📅 Waktu Pembelajaran: Setiap Hari Selasa
🕙 Pukul: 10:00 WIB
👑Pengajar: Ustadzah Cahlina Kinasih, Lc
📖 Resume Tadabbur Al-Qur’an dan Amal
📝 Note by ChatGPT
Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 84–89
Segala puji bagi Allah atas nikmat dan karunia-Nya kepada kita. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ, keluarga beliau, para sahabat, dan orang-orang yang istiqamah mengikuti petunjuknya hingga hari kiamat.
Ayat 84–85: Janji Bani Israil
Allah berfirman tentang janji yang diambil dari Bani Israil:
-
Mereka dilarang menumpahkan darah sesama saudara sebangsa.
-
Mereka dilarang mengusir sesama dari kampung halaman.
-
Mereka berikrar untuk memenuhinya dan menyaksikannya sendiri.
Namun kenyataannya, mereka justru melanggar janji tersebut. Mereka saling membunuh, saling mengusir, bahkan bersekutu dengan pihak lain dalam permusuhan. Ironisnya, setelah itu mereka menebus tawanan—padahal pengusiran itu sendiri diharamkan.
Allah mengecam sikap beriman pada sebagian isi Taurat, tetapi mengingkari sebagian lainnya. Balasan mereka adalah kehinaan di dunia dan siksa berat di akhirat.
Latar Belakang Sejarah
Di Madinah, suku Aus dan Khazraj sering berperang sebelum masuk Islam. Kaum Yahudi terbagi menjadi beberapa kabilah (Bani Quraizhah, Bani Nadhir, dan Bani Qainuqa’). Masing-masing kabilah Yahudi bersekutu dengan salah satu suku Arab Madinah.
Ketika perang terjadi, kaum Yahudi membantu sekutunya membunuh dan mengusir kelompok lain. Namun jika ada tawanan, mereka menebusnya sesuai syariat Taurat. Inilah bentuk kontradiksi: menunaikan sebagian hukum, tetapi melanggar sebagian lainnya.
Hikmah Ayat
-
Iman sejati: beriman berarti menaati seluruh perintah dan menjauhi larangan, bukan memilih sebagian.
-
Kemunafikan Bani Israil: mereka menyeleweng dengan mengambil yang sesuai hawa nafsu dan meninggalkan yang berat.
-
Siksa Allah: kehinaan di dunia, kekalahan, pengusiran, dan akhirnya azab akhirat yang pedih.
Ayat 87: Pengutusan Para Rasul
Allah mengingatkan Bani Israil bahwa Dia telah mengutus Musa ‘alaihis-salam dengan Taurat, kemudian menyusulinya dengan nabi-nabi lain, hingga Isa ‘alaihis-salam dengan bukti-bukti nyata. Allah juga menguatkan Isa dengan Ruhul Qudus (Jibril).
Namun, ketika seorang rasul datang membawa syariat yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka, sebagian didustakan dan sebagian lain dibunuh.
Imam Al-Qurthubi menjelaskan: hawa nafsu disebut demikian karena menjerumuskan pelakunya ke dalam neraka. Maka, sikap mengikuti hawa nafsu menjauhkan dari kebenaran.
Ayat 88: Hati yang Tertutup
Mereka berkata, “Hati kami tertutup.” Namun Allah membantah: sebenarnya Allah melaknat mereka karena kekufuran mereka, sehingga sedikit sekali dari mereka yang beriman.
Artinya, klaim mereka hanyalah alasan palsu. Mereka berpura-pura tidak bisa menerima risalah, padahal yang menutup hati mereka adalah kekufuran dan kesombongan sendiri.
Ayat 89: Kedatangan Al-Qur’an
Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai kitab yang membenarkan Taurat. Padahal sebelumnya, kaum Yahudi sering berdoa agar segera datang nabi akhir zaman, agar mereka menang atas kaum musyrikin.
Namun ketika benar-benar datang Nabi Muhammad ﷺ yang mereka kenali ciri-cirinya dalam Taurat, mereka justru kufur karena dengki—Allah memilih nabi dari bangsa Arab, bukan dari mereka.
Akibatnya, mereka mendapat kemurkaan Allah berlipat ganda serta azab yang menghinakan di akhirat.
Pelajaran Penting
-
Iman tidak bisa setengah-setengah. Mengimani sebagian kitab dan mengingkari sebagian lain adalah kekafiran.
-
Mengikuti hawa nafsu adalah sebab penolakan terhadap kebenaran.
-
Hati yang tertutup adalah akibat kekufuran, bukan alasan untuk berlepas diri.
-
Dengki dapat menutup mata dari kebenaran yang jelas.
-
Al-Qur’an membenarkan kitab sebelumnya sekaligus menjadi penyempurna, sehingga wajib diimani sepenuhnya.
Penutup
Ayat-ayat ini menjadi pelajaran penting bagi kaum muslimin agar tidak meniru Bani Israil yang beriman hanya sesuai hawa nafsu. Iman harus total: menerima perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, tanpa memilah-milah.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman secara sempurna, istiqamah, dan selamat dari siksa-Nya.

0 Comments