Hadist Arbain An-Nawawiyah Ke 12

💠بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم💠

            
🌻 Kajian Rutin di Mesjid Umar Bin Khattab - Kuala Tungkal 🌻

🏡 _Alamat_ : Jl. Sumatera Lrg. Sudi Mampir Kuala Tungkal - Jambi

*Terbuka Untuk Umum, Muslimin dan Muslimah*

𝕿𝖊𝖒𝖆 𝕶𝖆𝖏𝖎𝖆𝖓 :
✨ " *Kitab Arbain An-Nawawiyah* " ✨

_In syaa Allah_
👤 : 𝕻𝖊𝖒𝖆𝖙𝖊𝖗𝖎 :
               *Ustadz Hasbi حفظه الله تعالى*

⏰ 𝖂𝖆𝖐𝖙𝖚 : 
         *Ahad, 07 Januari 2024*
--- Muqaddimah Kajian---
Mati dalam keadaan yang jelek (suul khatimah)
1. Terperdaya dengan dunia
2.
3.
4.Melakukan kemaksiatan secara terus menerus yang ia sembunyikan dari manusia. Seseorang akan meninggal sesuai dengan kebiasaannya. Setan akan memperdayai anak Adam tatkala ia sakaratul maut. Suulhatimah tidak akan terjadi pada orang yang taat kepada Allah secara lahir dan batin.

Husnul khatkmah adalah keadaan orang yang fact yang mana ia taat kepada Allah secara lahir dan batin.
Apakah tanda-tandanya?
Sikap seorang muslim hendaknya ia memperbesar harapannya.

Dalam hadits dari ‘Aisyah disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« مَنْ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ أَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَمَنْ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ كَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ ». فَقُلْتُ يَا نَبِىَّ اللَّهِ أَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ فَكُلُّنَا نَكْرَهُ الْمَوْتَ فَقَالَ « لَيْسَ كَذَلِكِ وَلَكِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا بُشِّرَ بِرَحْمَةِ اللَّهِ وَرِضْوَانِهِ وَجَنَّتِهِ أَحَبَّ لِقَاءَ اللَّهِ فَأَحَبَّ اللَّهُ لِقَاءَهُ وَإِنَّ الْكَافِرَ إِذَا بُشِّرَ بِعَذَابِ اللَّهِ وَسَخَطِهِ كَرِهَ لِقَاءَ اللَّهِ وَكَرِهَ اللَّهُ لِقَاءَهُ »

“Barangsiapa suka berjumpa dengan Allah, Allah juga mencintai perjumpaan dengannya. Sebaliknya barangsiapa membenci perjumpaan dengan Allah, Allah juga membenci perjumpaan dengannya.” Kontan ‘Aisyah berkata, “Apakah yang dimaksud benci akan kematian, wahai Nabi Allah? Tentu kami semua takut akan kematian.” Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– lantas bersabda, “Bukan begitu maksudnya. Namun maksud yang benar, seorang mukmin jika diberi kabar gembira dengan rahmat, keridhoan serta surga-Nya, ia suka bertemu Allah, maka Allah pun suka berjumpa dengan-Nya. Sedangkan orang kafir, jika diberi kabar dengan siksa dan murka Allah, ia pun khawatir berjumpa dengan Allah, lantas Allah pun tidak suka berjumpa dengan-Nya.” (HR. Muslim no. 2685).
Sumber: Rumaysho.com 

Maka ini berkaitanndengan balasan itu sesuai.dengan amalan atau Al jaza' Min Jinsil Amal. 
-mengucapkan syahadat
-Berkeringat pada keningnya
-wafat pada siang Jum'at 
-meninggalkan dalam keadaan melaksanakan ibadah kepada Allah Ta'ala 
-meninggalkan dalam keadaan tenggelam dan tertimpa bangunan, terkena wabah, sakit perut. 

------Hadist ke-12------
Meninggalkan Apa yang Tidak Bermanfaat

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ المَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ ” حَدِيْثٌ حَسَنٌ رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَغَيْرُهُ هَكَذَا

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” (Hadits Hasan, diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan lainnya semisal itu pula)

[HR. Tirmidzi, no. 2317; Ibnu Majah, no. 3976. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih].
Rumaysho.com 

Hadits ini mengandung makna bahwa di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baik berupa perkataan atau perbuatan. (Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 1:288)
Rumaysho.com 


Puncak etika atau kebaikan bermuara pada empat hadits 
1. Barang siapa yang beriman kepad ahari akhir maka ia berkata baik atau diam

2. Diantara tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya 

3. Jangan marah bagimu surga

4. Orang mukmin itu seseorang mencintai apa yang ia cintai.

Pembahasan hadits

Diantara tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya 
-Ia meninggalkannya karena pertimbangan syari'at
-Berkamauan keras terhadap apa yang bermanfaat untuk dirinya seraya meminta pertolongan Allah Ta'ala.
-para ulama menjelaskan bahwa yang di maksud dengan meninggalkan hal yang tidak bermanfaat adalah menjaga lisannya. 

Diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab Shahihnya hadits no.10 dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya”
Referensi : alminhaj.or.id 
Keutamaan meninggalkan hal tidak bermanfaat: 
1. Meninggalkan Ingin tahu urusan orang lain.

2. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ
"Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)."
(QS. Qaf 50: Ayat 18)

3. Perkataan akan menguasai kita jika kita ucapkan. Kalau belum kita ucapkan kita yang akan menahannya. 

Diantara tanda berpalingnya Allah Ta'ala dari seorang hamba yaitu hamba tersebut sibuk dengan apa-apa yang tidak bermanfaat. Salah satunya sibuk mengomentari segala sesuatu. 

Nasehat para ulama
Apa bila engkau melihat hatimu keras, badanmu lemah dan terhalang dari pada riski maka ketahuilah bahwasanya engkau telah mengatakan hal yangbtidak bermanfaat darimu (Semua karena dosa).

Imam Syafi'i berkata ada tiga hal yang menambah kecerdasan 
1. Berteman dengan ulama
2. Berteman dengan orang shalih
3. Meninggalkan ucapan yang tidak bermanfaat. 

Berkata imam Gazali Obat dari meninggalkan perkataperkataan yang tidak bermanfaat 
1. Barang siap yang menghitung perkataannya daripada amalannya niscaya akan ia akan sedikit berbicara

2. Hendaknya seseorang mengetahui bahwa kematian berada dihadapannya dan bahwasanya ia akan ditanya, dimintai pertanggung jawaban dari setiap aoa yang ia ucapkan. 

3. (Tidak) membiarkan lisan berbicara tanpa memikirkan akibatnya, (karena)ini merupakan kerugian yang nyata.

Hendaknya seorang muslim mengetahui bahwa modalnya adalah nafasnya, selaginia masih hidup.maka ia masih bisa menambah pahala. Manfaat kesempatan yang Allah berikan. 

Manfaatkan lisan dengan memikirkan baik buruknya karena jika tidak akan menimbulkan bahaya yangblebih besar. 

Apabila engkau berbicara maka ingatlah pendengaran Allah terhadap dirimu. Apabila engkau diam maka ingatlah Allah senantiasa mengawasimu. 

Faedah 
1. Tolak ukur meninggalkan atau mengerjakan sesuatu adalah karrna syariat agama bukan karena hawa nafsu. 

2.Oramg yang sibuk dengan sesuatu yangbtidak bermanfaat maka itu adalag tanda kekurangan agamanya.

3. Tanda berpalingnya Allah terhadap seorang hamba adalah Allah sibukkan ia dengan hal yang tidak bermanfaat darinya.

4. Hendaknya seorang muslim memanfaatkan sesuatu dengan hal yang bermanfaat untuk dirinya.

5. Sibuk mencampuri urusan orang lain adalah hal yang sia-sia. 

6. Hendaknya seorang muslim berfikir terlebih dahulu sebelum berkata dan berbuat.

7. Apabila meninggalkan hal-hal yang kurang bermanfaat Allah akan memberikan cahaya pada hatinya. 


0 Comments