Kiat-kiat Menghadapi Fitnah Akhir Zaman

💠بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم💠


Kajian Rutin di Mesjid Umar Bin Khattab - Kuala Tungkal 🌻

🏡 _Alamat_ : Jl. Sumatera Lrg. Sudi Mampir Kuala Tungkal - Jambi

𝕿𝖊𝖒𝖆 𝕶𝖆𝖏𝖎𝖆𝖓 :
 " *Kiat-kiat Menghadapi Fitnah Akhir Zaman* 

_In syaa Allah_
👤 : 𝕻𝖊𝖒𝖆𝖙𝖊𝖗𝖎 :
               *Ustadz Bilal Abu Azfa, Lc حفظه الله تعالى*

⏰ 𝖂𝖆𝖐𝖙𝖚 : 
         *Ahad, 26 November 2023*
         *12 Djumadil Ula 1445*

Pukul 10:00 Wib s/d Selesai

Seorang muslim hendaknya dia membekali dirinya dengan ilmu.  

Dunia adalah tempat ujian bagi manusia baik yang beriman maupun tidak.  Dengan ujian seseorang bisa mulia atau malah terminal. Dalam ujian akan diketahui hamba yang jujur dengan imannya dan mana yang tidak.  

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَحَسِبَ النَّا سُ اَنْ يُّتْرَكُوْۤا اَنْ يَّقُوْلُوْۤا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَـنُوْنَ
"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman" dan mereka tidak diuji?"
(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 2)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺍﻧْﺘِﺰَﺍﻋَﺎً ﻳَﻨْﺘَﺰِﻋُﻪُ ﻣﻦ ﺍﻟﻌِﺒﺎﺩِ ﻭﻟَﻜِﻦْ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﺍﻟﻌِﻠْﻢَ ﺑِﻘَﺒْﺾِ ﺍﻟﻌُﻠَﻤَﺎﺀِ ﺣﺘَّﻰ ﺇﺫﺍ ﻟَﻢْ ﻳُﺒْﻖِ ﻋَﺎﻟِﻢٌ ﺍﺗَّﺨَﺬَ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺭﺅﺳَﺎً ﺟُﻬَّﺎﻻً ، ﻓَﺴُﺌِﻠﻮﺍ ﻓَﺄَﻓْﺘَﻮْﺍ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻋِﻠْﻢٍ ﻓَﻀَﻠُّﻮﺍ ﻭَﺃَﺿَﻠُّﻮﺍ

© 2023 “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak mengangkat ilmu dengan sekali cabutan dari para hamba-Nya, akan tetapi Allah mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Ketika tidak tersisa lagi seorang ulama pun, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka (orang-orang bodoh) itu berfatw tanpa ilmu. mereka sesat dan menyesatkan.“
HR. Bukhari 
muslim.or.id

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَا تَّقُوْا فِتْنَةً لَّا تُصِيْبَنَّ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْكُمْ خَآ صَّةً ۚ وَا عْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَا بِ
"Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 25)

Untuk itu alangkah baiknya seorang muslim mengetahui Kiat-kiat untuk menghadapi fitnah
Langkah langkah tersebut adalah 

1. Seorang mukmin ketika mendengar fitnah, maka hendaklah menjauhi fitnah tersebut dan Sebab-sebab terjadinya fitnah. 

2. Berpegang teguh dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah 

firman Allah:

واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا

“Dan berpegang teguhlah kamu dengan tali (agama) Allah, dan jangan sekali-kali kamu bercerai berai.” (QS. Ali Imran: 102)


Keselamatan seseorang dari buruknya perpecahan. 

Dalil lainnya
عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : (لتتبعن سنن الذين من قبلكم شبرا بشبر وذراعا بذراع حتى لو دخلوا في حجر ضب لاتبعتموهم. قلنا: يا رسول الله: آليهود والنصارى؟ قال: فمن؟!

“Dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu’ anhu, beliau berkata: Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam bersabda: “Sunguh-sungguh kamu akan mengikuti/mencontoh tradisi orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, dan sehasta demi sehasta, hingga seandainya mereka masuk kedalam lubang dlob, niscaya kamu akan meniru/mencontoh mereka. Kami pun bertanya: Apakah (yang engkau maksud adalah) kaum Yahudi dan Nasrani? Beliau menjawab: Siapa lagi?” (HRS Muttafaqun ‘Alaih)

© 2023 muslim.or.id

Kesempurnaan iman seseorang akan terwujud jika seorang hamba senantiasa menjaga ketakwaan kepada Allah. 

Barang siapa bertakwa kepada Allah maka, Allah akan memberikan jalan keluar. Allah memberikan rezeki dari sisi yang tidak ia sangka dan akan Allah cukupkan.

mmmfirman Allah Ta’ala,

{ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا } { وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ }

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3). Rumaysho.com 
 
Jika seseorang berjalan tanpa penerangan, akan sulit baginya untuk melakukan sesuatu, dia harus meraba-raba. Begitu pula fitnah jika sudah terjadi. Seseorang bisa saja di pagi hari beriman dan di sore hari dia kufur Begitu pula sebaliknya (Naudzubillah) 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا



“Bersegeralah melakukan amalan shalih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia” [HR. Muslim]

© 2023 muslim.or.id
Sumber: https://muslim.or.id/50528-hadits-pagi-beriman-dan-sorenya-kafir.html

Orang yang paling banyak terpapar fitnah adalah orang yang paling banyak mengikuti hawa nafsunya sehingga ia tidak mampu untuk melawan fitnah tersebut. 

Hendaklah seseorang muslim menjaga keimanannya.

3. Kaum muslimin melazimkan (tegak atau kokoh)

firman Allah:

واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا

“Dan berpegang teguhlah kamu dengan tali (agama) Allah, dan jangan sekali-kali kamu bercerai berai.” (QS. Ali Imran: 102)
Tegar di atas tauhid, tegar di atas iman.

Tiga yang Allah sukai 
1. Carilah keridaan Allah disetiap ujiannya.
2. Berpegang teguh kepada Allah, mengesakan Allah tidak menyekutukannya.
3. Menjauhi perpecahan, 
Tiga yang Allah benci

1. Allah membenci "katany-katanya"/ berita dusta.
2. Allah Ta'ala membeci menyia-nbertanywaktu. 
3.Allah Ta’ala membenci banyak bertanya (untuk ngeyel)

Tiga perkara seorang muslim tidak akan timbul penyakit hati

1. Ikhlas beramal
2. Senantiasa menasihati pemimpin (baik pemimpin baik pula rakyatnya, sebalikny)
3. Menjaga persatuan. 

4. Bersabar, tetap santun dan tidak tergesa-gesa. Dengan demikian akan terjaga kita dari perpecahan dna kegelisahan.  

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِا لصَّبْرِ وَا لصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 153)

5. Kembali bersandar kepada ulama yang jujur, memiliki ilmu, memiliki tujuan syari'at. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ ذَا جَآءَهُمْ اَمْرٌ مِّنَ الْاَ مْنِ اَوِ الْخَـوْفِ اَذَا عُوْا بِهٖ ۚ وَلَوْ رَدُّوْهُ اِلَى الرَّسُوْلِ وَاِ لٰۤى اُولِى الْاَ مْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِيْنَ يَسْتَنْبِۢطُوْنَهٗ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ لَا تَّبَعْتُمُ الشَّيْطٰنَ اِلَّا قَلِيْلًا
"Dan apabila sampai kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka (langsung) menyiarkannya. (Padahal) apabila mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya (secara resmi) dari mereka (Rasul dan ulil amri). Sekiranya bukan karena karunia dan rahmat Allah kepadamu, tentulah kamu mengikuti setan kecuali sebagian kecil saja (di antara kamu)."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 83)

Apabila terjadi fitnah Maka orang yang berakal tidak akan mampu membendung orang-orang jahil. Karena fitnah terkadang Samar bagi manusia terutama para pemuda yang bergejolak sehingga melakukan hal yang tidak terpuji. 

6. Berdoa kepada Allah dengan jujur agar Allah Ta'ala menjauhkannya dari berbagai fitnah. 

وعن أَبي هريرة – رضي الله عنه – : أنَّ رسُولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : (( إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أرْبَعٍ ، يقول : اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ )) . رواه مسلم .

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian bertasyahud, hendaklah ia meminta perlindungan kepada Allah dari empat perkara dengan mengucapkan, ‘ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAM, WA MIN ‘ADZABIL QOBRI, WA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT, WA MIN SYARRI FITNATIL MASIIHID DAJJAAL’ (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal).” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 588]
Rumaysho.com 

Nasihat untuk para pemuda

Bersungguh-sungguh dalam mempelajari ilmu agama yang akan melindungi dari keburukan-keburukan fitnah dan waspada jangan sampai menyia-nyiakan waktu dengan hal-hal yang melalaikan atau sibuk dengan perdebatan yang tidak ada habisnya. Waspada para pemuda jangan ikut campur dengan permasalahan yang sangat besar atau yang secara umum sedang "viral".

Allahu Ta'ala 'alam

0 Comments