🌻 Hadirilah Kajian Rutin di Mesjid Umar Bin Khattab - Kuala Tungkal 🌻
🏡 _Alamat_ : Jl. Sumatera Lrg. Sudi Mampir Kuala Tungkal - Jambi
𝕿𝖊𝖒𝖆 𝕶𝖆𝖏𝖎𝖆𝖓 :
✨ " *Hadirkan Hatimu Ketika Sholat* " ✨
_In syaa Allah_
👤 : 𝕻𝖊𝖒𝖆𝖙𝖊𝖗𝖎 :
*Ustadz Heri Wandrisal, S.H.I حفظه الله تعالى
⏰ 𝖂𝖆𝖐𝖙𝖚 :
*Ahad, 21 Januari 2024*
*Pukul 10:00 Wib s/d Selesai*
Tujuan manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah Ta'ala dalilnya adalah
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
(QS. Az-Zariyat 51: Ayat 56)
* Via Al-Qur'an Indonesia https://quran-id.com
Ibadah secara istilah adalah segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridhai Allah baik yang lahir mupun yang batin.
Kita perlu memperhatikan aspek batin dan lahiriyah ketika ibadah.
Celaka bagi orang-orang yang shalat. Ia shalat namun celaka. Al maun ayat 4-7
Khusyuk secara bahasa artinya tunduk
Khusyuk secara istilah yaitu hadirnya hati dihadapan Rrabnua dengan ketundukkan dan merendahkan diri.
nasihat-nasihat dan wejangan-wejangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kita masuk hadits berikutnya.
إِنَّ اللَّهَ أَمَرَ يَحْيَى بْنَ زَكَرِيَّا بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ أَنْ يَعْمَلَ بِهَا وَيَأْمُرَ بني إسرائيل أَنْ يَعْمَلُوا بِهَا ، وَإِنَّهُ كَادَ أَنْ يُبْطِئَ بِهَا ، فَقَالَ عِيسَى : إِنَّ اللَّهَ أَمَرَكَ بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ لِتَعْمَلَ بِهَا وَتَأْمُرَ بني إسرائيل أَنْ يَعْمَلُوا بِهَا ، فَإِمَّا أَنْ تَأْمُرَهُمْ ، وَإِمَّا أَنَا آمُرُهُمْ ، فَقَالَ يَحْيَى : أَخْشَى إِنْ سَبَقْتَنِي بِهَا أَنْ يُخْسَفَ بِي أَوْ أُعَذَّبَ ، فَجَمَعَ النَّاسَ فِي بَيْتِ المَقْدِسِ ، فَامْتَلَأَ المَسْجِدُ وَقَعَدُوا عَلَى الشُّرَفِ ، فَقَالَ : إِنَّ اللَّهَ أَمَرَنِي بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ أَنْ أَعْمَلَ بِهِنَّ ، وَآمُرَكُمْ أَنْ تَعْمَلُوا بِهِنَّ : أَوَّلُهُنَّ أَنْ تَعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ، وَإِنَّ مَثَلَ مَنْ أَشْرَكَ بِاللَّهِ كَمَثَلِ رَجُلٍ اشْتَرَى عَبْدًا مِنْ خَالِصِ مَالِهِ بِذَهَبٍ أَوْ وَرِقٍ ، فَقَالَ : هَذِهِ دَارِي وَهَذَا عَمَلِي فَاعْمَلْ وَأَدِّ إِلَيَّ ، فَكَانَ يَعْمَلُ وَيُؤَدِّي إِلَى غَيْرِ سَيِّدِهِ ، فَأَيُّكُمْ يَرْضَى أَنْ يَكُونَ عَبْدُهُ كَذَلِكَ ؟ وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ ، فَإِذَا صَلَّيْتُمْ فَلَا تَلْتَفِتُوا فَإِنَّ اللَّهَ يَنْصِبُ وَجْهَهُ لِوَجْهِ عَبْدِهِ فِي صَلَاتِهِ مَا لَمْ يَلْتَفِتْ ، وَآمُرُكُمْ بِالصِّيَامِ ، فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ فِي عِصَابَةٍ مَعَهُ صُرَّةٌ فِيهَا مِسْكٌ ، فَكُلُّهُمْ يَعْجَبُ أَوْ يُعْجِبُهُ رِيحُهَا ، وَإِنَّ رِيحَ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ المِسْكِ ، وَآمُرُكُمْ بِالصَّدَقَةِ فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ أَسَرَهُ العَدُوُّ ، فَأَوْثَقُوا يَدَهُ إِلَى عُنُقِهِ وَقَدَّمُوهُ لِيَضْرِبُوا عُنُقَهُ ، فَقَالَ : أَنَا أَفْدِيهِ مِنْكُمْ بِالقَلِيلِ وَالكَثِيرِ ، فَفَدَى نَفْسَهُ مِنْهُمْ ، وَآمُرُكُمْ أَنْ تَذْكُرُوا اللَّهَ فَإِنَّ مَثَلَ ذَلِكَ كَمَثَلِ رَجُلٍ خَرَجَ العَدُوُّ فِي أَثَرِهِ سِرَاعًا حَتَّى إِذَا أَتَى عَلَى حِصْنٍ حَصِينٍ فَأَحْرَزَ نَفْسَهُ مِنْهُمْ ، كَذَلِكَ العَبْدُ لَا يُحْرِزُ نَفْسَهُ مِنَ الشَّيْطَانِ إِلَّا بِذِكْرِ اللَّهِ ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : وَأَنَا آمُرُكُمْ بِخَمْسٍ اللَّهُ أَمَرَنِي بِهِنَّ ، السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ وَالجِهَادُ وَالهِجْرَةُ وَالجَمَاعَةُ ، فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الجَمَاعَةَ قِيدَ شِبْرٍ فَقَدْ خَلَعَ رِبْقَةَ الإِسْلَامِ مِنْ عُنُقِهِ إِلَّا أَنْ يَرْجِعَ ، وَمَنْ ادَّعَى دَعْوَى الجَاهِلِيَّةِ فَإِنَّهُ مِنْ جُثَا جَهَنَّمَ ، فَقَالَ رَجُلٌ : يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنْ صَلَّى وَصَامَ ؟ قَالَ : وَإِنْ صَلَّى وَصَامَ ، فَادْعُوا بِدَعْوَى اللَّهِ الَّذِي سَمَّاكُمُ المُسْلِمِينَ المُؤْمِنِينَ ، عِبَادَ اللَّهِ
"Sesungguhnya Allah memerintahkan Yahya bin Zakaria dengan 5 kalimat dan agar mengamalkannya dan memerintahkan Bani Israil untuk mengamalkan. Akan tetapi Nabi Yahya lambat didalam menyampaikannya kepada Bani Israil. Maka Nabi Isa berkata kepada Nabi Yahya: ‘Sesungguhnya Allah memerintahkan engkau dengan 5 kalimat untuk kamu amalkan dan kamu perintahkan Bani Israil untuk mengamalkannya. Jika engkau tidak memerintahkan, aku akan memerintahkan mereka.’ Maka Nabi Yahya berkata: ‘Aku khawatir jika engkau mendahului aku, akau akan ditenggelamkan ke bumi atau aku akan diadzab oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.’ Maka Nabi Yahya pun mengumpulkan manusia di Baitul Maqdis. Maka masjid pun menjadi penuh. Dan mereka juga memenuhi tempat-tempat yang tinggi.
Maka Nabi Yahya berkata: ‘Sesungguhnya Allah memerintahkan aku dengan 5 kalimat supaya aku mengamalkan dan aku perintahkan kalian untuk mengamalkannya; (1) Kamu hendaklah beribadah kepada Allah dan kamu jangan mempersekutukan Allah sedikitpun juga. Karena perumpamaan orang yang mempersekutukan Allah seperti orang yang membeli hamba sahaya dari hartanya berupa emas atau perak. Lalu ia berkata kepada hamba sahayanya itu: ‘Ini rumahku dan ini pekerjaanku. Silahkan kamu bekerja dan laksanakan tugasmu kepadaku.’ Ternyata ia malah bekerja dan melaksanakan tugas orang lain yang bukan tuannya. Siapa diantara kalian yang merasa suka hamba sahayanya melakukan perbuatan itu? (2) Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk shalat, maka apabila kalian shalat maka janganlah kalian menengok. Karena Allah senantiasa menghadapkan wajahnya kepada si hamba yang shalat itu selama ia tidak menengok. (3) Dan aku perintahkan kalian puasa. Karena perumpamaan orang yang berpuasa seperti orang yang berada di sekerumunan orang. Ia memiliki sebuah kantong yang berisi minyak kasturi dan semuanya merasa kagum dengan wanginya minyak kasturi tersebut. Dan sesungguhnya bau mulutnya orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada minyak kasturi. (4) Dan aku perintahkan kalian untuk bersedekah. Karena perumpamaan orang yang bersedekah seperti orang yang ditawan oleh musuh. Dan musuh itu mengikat tangannya sampai ke lehernya dan mereka pun hendak memenggal kepalanya. Lalu orang ini berkata: ‘Aku akan menebus diriku dari kalian, baik dengan harta sedikit maupun banyak.’ Lalu dia pun mampu menebus dirinya dari mereka (artinya orang yang bersedekah ia sudah menebus dirinya dari api neraka). (5) Aku perintahkan kalian untuk berdzikir kepada Allah. Karena perumpamaan orang yang berdzikir seperti orang yang dikejar oleh musuh dengan cepat. Lalu iapun mendatangi sebuah benteng yang sangat kokoh dan dia pun melindungi dirinya dari musuh di dalam benteng tersebut. Demikian pula seorang hamba, ia tidak bisa melindungi dirinya dari setan kecuali dengan dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Penghalang kekhusyukan
1. Berpaling hati dari Allah Ta’ala dan Berpaling dengan pandangan mata (jelalatan). Akan berbeda orang yang shalat dia fokus dengan orang yang shalat namun tidak khusyuk.
2. Setan akan berupaya mempengarui seseorang untuk meremehkan shalat. Jika setan tidak berhasil menggagalkan shalat seseorang maka ia akan berupaya memebisikan was-was.
Ketika kita lalai dari shalat maka kita akan merasakan dampakknya.
Inna shalata tanha anil fahsa
Jika shalat kita tidak khusyuk maka shalat tersebut tidak menjauhkan kita dari perbuatan keji dan mungkar.
وَعَنْهُ ، عَنِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( الصَّلَوَاتُ الخَمْسُ ، وَالجُمُعَةُ إِلَى الجُمُعَةِ ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ ، مُكَفِّراتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الكَبَائِرُ )) رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat lima waktu, Jumat ke Jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa-dosa yang di antara semua itu, jika dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 233]
Rumaysho. Com
Jika seseorang shalat namun setelahnya ia tidak tenang maka ia tidak khusyuk dalam shalatnya karena seseorang yang shalat karena Allah maka ia akan tenang setelah shalatnya karena shalat akan membawa seseorang menjadi tenang jiwa dan hatinya.
Shalat adalah penyejuk hati.
Istirahatlah dengan shalat.
Orang yang shalat ada 5 tingkatan
1. Orang yng mendzalimi dirinya sendiri yaitu orang yang tidak sempurna shalatnya. Mulai dari wudhunya dan shalatnya tidak sempurna syaratbdan rukunnya. Lalai dengan waktunya. Maka pelakunya akan di hukum
2. Orang yang menjaga waktu-waktu, syarat dan rukunnya. Namun hatinya berkelana. Ia tidak berusaha melawan was-was. Pelakunya akan di
3. Menjaga waktu berusaha melawan dan memperjuangkan shalatnya dari was-was maka dihapuskan dosa-dosanya
4. Orang yang shalat menyempurnakan rukun, syarat dan waktu shalatnya, ia perhatikan dengan sepenuh hati. Dia akan mendapatkan ganjaran pahala
5. Dia shalat seolah-olah melihat Allah (jangan membayangkan bentuknya) atau Allah melihatnya ini adalah derajat orang-orang ihsan. Hatinya dipenuhi dengan rasa takut, harap kepada Allah Ta'ala. Ini adalah tingkayan orang-orang yang dekat kepada Allah Ta'ala.
Tingkatan kehusyuan
Ada dua tingkatan
1. Orang yang membaca bacaan shalat dengan menghadirkan makna di dalam hati. Maka usahakan untuk memahami maknanya. Salah satu manfaatnya adalah dapat mencegah setan masuk kedalam shalatnya.
2. Membaca dan memahami makna dan terpengaruh dengan makna tersebut.
Syarat ibahdah
1. Ikhlas
2. Ittiba
Ibadah memiliki 3 rukun (bagian ibadah) yang terkait hati
1. Al-khauf merasa takut kepada Allah
2. Ar-rajak rasa harap kepada Allah
3. Al-mahabbah merasa cinta kepada Allah
Jika ibadah kita masih kosong daripada ketiga ini maka kita harus memperbaiki kwalitas shalat kita.
Untuk bisa khusyuk dalam shalat ada 2 faktor
1. Ma'rifa tullah atau mengenal Allah melalui mengenal nama-nama dan sifat-sifatNya. Semakin kita mengenal allah maka akan semakin timbul rasa cinta dan tunduk kepada Allah Ta'ala.
2. Mengobati kerasnya hati baik dari pengaruh dosa ataupun maksiat.
Karena jika hatinya baik maka baik pula seluruhnya.
💐Berdoa (memohon kepada allah Ta'ala) agar diberikan kekhusyukan
💐Meninggalkan perbuatan dosa dan bertaubat darinya. Perbanyak istigfar

0 Comments