Kajian tetangga
Alhamdulillah kita diberikan nikmat hidayah, nikmat iman, ini merupakan nikmat yang luar biasa. Kita doakan saudara kita yang sedang sakit semoga Allah berikan kesembuhan. Semoga nikmat sehat ini kita gunakan untuk ketaatan kepada Allah.
Islam adalah agama yang mengajarkan bagaimana hidup bertentangga, hidup saling membantu, tidak saling mendzolimi.
Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa ada interaksi dengan manusia lainnya. Maka, kehadiran tetangga dalam kehidupan sehari-hari seorang muslim sangat dibutuhkan.
📚 Adab dengan tetangga
Allah Ta’ala berfirman,
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ
Artinya: “Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.” (QS. An Nisa: 36).
Tetangga adalah orang yang dekat dengan kita, pintu rumah ny dekat dengan kita. Ada juga para ulama mengatakan tetangga adalah 40 rumah dari setiap sisi. 40 rumah dari segala arah (depan, belakang, kanan dan kiri).
Syaikh Albani rahimahullah mengatakan tetangga adalah dikembalikan lagi dengan kebiasaan. Ada yang mengatakan tetangga adalah orang yang satu kampung.
Menghormati Tetangga dan Berperilaku Baik Terhadap Mereka. Diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya” (Muttafaq ‘alaih).
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka janganlah dia mengganggu tetangganya’”(HR. Bukhari (no.1609)
Sebuah hadis riwayat Imam Bukhari dalam kitab Al-Adab Al-Mufrad mengisahkan seorang sahabat yang menyampaikan berita kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perihal seorang wanita yang ahli ibadah tapi suka menyakiti tetangganya.
“Ya Rasulallah, ada seorang wanita yang rajin shalat malam, gemar berpuasa di siang hari, giat melakukan amal kebaikan dan banyak bersedekah. Namun dia sering menyakiti tetangganya dengan lisannya.”
Mendengar hal ini, Rasulullah bersabda, “Tiada kebaikan padanya dan dia termasuk penghuni neraka.”
tetangga paling dekat memiliki hak-hak yang tidak dimiliki oleh tetangga jauh. Hal ini dikutip dari pertanyaan ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, aku memiliki dua tetangga, manakah yang aku beri hadiah?’ Nabi menjawab,
إِلَى أَقْرَبِهِمَا مِنْكَ باَباً
‘Yang pintunya paling dekat dengan rumahmu’” (HR. Bukhari (no.6020); Ahmad (no.24895); dan Abu Dawud (no.5155)).
Perkara yang dilarang dalam bertetangga :
1. Mengganggu dengan suara yang keras seperti menghidupkan musik.
2. Memata matai tetangga
3. Suudzon atau berburuk sangka terhadap kepada tetangga.
Adab yang baik adalah berhusnudzon kepada siapapun. Karena ini akan menimbulkan ketenangan hati. Berilah udzur kepada tetangga yang kita lihat dlm kondisi tidak baik.
Dan termasuk hak-hak bertetangga adalah tidak menghalangi tetangga untuk menancapkan kayu atau meletakkannya di atas dinding atau semisalnya.
Sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasul kita shallallahu ‘alaihi wassallam yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,
لاَ يَمْنَعْ أَحَدُكُمْ جَارَهُ أَنْ يَغْرِزَ خَشَبَةً فِى جِدَارِهِ
Artinya: “Janganlah salah seorang di antara kalian melarang tetangganya menancapkan kayu di dinding (tembok)nya” (HR.Bukhari (no.1609)
Hikmah nya yaitu
1. Sikap saling taawun saling tolong menolong
2. Kita mengetahui kondisi atau keadaan tetangga kita.
Dan sebaiknya ketika hendak meletakkan sesuatu di dinding rumah tetangga kita maka izin lah terlebih dahulu, jangan sampai tetangga tdk mengetahui hal ini. Jangan sampai tetangga mendiamkan karena tdk senang dan kelak ia meminta hak nya di akhirat kelak.
Nasehat Rasulullah ﷺ untuk Memberikan Makanan kepada Tetangga.
Rasulullah shallallahu ‘alahi wassalam bersabda kepada Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu,
يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَهَا وَتَعَاهَدْ جِيرَانَكَ
Artinya: “Wahai Abu Dzar, apabila kamu memasak sayur (daging kuah) maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu” (HR. Muslim). Adapun tetangga yang pintunya lebih dekat dari rumah kita agar lebih didahulukan untuk diberi.
Ustadzah bercerita ketika Ustadzah tinggal diyaman.
Kebiasaan orang Yaman, mereka terbiasa memberikan makanan kepada tetangga nya, kemudian orang Indonesia diperbolehkan menitipkan sesuatu dikulkas tetangga. Membagi kan roti, Mereka senang akan hal ini. Maa syaa Allah mereka berlomba-lomba dlm kebaikan. Dan hal ini salah satu memuliakan tetangga.
📝 Nasehat Ustadzah Azizah حفظهاالله
Berbuat baiklah kepada tetangga, sungguh Kita tidak pernah tau amalan mana yang Allah terima, bisa jadi perkara berbuat baik kepada tetangga ini yang menjadikan Allah ridho kepada kita untuk masuk syurga.
📚 Menundukkan pandangan terhadap tetangga.
Menundukkan pandangan dari perkara yang tidak baik misal terlihat aurat yang terbuka.
📚 Sabar Atas Perilaku Kurang Baik
Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam bersabda (yang artinya): “ Ada tiga kelompok manusia yang dicintai Allah, … atau keberangkatannya ” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani).
(Ada yang hilang sinyal jelek)
📚 Saling Memberikan Nasehat
Sudah seharusnya kita mengajak mereka agar berbuat yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar dengan bijaksana (hikmah) dan nasehat baik, jika nasehat belum diterima maka doakan.
📚 Jika kita dapati tetangga yang kurang baik.
Maka maafkan dan doakan kebaikan.
Ketika tetangga berbuat tidak baik maka maafkan, kita pun tak lepas dari kesalahan maka maafkan dan saling mendoakan.
Sabar Atas Perilaku Kurang Baik Mereka
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda (yang artinya): “Ada tiga kelompok manusia yang dicintai Allah, … Disebutkan diantaranya: “Seseorang yang mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, namun ia sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisah boleh kematian atau keberangkatannya” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani).

0 Comments