Manajemen Waktu Seorang Muslimah*


LiveTalk IOU dengan judul : 

✨ *Manajemen Waktu Seorang Muslimah* ✨

🎙️ Pemateri: 
*Ustadzah Wita Yulia Ratnasari, Lc حفظها الله*
(Pendiri & Pembina Yayasan Sahabat Ilmu dan Amal)

🎙️ Moderator :
*Al-Ukh Rachma Romadhoni حفظها الله*
(Mahasiswi IOU)

🗓️ Insyaa Allah :
*Sabtu, 6 Januari 2024 / 24 Jumadal Akhirah 1445 H*

⏰ *Pukul 19.30 WIB s.d Selesai*

Adab menuntut ilmu:
1. Hadir belajar karena Allah Ta'ala 
2. Niat untuk mengamalkan (inti dari ilmu adalah rasa takut kepada Allah)
3. Ikat ilmundengan tulisan 
4. Jangan malu menuntut ilmu (karena jika kita malu maka pertanyaan yang ada di benak kita tidak akan terjawab)
5. Jangan sombong dalam menuntut ilmu


Memperhatikan keutamaan waktu, Allah Ta’ala banyak bersumpah atas nama waktu salah satunya adalah surat Al-'Asr

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَا لْعَصْرِ 
"Demi masa."
(QS. Al-'Asr 103: Ayat 1)

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّ الْاِ نْسَا نَ لَفِيْ خُسْرٍ 
"Sungguh, manusia berada dalam kerugian,"
(QS. Al-'Asr 103: Ayat 2)

Kata inna adalah dua huruf untuk menekankan. Apa yang Allah tekankan? Karena tidak memaksimalkan waktu. Yang menjadi saksi atas kerugian itu adalah Allah. Apakah semua manusia rugi? Yaitu ada dinayat setelahnya

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَا صَوْا بِا لْحَقِّ ۙ وَتَوَا صَوْا بِا لصَّبْرِ
"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran."
(QS. Al-'Asr 103: Ayat 3)

Keimanan saja tidak cukup tanpa diamalkan. 

Ada dua kerugian 
1. Mutlak ketika orang-orang tidak beriman kepada Allah yaitu orang kafir. Tentu sajania rugi karena tidak mendaoat nikmat Islam. Banyak dari mwreka yang kaya namun tentu saja itu istidraj
2. Tidak mutlak. Bedoalah kepada Allah untuk diteguhkan di atas agama

Syaikh Sholeh Alu Syaikh berkata bahwa 1. Iman di dalamnya harus terdapat perkataan, amalan dan keyakinan. Keyakinan (i'tiqod) inilah ilmu. Karena ilmu berasal dari hati dan akal. Jadi orang yang berilmu jelas selamat dari kerugian. Merealisasikan dengan menuntut ilmu agama. Karena orang yang berilmu tentu saja ia tahu mana yang haram, syubhat dan diperbolehkan

2. Amal 
3.Menasehati dalam ketaatan
4. Saling menasehati dalam kesabaran
a. Taat
b. Sabar dalam menjauhi diri dari Maksiat
c. Menghadap takdir Allah baik yang menyenangkan maupun yang menyakitkan

Iman dan amal masuk untuk Kediri manusia itu sendiri. 

-----
Kenapa Allah bersumpah atas nama waktu?
1. Karena waktu

2. 

3. Waktu tidak akan terulang 

Hidup di dalam waktu selalu di hitung 
QS. 

Ibn Abbas berkata yang di catat itu setiap perkataan. Maka berhati-hatilah dalam menggunakan waktunkita. Kita tidal boleh menyia-nyiakannya.


Belajar ilmu syar'i adalah nikmat terindah Nabi daud dan Nabi Sulaiman percakapan diabadikan dalam Al Qur'an surat...

Nikmat dari Allah yang telah memberikan di atas hamba-hamba yang lain. 

Tips management waktu
1. Skala prioritas
a. Mendesak dan Penting
b. Mendesak tetapi tidak penting
c. Penting tetapi tidak Mendesak 
(Semua ini tergantung pribadi seseorang)
d. Tidak penting dan tidak Mendesak 

2. Membuat daftar perharinya
Jangan membuat daftar pekerjaan yang muluk-muluk dan membuat jenuh. Kelolah hati dan perasaan kita.

Jika tidak tuntas maka buatlah hikuman untuk diri kita. Misal jika tidak tuntas pada hari itu maka saya akan sedekah 10000 dsb
 
3. Memaksimalkan waktu. Jika bisa multitasking (mengerjakan sesuatu secara bersamaan)

Misalnya sambil masak sambil Murajaah atau mendengar kajian dll. 

(Walaupun seharusnya duduk saat Murajaah namun ini adalah salah satu cara kita memaksimalkan waktu ketika bekerja)

4 Tidak membuang waktu dengan hal yang tidak bermanfaat

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مِنْ حُسْنَ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيْهِ

Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya. (Hadits Hasan riwayat Turmuzi dan lainnya)

Ibnu Rajab berkata, "Jika seseorang meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat, kemudian menyibukkan diri dengan hal yang bermanfaat, maka tanda baik Islamnya telah sempurna" (Jaami'ul 'Ulum wal Hikam, 1: 295).

5. Menghindari acara yang tidak bermanfaat

Imam Syafi'i berkata,

الوقت سيف فإن قطعته و إلا قطعتك ونفسك إن لم تشغلها بالحق و إلا شغلتك بالباطل

"Waktu laksana pedang, jika engkau tidak menggunakannya maka ia yang malah akan menebasmu. Dan dirimu jika tidak tersibukkan dalam kebaikan pasti akan tersibukkan dalam hal yang sia-sia.

Kitab Al-Jawaabul Kaafi karya imam Ibnul Qayim 

Dalam memanfaatkan waktu ada 3 pembagian 

a.Memanfaatkan waktu dalam kebaikan
b. Memanfaatkan waktu dengan hal yang mubah
c. Memanfaatkan waktu dalam hal yang tidak Allah ridhai

6 Mengurangi bersosial media

Syaikh Abdul Malik Al-Qasim berkata,

"Waktu yang sedikit adalah harta berharga bagi setiap muslim di dunia ini. Waktu adalah nafas yang terbatas dan hari-hari yang dapat terhitung. Jika waktu yang sedikit itu yang hanya sesaat atau beberapa jam bisa berbuah kebaikan, maka ia sangat beruntung. Sebaliknya jika waktu disia-siakan dan dilalaikan, maka sungguh ia benar benar merugi. Dan waktu yang berlalu tidak mungkin bisa kembali selamanya"

(Risalah Al-Waqtu Anfus laa Ta'ud, hal. 3).

!Hati-hatilah waktu tidak bisa dikembalikan!

7. Selalu mengingat bahwa waktu dan kesehatan harus di syukuri

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

Artinya, "Kemudian, kamu pasti benar- benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu)."

Imam Ibnu Katsir (wafat 774 H):

"Yakni kemudian kalian benar-benar akan dimintai pertanggungjawaban di hari itu tentang mensyukuri nikmat- nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepada kalian, seperti kesehatan, keamanan, rezeki, dan lain sebagainya, apakah kalian bersyukur dan beribadah kepada-Nya?."

(Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, [Beirut, Darul Kitab Ilmiyah: 1419 H], juz VIII, halaman 474)


نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس الصحت و الفراغ

"Ada dua kenikmatan yang banyak dilupakan oleh manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang" (Muttafaqun 'alaih)

قال ابن بطال : معنى الحديث أن المرء لا يكون فارغا حتى يكون مكفيا صحيح البدن، فمن حصل له ذلك، فليحرص على أن لا يقين بأن يترك شكر الله على ما أنعم به عليه، ومن شكره امتثال أوامره واجتناب نواهيه، فمن فرط في ذلك، فهو المغبون

8. Menghindari pekerjaan yang tidak terlalu mendesak

Dawud At- Tha'i rahimahullah memakan alfatit (roti yang dibasahi dengan air). Dia tidak memakan roti kering (tanpa dibasahi).

Pembantunya bertanya, "Apakah anda tidak berhasrat makan roti?" Dawud menjawab, "Saya mendapatkan waktu yang cukup untuk membaca 50 ayat antara memakan roti kering dan basah." (Sifatus Shafwah, 3/92)

Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah menceritakan kepada kita, Ibnu Aqil berkata,

"Aku menyingkat semaksimal waktu-waktu makan, sehingga aku lebih memilih memakan kue kering yang dicelup ke dalam air (dimakan sambil dibasahi) dari pada memakan roti kering, karena selisih waktu mengunyahnya (waktu dalam mencelup kue dengan air lebih pendek daripada waktu memakan roti keringi) bisa aku gunakan untuk membaca dan menulis suatu faedah yang sebelumnya tidak aku ketahui." (Dia melakukan hal itu supaya bisa memanfaatkan waktu lebih).

(Dzailut Thabaqatil Hanabilah, Ibnu Rajab, 1/177)

Asy-Syamsul Ashbahani, (674H-749 H), seorang tokoh mahzab Syafii, pakar fiqih dan tafsir.

Apa yang diceritakan tentang beliau menunjukkan antusiasnya terhadap ilmu dan 'pelitnya' beliau untuk menyia-nyiakan waktu.

Sebagian sahabatnya pernah menuturkan bahwa beliau sangat mengindari makan yang banyak, yang tentunya akan butuh banyak minum, dan selanjutnya butuh waktu masuk toilet. Sehingga waktu pun banyak terbuang.

Lihatlah! bagaimana mahalnya waktu dalam pandangan imam yang mulia ini. Dan tidaklah waktu itu mahal bagi beliau melainkan karena betapa sangat mahalnya ilmu.

9. Selalu meluangkan waktu untuk kebaikan akhirat bukan menunggu waktu luang

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:

من علامة إعراض الله عن العبد أن يجعله شغله فيما لا يعنيه خذلانا من الله عزوجل

"Di antara tanda Allah berpaling dari seorang hamba, Allah menjadikannya sibuk dalam hal yang sia-sia sebagai tanda Allah menelantarkannya" (Al Bahrur Ra'iq, hal. 70).

10.Tidak menunda perbuatan baik

Al-Hasan rahimahullah berkata: "Wahai anak Adam janganlah engkau menunda-nunda (amalan-amalan) karena engkau memiliki kesempatan pada hari ini, adapun besok maka lakukanlah pada esok hari itu sebagaimana engkau lakukan pada hari ini. Jika engku tidak bertemu esok hari engkau tidak akan menyesali sikapmu yang menyia- nyiakan hari ini" (Taqribuz Zuhd, 1/28)

11. Mengurangi waktu tidur, akan tetapi tetap usahakan qailulah walau 15-30 menit

Abu Ishaq Al Khowwash berkata,

إن الله يحب ثلاثة ويبغض ثلاثة ، فأما ما يحب : فقلة الأكل ، وقلة النوم ، وقلة الكلام ، وأما ما يبغض : فكثرة الكلام ، وكثرة الأكل ، وكثرة النوم

"Sesungguhnya Allah mencintai tiga hal dan membenci tiga hal. Perkara yang dicintai adalah sedikit makan, sedikit tidur dan sedikit bicara. Sedangkan perkara yang dibenci adalah banyak bicara, banyak makan dan banyak tidur"

(HR. Al Baihaqi dalam Syu'abul Iman, 5: 48)

0 Comments