Bismillah
Alhamdulillah aku sudah selesai membaca buku Nice to Meet You Trauma yang ditulis oleh Mba Natifah.
Alhamdulillah, alhamdulillāhilladzi bin ni‘matihi tatimusholihat, atas semua hal yang terjadi dalam hidupku. Aku tidak berusaha untuk melupakan (dulu aku berusaha lupa namun sulit). Alhamdulillah sekarang aku berusaha untuk memaafkan saja yang terlibat dalam hal terdahulu. Balik lagi, it’s qodarullah, itu sudah Allah takdirkan terjadi dalam hidupku dan aku harus menerima itu.
Setelah baca buku ini ada beberapa, mungkin karena jaraknya agak lama ya, jadi ada beberapa poin yang aku ingat. Kayak intinya itu Allah lagi, Allah lagi, Allah lagi. Cuma Allah yang bisa bantu. Terus tadi ada poin akhir juga yang membuat aku, “Oh ya kemarin ada baca ini.” Yaitu, intinya sebuah musibah itu pasti sama solusinya. Allah ciptain luka atau Allah ciptakan sebuah sakit, penyakit itu, kasih sama obatnya. Masa lalu, masa lalu itu yang kelak Allah menakdirkan hal itu terjadi kepadaku saat itu, pasti karena agar aku lebih baik sekarang.
Alhamdulillah atas segala musibah-musibah setelahnya yang berdatangan. Allah tuh Maha Baik banget. Aku dibikin sadar, aku dibikin kayak punya dari: ternyata begini, oh ternyata ini ya rencana Allah. Ternyata juga jauhin orang itu emang sakitnya luar biasa, mungkin karena kita punya satu hal yang nggak baik, ya itu jadi orang kan ilfil. Ya kita setelah itu sekarang karena itu udah kejadian jadi nggak mau lagi kan berbuat seperti itu. Alhamdulillah, latihan kita nggak mau jadi sosok yang “buruk” lagi, lebih baik. Coba kalau Allah nggak sadari, kita masih terjebak dengan kesalahan itu. Tuh lihat Maha Besarnya Allah menciptakan kesulitan dengan kekuatannya.
Dan saya senang sekarang udah bisa baca gini, merasa syukur walaupun dengan air mata. Itu kenapa? Karena udah dikasih Allah kekuatan. Ada satu hal, saya juga menciptakan—bukan karena tadi—melalui saya juga ada luka-luka yang terjadi pada orang lain. Hal itu buruk, saya tidak bangga dengan itu. Nah, sekarang yang jadi refleksinya salah satunya adalah jangan seperti itu, jadi orang yang membuat orang lain trauma. Makanya ya mungkin dikatakan lebih baik diam, tuh kan bicara baik atau diam. Karena kalau kita bicara dan itu memberikan efek traumatis kepada orang lain, itu hal yang buruk juga buat dia dan diri kita sendiri. Itu juga bisa buat jadi traumatik buat dia, bayangkan apa yang terjadi kalau misalnya kita ngomong nggak baik tentang orang lain terus tersebar, terus orang itu hidup dengan buruk. Itu trauma, itu. Tapi dia nggak sadar.
Alhamdulillahnya aku sadar. Oke, aku buat salah, qadarullah ini terjadi. Balasan sesuai dengan perbuatan. Mungkin karena perbuatanku dulu itu buruk, Allah balaslah (di case-ku yaaa, aku tidak bilang kalian juga begitu) sedikit-sedikit. Ini mah alhamdulillah, banyak yang cobaannya lebih besar daripada itu. Aku nggak ngebayang jadi mereka, nggak bisa kayaknya. Karena aku hampir menyerah, aku hampir melakukan hal-hal bodoh yang lalu, cuman aku takut, aku takut, aku takut saat itu. Banyak hal yang aku pikirkan, alhamdulillah aku nggak melakukannya.
Kekuatan sekarang, dan aku tuh semakin bersyukur. Jadinya aku nggak jadi kuliah di luar. Aku jadi ya tahu karakter diriku setelah tertimpa musibah ini. Jadi kuliah itu menjadi awal bagiku. Ya aku bisa, Allah kirimkan dalam hidupku juga. Allah kirimkan orang-orang baik, ya Allah. Walaupun istilahnya aku juga punya masalah dengan dia terkadang, aku bersyukur memilikinya.
Nah, ini poin penting: ketika musibah itu datang dan kita sadar, oke, ini musibah dari Allah, maka rasa syukur yang kita miliki itu meningkat. Kayak gini: Alhamdulillah ya masih kayak gitu, alhamdulillah masih bisa gini, alhamdulillah masih bisa gitu. MasyaAllah. Dan alhamdulillah Allah ciptakan trauma semua ini, maka akan ada refleksi buat diri sendiri. Coba kalau kita nggak punya trauma, kita nggak punya masalah dalam hidup, jadi apa namanya, siapa?
Bārakallāhu fīk sudah melewati ini.
Alhamdulillāhilladzi bin ni‘matihi tatimusholihat.
Alhamdulillah ‘ala kulli haal. Qadarullah. We just have to true this way.
Yā Muqollibal Qulūb, Ṡabbit Qalbī ‘alā Dīnik.
💫 dibantu mba gpt merupakan tulisan di atas

0 Comments