anak Adam! Sesungguhnya jika engkau mendatangi-Ku dengan kesalahan sepenuh bumi dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun, maka Aku akan mengampunimu dengan sepenuh bumi pula.”
HR. At-Tirmidzi


2. Dengan tauhid Allah memasukkan pelakunya ke dalam surga.

Dalilnya:
Hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam diriwayatkan oleh Imam Ahmad:

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Siapa yang akhir kalimatnya adalah Lā ilāha illallāh, maka wajib baginya surga.”


3. Tauhid itu menghindarkan pelakunya dari neraka. Dengan tauhid seseorang dicegah dari masuk neraka.

Dalilnya:
قَالَ لِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ: أَبْشِرْ، فَإِنَّهُ مَنْ قَالَ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ، فَقُلْتُ: وَإِنْ زَنَى وَسَرَقَ؟ قَالَ: وَإِنْ زَنَى وَسَرَقَ.

Artinya:
“Bergembiralah dan berikanlah kabar gembira tersebut kepada umatmu, bahwa siapa yang mengucapkan Lā ilāha illallāh, maka ganjarannya surga, dan Allah mengharamkan neraka baginya.”
HR. Ath-Thabrani


Dalil lainnya:
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللّٰهِ، حَرَّمَ اللّٰهُ عَلَيْهِ النَّارَ»
Artinya:
“Barang siapa yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, maka Allah mengharamkan dirinya dari neraka.”
HR. An-Nasa’i

0 Comments